Si Culun Vs Aktor Tampan

Si Culun Vs Aktor Tampan
pagi yang heboh


__ADS_3

Selama perjalanan menuju rumah abah dan ambu,naura dan sagara merasa bahagia,padahal mereka berdua hanya mengendarai sebuah sepeda butut yang sudah usang,sambil mengayuh sepeda,sagara tidak sedikitoun merasa malu ataupun terbebani.


"mas,nanti pas di pertigaan kita berhenti di sana dulu ya?"pinta naura.


"lho,emang kamu mau ngapain ke sana sayang?"


"emmhhh,aku laper mas,kebetulan di sana ada warung bubur ayam mang jajang,langganannya aku sedari kecil!"


"hmmmmm,patut di coba!! Yasudah ayo kita kesana!"


"mas pasti bakal ketagihan deh,enak banget soalnya!"


Dengan semangatnya,sagara langsung meluncur menuju tempat yang naura tunjukkan,sesampainya di tempat warung bubur mang jajang,sagara langsung memarkirkan sepedanya,suasana warung yang cukup banyak oleh pengunjung tiba-tiba saja menjadi ramai ketika sagara dan naura datang.


"wah..wah!! Ini teh si rendy tea kan naura?" tanya yuni


"iya yun!" jawab naura sedikit malu


Lalu,sagara pun menyapa warga yang sedang menikmati sarapan bubur.


"mang,bubur ayamnya dua porsi ya,di tambah sate ati ampenya!"


"siap neng!! Deuh tambah geulis sekarang mah neng naura!"


"haha,si mamang bisa aja!"


"sumpah neng,cocoklah sama si ganteng aa rendy!"


"iya mang makasih pujiannya!! Mas saga mau pake sate juga gak?"


"iya boleh,samain saja sama kamu sayang!"


Mendengar kata sayang dari mulut sagara,otimatis membuat pengunjung terdiam!"


"si naura beruntung pisannya dapet lalaki kasep bari beunghar!"bisik yuni kepada teman sebelahnya yakni sri.


Lalu naura dan sagara duduk di kursi kayu sebelah pojok,sambil menikmati suasana kampung raos yang sudah mulai ramai.


"dua porsi bubur ayam plus sate ati ampelanya,sudah siap buat neng cantik dan aa ganteng!" puji mang jajang sambil meletakkan dua mangkok bubur ayam di atas meja.


"wah,akhirnya bisa makan bubur ayam kesukaanku!" ucap naura sembari menuangkan beberapa sendok sambal ke atas mangkuk berisi bubur.


"kamu gak salah makan sambal sebanyak itu yang?" tanya sagara heran


"gak mas!! Udah biasa sedari dulu kalau makan bubur ayam mesti pedas,jadi lebih nikmat!! Mas mau coba?" tawar naura


"gak yang,nanti yang ada perutku bisa sakit!! Aku tidak terbiasa makan pedas,apalagi masih pagi begini!"


"ha..ha..ha!! Iya..iya!! Anak sultan mana bisa makan pedas kek gini!" sindir naura


sagarapun hanya menggelengka kepalanya.


Dengan secepat kilat akhirnya sagara menghabiskan bubur miliknya.


"emmh,mang satu mangkok lagi kayak yang tadi ya?" pinta sagara

__ADS_1


"siap den." jawab mang jajang


"mas nambah??? Gak salah tuh??" ledek kembali naura


"abis enak yang!"


Naurapun senang karena sagara menyukai makanan yang sangat di favoritkannya itu sedari kecil.sedangkan naura sendiri masih asik dengan bubur super pedas di mangkuknya,dia pun mengeluarkan banyak keringat karena kepedasan,dengan gerakkan cepat,naura langsung meminum teh hangat tawar yang sudah di sediakan,karena rasa pedasnya belum hilang,ia kembali menuangkan air teh di dalam poci,sagarapun mulai hawatir melihat naura yang seperti itu.


"kamu gak apa-apa kan yang?" tanya sagara


"gak apa-apa kok mas,emang suka seperti ini!!" jawab naura tersenyum lebar.


Setelah keduanya menghabiskan bubur ayam,tanpa di sengaja ada nita datang ke warung bubur.


"mang,buburnya dua porsi di bungkus ya?" ucap nita tanpa menyadari ada naura dan sagara sedang duduk di kursi sebelah pojok.


"yaudah kalau begitu kami pamit duluan ya ra,dan mas ganteng!" ucap yani dan sri


iya yan,sri!" jawab naura


Mendengar ada yang menyebut nama naura,nita langsung mencarinya,dan nita pun menemukan naura yang sedang duduk sambil di rangkul oleh sagara.


"cih!!! Di tempat umum pun masih sok-sok an mengumbar kemesraan,dasar gak tahu malu!" gerutu nita sambil menatap tajam ke arah naura.


Lalu nita menghampiri naura dan sagara.


"kamu di sini ra?" tanya nita


"eh nita!! Apa kabar? Beli bubur juga?" sapa naura dengan ramahnya.


Mendengar jawaban nita seperti itu kepada naura,sagara langsung menatap tajam nita.


"ouh iya ya!!! Maaf ya nit!"


Tumben kamu kesini? Emang sudah gak sibuk di jakarta?" tanya kembali nita


"kita lagi tidak sibuk,dan kebetulan saya dan naura ingin berbulan madu di sini!" jawab ketus sagara.


Mendengar sagara berbicara seperti itu,nita pun merasa kesal dan jengkel,lalu ia buru-buru pergi meninggalkan warung bubur sambil membawa pesanan buburnya.


"lho,nita kenapa? Kok langsung pergi gitu saja!" ujar naura bingung


"sepertinya nita itu tidak menyukaimu sayang?" tanya sagara.


"sudah akh mas,tidak usah di bahas lagi!"


"euleh,ari neng nita main pergi saja,bubur siapa yang bayar ini? Gerutu mang jajang


"biar naura saja yang bayar mang!"


Saking kesalnya dengan jawaban sagara tadi,nita sampai lupa membayar bubur pesanannya.


"isshhh,naura dan sagara mereka berdua sangat menyebalkan,sok banget ngumbar kebahagiaan,sok mesra lagi!" ucap nita sambil menjinjing dua kotak bubur.


"ya ampun,aku lupa bayar buburnya!!! Balik lagi gak ya? Aarrkk pasti dua manusia yang menyebalkan itu masih di sana!!! Huufftt besok saja lah aku bayarnya,malu kalau sampe balik lagi!! Mau di taro dimana wajahku ini."

__ADS_1


Di dalam perjalanan menuju rumah naura,naura menyempatkan diri untuk mampir ke warung bi kokom yang lumayan ramai oleh pengunjung ibu-ibu setempat.


"mas mau duluan apa mau nunggu?" tanya naura


"aku ikut kamu sayang,mas gak mau ada laki-laki lain yang godain kamu!" celetuk sagara


"ha..ha..ha!! Siapa yang mau godain aku mas,kan warga kampung sini sudah tau kalau aku sudah nikah,dan sekarang aku cuma milik kamu!" jawab naura tersipu malu.


Sambil mengulum senyumnya,sagara malah mencium kening naura di pinggir jalan


"aduhhh,si naura melanggar aturan nih!! Mesra-mesraan di depan umum!! Jadi mau nih bi kokom!"


Dengan wajah malu,naura berusaha menyembunyikan wajahnya di dada sagara,sontak ibu-ibu setempat jadi heboh.


"meuni resep nempo panganten baru yang bucin begini teh,masya allah beruntungnya si naura!" ucap bu ratih.


Dengan bergandengan tangan,sagara dan naura menuju warung bi kokom,lalu sagara duduk di kursi sebelah warung sambil di gerumunin sama ibu-ibu,serta pertanyaan ini itu,namun sagara menjawab satu persatu pertanyaan dari ibu-ibu yang super kepo akan dirinya.


"tuh,lihat naura!! Suami kamu teh tambah ganteng!! Sekarang mah si rendi gak gondrong lagi,cakepan begini naura!! Komo lihat kulitnya meuni mulus,bibi ge eleh ra!!


"ha..ha!! Bi kokom bisa aja mujinya!" jawab naura sembari memilih sayuran dan lauk untuk ia masak.


"ehhh,beneran ra!! Gimana kamu sudah isi belum?" tanya bi kokom


"sudah bi!"


"alhamdulilah,bener ini teh?" tanya kembali bi kokom


"iya bi kokom,sudah diisi tadi sama bubur ayamnya mang jajang!" jawab naura sambil tersenyum jahil.


"hadeuhhh,bi kokom nanya serius,eh jawabna malah heurey kos kiyeu ra!!"


"atuh meuni serius si bibi mah,heee...belom bi,doain saja biar secepatnya hamil!" ucap naura dengan wajah meronanya.


"padahal baru dua hari ini di unboxing mas saga,semoga saja hasil,ada baby dalam perutku!" gumam naura tersenyum senang dan sesekali memperhatikan sagara yang asik mengobrol dengan ibu-ibu.


"rendy,denger-denger sudah gak jadi artis lagi ya?" tanya bu ratih.


"iya bu,saya sudah tidak jadi aktor lagi,lebih fokus ngurus perusahaan!"


"sayang sekali lho ren,padahal rendi ini bagus banget aktingnya,saya saja satu keluarga ngefans pisan sama rendy!"


sagarapun hanya tersenyum,lalu ibu fatma dan bi encop mulai gencar kembali bertanya-tanya kepada sagara.


"rendi di sini berapa hari? Mampir ya kerumah,nanti bi encop masakin buat kamu.


"ke rumah bu fatma saja ya rendi,nanti bu fatma masakin makanan yang super enak!"


"duh,puntennya ibu-ibu semuanya,naura bawa rendi pulang dulu ya!"


"yaahhhhh,nanti saja naura!! Baru juga ngobrol bentaran!" ucap bu ratih


"maaf ya ibu-ibu,nanti kita sambung lagi ngobrolnya!" ucap rendi


akhirnya naura dan sagara berhasil pergi dari warung bi kokom,sedangkan ibu-ibu yang ada di warung,mereka merasa kecewa karena masih merindukan sosok rendi alias sagara.

__ADS_1


__ADS_2