
Sore menjelang magrib,ambu tiba di rumah,kehadiran naura dan sagara sangat membuat ambu senang sekaligus terkejut tidak menyangka.
"masya allah nak,ambu terasa mimpi bisa ketemu kamu dan den saga!" ucap ambu sembari memeluk naura
"Naura kangen sama ambu!"
"gimana,sudah isi belum perut kamu nak? Tanya ambu sambil mengelus perut naura yang masih rata
"masih dalam proses ambu!" jawab sagara menimpali
Naura hanya tersipu malu di buatnya.
"ambu doakan, semoga kalian cepet di kasih momongan."
"aamiin!!" jawab serempak naura dan sagara.
Ketika menjelang magrib,abah mengajak mas saga dan adit untuk solat dimesjid,sagarapun antusias mengikuti ajakan abah.Dengan mengenakkan kemeja putih dan kain sarung milik abah di lengkapi dengan peci hitam melekat di kepala sagara,justru sagara terlihat sangat berbeda.
"masya allah tampannya suamiku!!" puji naura tanpa berkedip dan terus menperhatikan suaminya.
"baru tahu ya,kalau suamimu ini begitu tampan!" bisik sagara di telinga naura
"jangan lupa nanti malam kasih mas jatah!" bisik kembali sagara
Mendengar sagara berbicara seperti itu,naura langsung membulatkan matanya,wajahnya berubah menjadi merah padam.
"duh,mas saga ini!! Bisa-bisanya mengeluarjan kata keramat padaku!!! Lihatkan wajahku jadi merah seperti ini!" gumam naura.
"adit pamit dulu ya kak!"
"iya dit,hati-hati ya!"
Naura dan ambu memutuskan untuk solat di rumah,apalagi cuaca sedang hujan gerimis.
Abah,sagara dan adit,mereka bertiga telah sampai di mesjid al-muhajirin yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah,dn mereka bertiga melaksanakan solat berjamaah bersama warga setempat.karena waktu magrib menjelang isya tidak begitu jauh,akhirnya mereka memutuskan untuk solat isya,mumpung masih di mesjid.
"wah,ini menantunya pak soleh yang aktor itu kan?" tanya pak solihin yang merupakan kerabat dekat pak lurah,ternyata pak lurah alias pak halim kusuma melaksanakan solat di mesjid yang sama,rasa kesal terhadap sagara tidak bisa hilang sampai saat ini,para tokoh masyarakat dan pak ustad baharudin mengadakan mengaji bersama sambil menunggu waktu isya,lalu pak halim alias pak lurah memiliki usul dan ide agar sang aktor bernama sagara bersedia melantunkan ayat suci al-quran di hadapan jemaah mesjid.
__ADS_1
"bagaimana pak saga,apa anda tidak keberatan?" tanya pak halim sambil tersenyum mengejek.
Sedangkan abah dan juga adit merasa tidak enak kepada sagara,dan abah takut jika menantunya itu tidak bisa mengaji,namun abah teringat dengan perkataan dari naura,kalau sagara pernah mondok pesantren selama tiga tahun di jombang jawa timur.
Bagaimana pak saga? Apa anda bersedia melantunkan ayat suci al-quran ? Tanya pak ustad baharudin.
"insha allah saya bersedia pak!" jawab sagara tanpa ada keraguan.
ketika sagara melantunkan ayat suci al-quran,semua para jemaah di buat takjub dengan suara mengaji sagara,sungguh indah dan tanda bacanya pun tidak ada yang salah malah hampir mendekati sempurna,lantunan ayat suci pun hampir terdengar oleh warga satu kampung karena menggunakan speaker mesjid,dan ketika menjelang akhir,sagara membaca satu ayat lagi yakni surat An-nahl ayat 126 yang artinya:
Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar."
Abah dan adit begitu takjub di buatnya,apalagi para jemaah,mereka sangat kagum terhadap sagara,meskipun dia seorang aktor sekaligus pengusaha kaya namun tidak melupakan kodratnya sebagai seorang umat muslim dan bukan sekedar islam KTP saja.sedangkan pak lurah dan pak solihin sangat kesal karena niatnya ingin mempermalukan sagara justru malah sebaliknya,sagara pun tahu jika kedua orang tersebut beniat tidak baik padanya.
"masya allah,indah sekali suara orang yang sedang mengaji di mesjid!! Kok suaranya sangat famiiar ya!!"gumam naura yang sedang mengaji juga bersama ambu sambil menunggu waktu isya.
Selepas solat isya,naura dan ambu menyambut kepulangan abah,sagara dan juga adit.
"assalamualaikum!!" ucap abah,saga dan adit
"kak naura,ambu!! tadi denger gak om saga mengaji di mesjid?" ujar adit begitu semangatnya sedangkan sagara hanya tersenyum dengan ulah keponakannya itu.
"mengaji??? Maksud kamu gimana dit? Yang jelas dong kalau ngomong!!"
"itu tadi om sagara di suruh ngaji sama pak lurah,eh pas denger om saga ngaji,bagus sekali kak!"puji adit
"jadi yang tadi mengaji di mesjid itu mas saga? Betul itu mas?" tanya naura tidak percaya
Sagara sendiri hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari naura.
"abah senang dengan cara mengajinya den saga,bener-bener bikin hati adem!" puji abah
"masya allah,ternyata aku gak salah milih kamu mas saga,meskipun kamu pernah salah bergaul dan berbuat banyak dosa,tapi aku yakin kalau kamu bisa merubah semuanya menjadi lebih baik,karena tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini,semuanya tidak akan pernah luput dari kesalahan dan juga dosa.
Pukul 20.00 mereka makan malam bersama menikmati hidangan sederhana, sagara sangat nenyukai suasana seperti ini,karena semenjak ibunya meninggal,ia selalu makan seorang diri dan hanya di temani oleh assisten rumah tangganya,sedangkan pak wijak selalu sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai tidak pernah ada waktu untuk sagara.
Karena merasa lelah,akhirnya sagara memutuskan untuk tidur lebih awal.
__ADS_1
"tumben mas saga sudah ngantuk jam segini?" tanya naura
"ngantuk sih enggak sayang,cuma lelah saja ingin tiduran di kamar kamu!! Apalagi setelah menyetir lumayan jauh!"
"mas saga capek? Mau naura pijitin?" tawar naura.
"boleh!! Itupun kalau kamu tidak capek sayang!"
"enggak capek kok mas!"
Lalu sagara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran 2x1m itu,kasur yang cukup di tempati hanya untuk satu orang saja.dengan cekatan naura memijit pundak,lengan dan kaki sagara.
"sudah,cukup sayang!! Sebagai ucapan terima kasihku padamu,mas mau kasih kamu hadiah!" ujar sagara
"wah,apa itu mas?" tanya naura penasaran
Sagarapun bangkit dari tidurnya dan membuka tas hitam miliknya,ia pun mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam dan memberikannya kepada naura.
"apa ini mas?" tanya naura sambil membuka pita berwarna merah dari atas kotak tersebut.
Ketika kotak hitam berpita merah itu di buka,betapa kagetnya naura.
"mas saga!! Gak salah ngasih naura baju beginian?" tanya naura sambil tersenyum malu
Ternyata sagara memberikan baju lingerine berwarna merah,baju sexy yang sangat minim serta terbuka di bagian dada,membuat naura malu untuk mengenakkannya di depan sagara.
"di pakai ya sayang sekarang!! Mas ingin lihat kamu mengenakannya!! pasti sangat cocok apalagi warna kulit kamu putih." pinta sagara sambil mengulum senyum.
Naurapun hanya mengangguk,dengan sengaja ia mengganti pakaian dengan lingerine di depan sagara,otomatis membuat suaminya itu tidak bisa menahan gejolak dalam jiwanya yang sudah menggebu-gebu sedari tadi,sedangkan sagara sendiri hanya duduk terdiam di tepi ranjang sambil menonton adegan dewasa yang memacu adrenalin kejantanannya,dimana naura dengan sengaja mengganti pakaiannya secara slow motion,tidak bisa di pungkiri jika tubuh naura memang sangat menarik dan juga mo lek,siapapun yang melihatnya pasti akan merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan saat ini
"gimana mas? Bagus gak?" tanya naura yang cukup menggoda benteng pertahanannya.
Hingga akhirnya sagara menarik lengan naura dan sengaja mendudukannya di atas kakinya,sedangkan naura dengan refleks menyilangkan kedua tangannya di leher suaminya itu.
"malam ini,aku adalah milikmu mas saga!" ucap naura dengan wajah meronanya.
"are you sure baby? tanya sagara.
__ADS_1