
"selamat pagi sayang!" ucap naura sembari memeluk erat sagara yang baru saja bangun dari tidurnya.
"SAYANG!!! Tumben kamu manggil aku dengan sebutan sayang?" tanya sagara tidak percaya
lalu,naura memeluk erat sagara,di kecupnya kening suaminya itu,sagara tampak heran dengan sikap naura yang serasa aneh.
"mas gak sedang bermimpi kan?" ledek sagara
Dengan cepat,naura mencubit lengan sagara yang kekar dan berotot.
"awwwww!!!!! Sakit yang!!!"
"tandanya mas saga tidak sedang bermimpi!"jawab naura
"ha..ha..ha!! Iya..iya!!! Tumben istriku sudah cantik?"
"hmmmm...emang gak boleh gitu aku cantik di depan kamu sayang?"
sagarapun mengecup kening naura."boleh lah sayang,mas fikir kamu belom mandi,tadinya mau ngajakin mandi bareng!"goda kembali sagara
Otomatis wajah naura berubah menjadi merah merona karena malu,di cubitnya lagi lengan sagara.
"ha..ha..ha!!! Kamu itu bikin mas gemas saja
"sudah akh mas,ayo cepet bangun!! Papah sudah nunggu di meja makan,katanya ngajakin sarapan bareng!"
"iya..iya istriku yang cantik,mas ke kamar mandi dulu!"
"iya mas!"
Tidak lama kemudian mereka bertiga makan bersama.
"gimana tidurnya pah? Sepertinya sangat nyenyak?" tanya sagara
"hmmm....ya lumayanlah,papah bisa tidur nyaman di sini!" jawab pak wijak sembari tersenyum lebar
"yasudah,papah tinggal di sini saja?" usul naura
"ha..ha..ha!!! Papah mau tinggal di sini kalau papah sudah di berikan cucu oleh kalian,kasihlah papah cucu yang banyak,agar hari tua papah tidak sepi!"
Naurapun hanya tersenyum malu mendengar jawaban dari papah mertuanya.
"tenang saja pah,saga dan naura lagi proses bikin cucu buat papah!!" jawab sagara sembari menaikkan kedua alisnya dan melirik ke arah naura.
"bha..ha..ha..ha!!! Gitu dong!!! Semangat empat lima!!! Baiklah setelah ini papah mau ke kantor,apa kamu mau barengan sama papah nak?"ajak pak wijak
"baik pah,kita berangkat sama-sama saja!! Kebetulan hari ini saga tidak ada jadwal ke ST entertainmen,dan willy juga sudah on the way ke perusahaan papah!"
"baiklah,kalau begitu papah siap-siap dulu!"
__ADS_1
ketika sagara sedang merapihkan kemejanya,dengan manjanya naura memeluk erat sagara
"mas!!! Mungkin ini pelukkan terakhirku,ingin rasanya menangis dan menjerit,tapi...aku harus kuat,ini semua demi kamu dan juga papah!" batin naura lirih
"sayang!!! Hari ini kamu manja sekali!!! Kamu kenapa?? Kamu sakit atau lagi ada masalah?" tanya sagara mulai curiga
"emmmhh....enggak kok mas sagaku sayang!! Ini tuh aku lagi bucin sama kamu!!! Aku bahagia berada di samping kamu dan bahagia bisa di cintai olehmu!" terang naura
Mendengar pengakuan naura,sagara menatap dalam naura dan merekapun menyatukan diri,saling memanggut hingga ke rongga paling dalam membuat nafas naura menjadi tersenggal-senggal,sebuah ciuman berdurasi panjang ini membuat naura tidak ingin mengakhirinya,namun karena ada papah yang sudah menunggu,akhirnya sagara menyudahinya.
"kita lanjutkan nanti malam sayang,kalau tidak ada papah di luar,mungkin pagi ini sudah ku makan lagi kamu!" goda sagara
Wajah naura kembali menjadi merah padam,namun tiba-tiba naura menundukkan wajahnya,tanpa terasa bulir bening keluar dari sudut matanya.
"kamu kenapa sayang?" tanya sagara sembari memegang dagu naura
"emmhh....aku menangis bahagia!!" jawab naura berbohong
"aku juga sangat bahagia sayang,semoga kamu secepatnya hamil anakku,agar kebahagiaan kita semakin lengkap!" ucap sagara sembari mencium perut naura yang masih rata.tindakan sagara malah membuat dada naura semakin sesak,ingin rasanya menjerit dan mengatakan yang sebenarnya,namu mulut ini serasa sudah terkunci.
"yasudah,mas berangkat kerja dulu ya sayang!!! Sudah jangan nangis lagi!!! Nanti papah kira aku sudah nyakitin kamu!" ujar sagara sembari menyusut air mata yang telah membanjiri wajah cantik naura.
Akhirnya dengan menggenggam erat tangan naura,mereka berjalan menuju halaman depan,dimana sudah ada pak wijak dan sopirnya sudah menunggu.
"ayo cepat sagara,nanti kita bisa telat!" ajak papah
Lalu sagara akhirnya masuk kedalam mobil bersama papah sembari melambaikan tangannya.
"papah berangkat dulu ya naura,kamu hati-hati di rumah!" perintah pak wijak
"iya pah!" jawab naura sembari menatap dalam papah mertua dan sagara!"
"selamat tinggal papah dan mas sagaku!"
Kemudian naura berlari menuju kamar tidur,ia terus menangis sejadi-jadinya!!! Rasa sakit yang sangat menyesakkan dada.lalu naura bergegas merapihkan sebagian pakaiannya dan documen penting miliknya yang kemudian dimasukan kedalam satu koper,dan meletakkan kartu kredit tanpa batas serta kartu ATM pemberian dari sagara,ia meletakkannya di dalam laci nakas,setelah merasa semuanya selesai,akhirnya naura bergegas menuju lantai satu,ia pun berpapasan dengan bi tum.
"lho,non naura mau kemana? Kok bawa koper?" tanya heran bi tum
"emmhh!!! Aku mau ke kampung dulu bi tum,tadi sudah pamit sama mas saga dan papah!"jawab naura berbohong
"ouh begitu,yasudah non,hati-hati ya!!! Tapi pak teguh ikut juga kan?" tanya bi tum
"tidak bi,aku sudah memesan taxi online,lima menit lagi juga sampai!"
"baiklah non naura,hati-hati ya,salam buat keluarga non di kampung!"
"iya bi tum,makasih ya!" jawab naura sembari memeluk erat bi tum yang merupakan sebuah pelukkan perpisahan.
Tidak lama,akhirnya taxi online pun tiba di depan rumah sagara,dan naura bergegas masuk kedalam mobil,lagi-lagi bulir bening keluar dari sudut matanya,tanpa sengaja bi tum melihat wajah naura mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"sebenarnya ada apa ya? Kok non naura sedih gitu malah sampai ngeluarin air mata!!! Tapi tumben-tumbenan tuan saga tidak memberitahuku kalau non naura mau pulang kekampung,biasanya kan suka bilang."gumam bi tum merasa ada yang aneh pada nona mudanya itu
"maaf nona,perjalanan sesuai map ya?" tanya si sopir taxi
"iya pak,langsung ke stasiun senen ya pak!"perintah naura.
Ternyata naura akan pergi menaiki kereta api,dan tujuan utamanya adalah jogja,sebuah kota yang sangat ia impi-impikan karena dulu naura sempat tinggal selama tiga bulan disana ketika melakukan observasi penelitian semasa dirinya menjadi mahasiswi dulu.
Selama perjalan di dalam sebuah kereta,naura tidak henti-hentinya menangis,sampai-sampai ada beberapa orang yang serius memperhatikannya.
"mba gak kenapa-kenapa kan?" tanya seorang wanita yang sepertinya seumuran naura dan mengasongkan tissu padanya
"tidak apa-apa kok mba!! Makasih tissunya."
"ia mba sama-sama!! Emmhhh...perkenalkan mba,saya fitri,mba mau ke jogja juga?" tanya fitri dengan ramahnya.
"saya naura,iya mba...saya mau ke jogja!"jawab naura
"wah kita searah dong mba naura,kalau boleh tau mba naura ke jogja mau ke rumah saudara atau kerabat gitu?" tanya fitri yang kepo.
"emmhhh,saya tidak tahu mba,saya tidak ada saudara ataupun kerabat disana!"
"lho..lho!!! Ko iso sih mba? Terus nanti mbanya tinggal dimana?" tanya kembali fitri
"tenang saja mba,saya ini sudah besar!!! Jadi tidak perlu hawatir!"
"ha..ha..ha!! Mba naura ini bisa saja."
Kehadiran sosok fitri sedikit menghibur kesedihan naura,selama perjalanan mereka berdua saling mengobrol,dan ternyata fitri seorang mahasiswi dari universitas negeri jogja semester akhir.
......................
"sora...sora sayang!!" panggil lusiana sembari berlari mencari keberadaan putrinya itu
"iya mih,ada apa?" jawab sora dari arah balkon apartemen
"ada berita bagus sayang!" ucap lusiana
"apa itu mih?" tanya sora penasaran
"naura akhirnya angkat kaki dari rumah sagara,dan dia telah pergi meninggalkan sagara.
"apa??? Mamih tidak sedang becanda kan? Mamih gak bohong kan?"tanya kembali sora yang masih tidak percaya
"sora sayang,mamih itu punya mata-mata untuk memata-matai naura,dan mamih baru dapat kabar kalau naura sudah pergi dari rumah saga sembari membawa koper."
"aarrrkkkkkhhhhh!!!!! Mamih thank you so much,i'm verry happy!!" jawab sora sembari memeluk dan mencium ibunya.
"ha..ha..ha,akhirnya batu kerikil itu pergi dan aku dengan leluasa bisa bebas memilikimu sagara!!" gumam lusiana dengan wajah liciknya.
__ADS_1