Si Cupu Menjadi Bos Seksi

Si Cupu Menjadi Bos Seksi
Di terima kerja ....


__ADS_3

Rumah Franda ....


Mobil Doni sudah berada di depan rumah kekasihnya, beberapa menit kemudian datanglah Franda dari balik pintu.


Dia berjalan menuju mobil dan langsung masuk ke dalamnya.


"Ayah dan ibu? apakah mereka ada di rumah?" tanya Doni.


"Iya, tapi aku malas mempertemukan mu dengan mereka karena akan lama, kalian pasti banyak omong!"


"Haha, sudah seharusnya banyak berbicara dengan mertua karena menjadi orang yang benar-benar baik adalah tipe menantu andalan."


"Kau selalu banyak bicara omong kosong, jadinya aku merasa bahwa kau akan mendapatkan satu hal yang baik, yaitu predikat tukang parkir. Semprit sana semprit sini."


"Haha."


Kedua orang itu tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.


Rasanya sangat tidak baik-baik saja, tapi berusaha untuk menjadi baik.


.


.


.


Sampai di kantor Hang ....


"Kau yakin bisa sendiri?" tanya Dion yang mengantar sampai tempat parkir saja.


"Ia, Hang itu temanku," jawab Franda.


Gadis itu mempersiapkan dokumen yang harus dibawa menghadap atasannya, dia siap untuk bertatap muka dengan orang yang selama ini ia pikirkan keadaannya.

__ADS_1


Hanya saja tidak seperti dulu, Hang bukan seorang pria yang lemah tetapi sangat berkuasa di kota ini.


Bahkan, sejak SMA juga sudah jelas bahwa dia seorang pewaris perusahaan terkenal.


Doni begitu khawatir dengan apa yang ada di dalam hubungannya dengan Franda.


Tanpa sepengetahuan Franda, dia mengikuti sang kekasih.


"Aku harus memastikan bahwa kekasihku berada dalam keadaan yang baik-baik saja," batin Doni.


...


Ruang kerja Hang ...


Di dalam ruang kerja, Hang bersama dengan kekasihnya duduk di tempat kerja.


"Aku sudah membantu menyelesaikan pekerjaanmu apakah aku boleh pulang?" tanya Fira.


"Jangan pergi dulu karena aku masih membutuhkanmu, ada seorang gadis yang akan datang kemari untuk wawancara kerja tetapi kau yang mewawancarainya ya?" pinta Hang.


Fira terlihat sangat penasaran dengan gadis yang akan segera bekerja di sana.


Hingga ketukan pintu terdengar begitu nyata.


"Masuk!" ucap Hang.


Klek!


Seorang gadis yang manis dengan bagian yang sangat modis terlihat dari balik pintu.


Fira sangat iri dengan penampilan gadis yang ingin bekerja di tempat sang kekasih.


"Dia temanmu atau temannya Fito?" tanya Fira penuh maksud yang dalam.

__ADS_1


"Dia adalah temannya Fito, baru lulus kuliah dan ingin bekerja di tempat ini. Kau panggil dia kemari dan lakukan wawancara, aku akan duduk di sofa saja!" pinta Hang.


"Oke."


Hang yang sedari tadi berada di samping Fira, kemudian berjalan menuju sofa yang ada di sebelah kanan meja kerjanya.


Fira memanggil Franda lalu memintanya duduk di tempat yang sudah disediakan.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk seorang Franda duduk berhadapan dengan gadis yang akan menjadi calon bosnya.


"Kau bisa serahkan berkas mu itu?"


"Bisa nona."


Fira memeriksa berkas Franda, di sana ada almamater sang kekasih.


"Kau satu kelas dengan Hang?"


"Benar Nona."


"Hm, seperti apa dia dulu? apakah sangat tampan dan banyak wanita yang menggilainya?"


"Dia sangat culun dan tidak ada orang yang mendekati, dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri," jelas Franda memberikan pukulan yang telak kepada Hang.


Hang merasa terpojok lalu mendekati Fira.


"Hm, aku tidak terlalu buruk hanya saja memiliki wajah yang tampan meskipun tersembunyi."


Hang lalu memperlakukan kekasihnya dengan sangat mesra membuat Franda muak, hanya saja dia harus menahan segalanya demi pekerjaan.


Setelah wawancara selesai dan melihat pemandangan yang membuat perut mual, akhirnya sang gadis mendapatkan pekerjaannya.


"Kau diterima!"

__ADS_1


*****


__ADS_2