
Kebahagiaan orang-orang yang ada di tempat itu sangatlah membuat iri, karena nenek tak mudah dekat dengan siapapun. Kehadiran sang gadis dan suami begitu menyenangkan.
Sehingga nenek akan awet muda.
Setelah berjemur, kedua orang itu diajak ke sawah untuk memanen kacang panjang. Sawahnya sangat luas, sang nenek merupakan pewaris tanah yang ada di desa.
Kakek buyut Franda, memiliki tanah yang bisa di gunakan untuk bercocok tanam, jadi sangat mudah untuk nenek mendapatkan bahan makanan berupa sayuran.
"Nek, nenek merupakan orang yang sangat baik dan membagi kepada teman-temannya tetapi sama sekali tidak memiliki hak utuh tentang hasilnya."
Sang nenek mengiyakan apa yang dikatakan oleh cucu terbaiknya.
Dia orang yang seperti itu karena apa yang sudah dilakukan diharapkan akan mendapatkan balasan dari Tuhan bukan dari manusia.
Hang, terlihat tidak bersama dengan dua orang itu tetapi sibuk kacang panjang.
"Coba kau lihat suamimu itu, adalah anak dari kota tetapi sangat cerdas dalam memanen kacang panjang. Dia pernah melakukan hal itu sebelumnya?" tanya sang nenek.
"Tidak pernah, dia itu orang yang sangat perfect, pun dia culun selalu saja memberikan yang terbaik kepada apa yang dilakukan. Hang, merupakan juara kelas ketika kami masih SMA."
Sang nenek sangat bangga kepada cucunya, bagaimanapun dia, cucu perempuannya juga baik meskipun banyak sekali celah karena terlalu ingin menjadi seorang yang kuat.
Kini mereka hidup di desa dan tidak seperti di kota yang harus makan dengan memiliki pekerjaan yang bagus.
Sang nenek meminta cucu perempuannya untuk bergabung bersama suami untuk membantu meringkas beberapa potong kacang panjang yang sudah dipetik.
__ADS_1
.
.
.
"Heh, apakah kau seorang petani?" tanya istrinya.
"Iya, aku memang seorang petani sebelumnya dan kau hanya orang yang selalu mengganggu pekerjaanku saja! karena tidak ada hal yang bisa kau kerjakan!" Sang suami akan mengusir istrinya sendiri yang ingin membantu.
Jadi dia terus saja mengganggu hingga masuk ke dalam parit bersama-sama.
"Haha, Apakah kalian itu seperti anak-anak TK? bermain di parit dan cemong cemong."
"Aku sedang membantu suamiku tetapi dia tidak mau dibantu jadinya aku mendorongnya, usil dan jahil sehingga aku terapkan semua itu saat ini."
"Haha, Apakah kau tidak bisa melakukan satu hal yang baik? rasanya kau itu terlalu banyak humor!"
"Iya, dia lahir dengan banyak humor memang."
Nenek menolong keduanya dan membawa ke sebuah tempat yang dinamakan saung, ternyata dia sudah menyiapkan banyak makanan di sana.
...
Saung ada di tengah sawah ...
__ADS_1
"Wah, sangat banyak makanan," ucap Hang.
"Iya, setelah kalian bermain di sawah mari kita makan."
Hang, nenek dan Franda menikmati makanan yang ada di sana dengan semilir angin yang berhembus.
Perasaannya tenang karena mendapatkan makanan desa yang penuh dengan cita rasa.
"Kapan ayah dan ibumu kemari?" tanya nenek pada Hang.
"Sebentar lagi, aku tidak bisa memastikan karena mereka ada di luar negeri untuk beberapa pekerjaan."
"Oke, berikan beberapa foto dari desa karena tempat ini sangatlah indah, apakah mereka pernah melihat sawah?" tanya nenek sambil menyantap makanan dan minuman yang sungguh nikmat.
"Iya, mereka sangat senang dengan semuanya. Jika ada pemandangan hijau yang sangat indah, ayah dan ibuku sangat menyukainya."
Hang tak bisa berhenti memakan makanan yang ada di saat itu karena penuh dengan cita rasa pedas asin.
Dia cara memakan makanan yang rasanya seperti itu karena di luar negeri tidak ada rasanya alias hambar.
Beberapa menit kemudian, ketika orang itu sudah selesai makan dan langsung beberes untuk pulang ke rumah.
Jarak dengan rumah tidak terlalu jauh sehingga jalannya bisa pelan-pelan saja.
Di depan rumah nenek ada seorang pria yang menunggu, alangkah terkejutnya Hang, ketika orang yang ada di sana lupakan ayah yang tiba-tiba datang setelah berada di luar negeri.
__ADS_1
"Ayah!"
****