Si Cupu Menjadi Bos Seksi

Si Cupu Menjadi Bos Seksi
Apakah aku cinta dia?


__ADS_3

Hang membawa sang gadis naik ke lantai atas, lalu segera melakukan banyak hal yang begitu menyenangkan.


Hang memberikan fasilitas karaoke.


Franda merasa sangat senang dan bernyanyi sepuas yang dia mau di sana.


Pada akhirnya, Hang mampu melihat kebahagiaan di wajah mantan kekasihnya yang sangat dia cintai sampai saat ini.


Hang tidak mau minum banyak wine, karena takut mabuk dan melakukan hal yang tidak bisa dihindari.


Namun, Hang hanya ingin menjadikan Gadis itu jujur apa adanya.


Sehingga, tanpa sepengetahuan sang pria dia menyisipkan wine di minuman itu.


Sang gadis sedang merasa galau dan tidak menyadari bahwa minuman yang ia habiskan adalah wine, sang gadis mabuk.


"Apakah kau tahu Hang, aku menyembunyikan perasaan ini, semuanya hanya untukmu tetapi kau justru melakukan hal yang membuat kesal. Harga diri ini, tidak pernah aku rasa sampai sejauh ini karena mu. Aku menurunkan segala itu untuk berpenampilan seperti seorang gadis, aku menjalin hubungan dengan pria kurang ajar seperti Doni. Aku bahkan membohongi perasaanku yang masih mencintaimu."


Deg!


Hang merasa tidak baik-baik saja karena mendengar pengakuan yang cukup mencengangkan dari mulut gadis yang selama ini dia nantikan.


Hang, merasa sedih juga bahagia karena cintanya akan segera terbalas meskipun di dalam alam bawah sadarnya dia meragukan apa yang dikatakan oleh Franda.


Franda dalam kondisi mabuk dan melakukan sentuhan yang membuat Hang tak bisa menolak.


Keduanya melakukannya di ruang karaoke, namun saat akan melesatkan gol, dia tidak melakukannya.


Hang hanya ingin menyenangkan gadis yang ada di sampingnya dan dia akan melakukannya sendiri di kamar mandi.

__ADS_1


.


.


.


Satu jam sudah, sang gadis sudah lemas, Hang juga sudah bersih karena baru saja mandi.


Dia tidak akan membuat Franda terbangun.


"Fit, aku sudah melakukannya tetapi, saat gol akan tercipta, aku tak bisa melakukannya."


"Woy! kenapa?"


"Aku takut jika dia akan membenciku. Aku menahan diri lalu pergi ke kamar mandi."


"Haha, bagus. Kau lakukan apa lagi?"


Fito senang karena temannya yang culun itu akhirnya bisa bermain dengan satu hal yang sangat pribadi.


Hang hanya belum percaya diri.


Fito memberikan dukungan.


.


.


.

__ADS_1


Malam hari pukul 20.00 ....


Franda merasa malu karena tidak mengenakan apapun setelah bangun tidur dan meminta penjelasan dari Hang.


Hang menjelaskan sesuai dengan apa yang dialami dan dia berjanji tidak akan melakukan apapun, dia hanya mencoba menyenangkan gadis yang ada di depannya itu.


"Aku melakukannya di kamar mandi, aku tidak pernah melakukannya di dalam. Aku masih menjaga kehormatan mu."


Hang benar-benar mampu mencuri perhatian Franda.


Franda melihat malu-malu kucing tetapi ingin mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.


"Hang, aku meminta maaf kepadamu karena aku memanfaatkan dirimu. Aku sebenarnya tidak menyukai jika harus bersamamu di sini, aku hanya melampiaskannya karena kekasihku berkhianat."


"Iya, aku paham, kau tidak perlu menjelaskannya terlalu berlebihan, jadi berikan yang terbaik untuk kita nanti."


"Maksudnya?"


"Aku akan membuat Fira memutuskan ku, kita akan menikah."


"Kau?"


"Iya. Aku bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan meskipun tidak melakukan sejauh itu, tapi juga tergantung dirimu mau di tanggung jawabi atau tidak."


Franda tersenyum kembali karena merasa bahwa pria yang ada di sampingnya itu merupakan pria yang sangat maju dengan segala kepribadian luar biasanya.


Dia tidak meragukan lagi apa yang sebenarnya terjadi, Hang memang seorang pria yang amat memegang segala prinsipnya, apalagi untuk mencintai dan menikahi.


Hang hanya ingin Franda seorang.

__ADS_1


*****


__ADS_2