
Franda tidak merespon Hang, sebab pria itu terlihat sok akrab dengannya, apalagi dia baru saja pertama bertemu, tapi sikapnya sudah aneh.
Baru bertatap muka sudah sok kenal, hingga lift itu terbuka, lift berada di lantai 15.
Ting!
Suara itu mengiringi terbukanya pintu lift.
Fito sudah paham dengan tugasnya, lalu membawa sang gadis ke dalam ruangannya terlebih dahulu.
"Kau ikut aku saja," pinta Fito.
"Oh, memangnya kenapa?" tanya Franda penasaran.
"Bos sedang ada di luar, kau bisa mengobrol denganku dulu. Soalnya ada banyak hal yang harus aku katakan padamu," jawab Fito.
"Oke, siap!"
Franda mengikuti apa yang dikatakan oleh Fito dan masuk ke dalam ruangannya yang hanya bersebelahan dengan ruangan bos besar.
Sebelum benar-benar masuk, Franda melirik ke arah Hang yang terlihat sedang menelpon seseorang, Franda merasa sang pria sangatlah aneh.
"Fito, kau kenal siapa yang bersama kita di dalam lift tadi?" ungkap Franda.
"Iya, aku kenal. Dia temanku, salah satu karyawan," jelas Fito dengan menahan tawa.
"Oh, oke."
Franda dan Fito masuk ke dalam salah satu ruangan yang cukup bagus untuk ukuran karyawan biasa, padahal Fito kini menjadi orang kepercayaan dari Hang Zhie.
.
.
.
Di dalam ruangan Fito ...
__ADS_1
Franda terkejut dengan apa yang ada di hadapannya, bukannya ada banyak tumpukan pekerjaan, justru tempat itu rapi dan bersih.
"Heh? kau makan gaji buta ya?" tanya Franda.
"Tidak, memangnya kenapa?" jawab Fito bertanya balik.
"Iya, aku merasa tempat ini bukan seperti sebuah ruang kerja, justru seperti ruang karaoke!"
Kini sudah jelas, apa yang menjadi tugas dari seorang Fito, dia hanya menemani Hang ketika sedang galau, kali ini ruangannya di sulap menjadi ruang yang mirip dengan family karaoke.
"Haha, ini ide bos, jadi perintahnya memang sangat aneh dan tidak normal seperti pada umumnya, bos kita itu agak kurang sehat," bisik Fito.
Dia membuat sang teman menjadi ilfil, Franda mengatakan malas bekerja di sana.
"Kau tidak perlu mencemaskan bos, gajinya sangat besar di sini, kau bisa membeli banyak barang, apalagi gaji untuk karyawan baru mendapatkan banyak bonus."
Fito mencoba memberikan opsi yang cukup bagus, ini akan mempermudah Hang untuk bersama dengan Franda.
"Terserah kau saja."
Saat perbincangan sangat akrab, Hang menelpon Fito agar membawa gadis itu ke ruangannya.
Franda mendengar perintah itu dan merasa gugup, dia tak membawa apapun, amplop coklat yang menjadi khas orang membawa dokumen melamar kerja juga tidak ada, ini membuatnya tidak percaya diri.
Namun, Fito menjelaskan jika untuk karyawan yang berasal dari teman SMA terpilih, bisa masuk ke dalam kantor yang megah itu dengan mudah.
Salah satu hal yang menjadi pertimbangannya adalah orang yang di bawa oleh Fito.
"Aku cukup bangga bersama denganmu, kau temanku yang baik, selalu bersamaku sampai kapanpun," ungkap Franda.
Dia tidak tahu jika semua ini sudah di setting oleh Hang.
Kantor milik Hang memang baru saja di buka di kota itu, kurang lebih baru 2 tahun lamanya, dulu dia menjadi pembantu sang ayah, kini setelah lulus kuliah, Hang sendiri yang menjadi bos di kantor sang ayah.
"Tentu saja. Aku juga akan menjadi rekan kerja yang baik, kau tenang saja," jelas Franda.
"Siap!"
__ADS_1
Fito mengajak Franda keluar dari ruangannya lalu membawa ke ruangan sang bos yang berada di samping ruangannya.
Hang mengetuk pintu, lalu tak berapa lama, Hang muncul.
"Heh, kau lagi?" ucap Franda malas.
"Iya, aku bosmu, jadi setiap hari harus bertemu!" jawab Hang dengan perasaan yang sangat bahagia.
Dia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan Franda, dia sudah mempersiapkan diri menjadi pria yang terlihat dewasa dan mapan, seperti tipe Franda.
Sang bos tahu semua itu dari Fito.
Franda ingin mundur, dia sudah ilfil sejak tadi, selalu berdoa agar memiliki bos waras, tapi nyatanya kenyataan begitu sulit.
"Kau masuk Fit, ajak temanmu," pinta Hang.
Dia memasang wajah sok polos dan ini sangat menyebalkan.
Franda enggan masuk, Fito mendorong Franda dengan perlahan.
Kini kedua orang itu sudah berada di hadapan sang bos.
"Duduk!" pinta Hang.
Dua orang itu duduk berhadapan dengannya.
Hang Zhie nampak bahagia.
"Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan cinta pertamaku, sejak dulu sampai sekarang aku tetap suka, apalagi penampilannya sekarang, sungguh tipeku," batin Hang.
Dia merasa bahwa gadis yang ada di hadapannya memang jodoh yang sesungguhnya.
Hanya saja Franda sangat ilfil, tidak mudah untuknya menyukai Hang.
"Pria aneh, sejak tadi hanya menatapku saja, dia suka denganku? amit-amit!" batin Franda.
****
__ADS_1