
Hari di rumah nenek sangatlah menyenangkan karena mendapatkan banyak makanan, tidak cuma itu, mereka berdua bisa jalan-jalan ke tempat yang tidak biasa seperti sungai atau jembatan yang sangat fenomenal di desa itu.
Saat malam menjelang, keduanya duduk di depan rumah dan menikmati bincang malam bersama tetangga.
"Kau memiliki seorang cucu dengan pengetahuan yang banyak sehingga dia bisa menjadi seorang lurah di sini."
Dua orang pria yang sudah tua, mencoba memberikan kata motivasi pada Hang.
Namun, Hang tak mudah untuk percaya begitu saja.
"Aku merasa tidak bisa menjadi orang yang baik-baik saja."
Sehingga pada akhirnya, Hang mundur untuk dijadikan kepala desa.
Malam semakin larut, Hang meminta izin untuk beristirahat, tapi nenek memiliki satu hal yang lebih baik dari segalanya.
"Kau temani nenek dan akan mendapatkan bonus setelah ini."
"Oke."
Hang menuruti apa yang dikatakan oleh nenek dan tidak menghiraukan istrinya sendiri sedang berada di dalam kamar.
.
.
.
Di saat Franda merasa kesepian di dalam kamar, Hang tertawa bersama dengan neneknya.
"Nenek sudah memiliki banyak pengalaman mengenai melahirkan anak, jadi kau harus banyak belajar dari ku!"
__ADS_1
"Iya, aku tahu!"
Hang bukannya tidak mampu dirikan saya istri tetapi dia berada dalam situasi yang sulit, sang nenek adalah orang yang harus dihormati selain kedua orang tuanya bahkan ketika berada di sana dia juga harus tahu tata tertibnya.
Pukul 23.00, akhirnya perbincangan itu usai dan sang nenek mempersilahkan cucu menantu masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang, maafkan aku karena lama sekali berada di luar, aku bersama dengan beberapa teman nenek berbincang mengenai masa depan dan anak-anak. Kau jangan marah kepada aku ya?" pinta sang suami.
"Iya, aku tahu karena aku mendengarkannya. Namun, setidaknya kau mengetahui bahwa ada aku disini dan jangan membuat semuanya berantakan lagi. Aku menunggu sangat lama untuk tidur bersama."
Sang suami merasa bersalah karena mendapatkan situasi yang cukup penting ini karena beberapa hal.
Dia menjaga perasaan nenek sekaligus istrinya yang sangat sensitif itu.
Hang, mendekat ke arah sang istri lalu memeluk dari belakang.
"Aku sudah ada di sini dan apa yang akan kau lakukan padaku?" yang Hang.
Hingga sentuhan itu mulai masuk ke dalam titik inti yang sangat menentukan.
"Kau terlalu berpengalaman jadi membuatku merasa melayang, lakukan saja sesuai dengan apa yang kau inginkan karena aku menerimanya!"
Melihat sang suami rela lahir batin, sang pria melakukannya dengan sangat baik, hingga terdengar suara yang sangat merdu membuatnya ingin melakukan lagi dan lagi.
Pagi harinya...
Kedua manusia yang melewati malam sangat panjang itu benar-benar menikmati, mereka terbangun dari tidurnya ketika sang nenek mengatakan bahwa pagi sudah menjelang kemudian harus segera berjemur badan.
Keduanya malu-malu keluar dari kamarnya sendiri kemudian sang nenek menyindir.
"Heh, apa yang kau lakukan kepada cucu perempuanku?"
__ADS_1
"Aku hanya membahagiakannya dengan beberapa hal, ini adalah resep yang nenek berikan padaku kenapa lupa?"
"Haha, apa yang kau katakan memang benar adanya jadi lakukan saja sesuai dengan keinginanmu."
"Oke."
Dua orang yang masih belum mandi, berjemur di hangatnya mentari yang baru saja muncul, sang nenek memberikan bedak yang sangat harum serta dingin.
Dia katakan bahwa di desanya ada bedak seperti ini untuk membuat kulit lembut serta menjaga penuaan dini.
"Nenek, aku tahu rahasia nenek awet muda pasti menggunakan bedak ini, mengapa kakek bisa meninggal dunia ya? padahal nenek begitu cantik untuk ditinggalkan."
"Haha, gaya humormu sangatlah lucu, aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
Nenek minta kedua cucunya untuk duduk dan mendengarkan apa yang akan dia katakan.
"Aku adalah generasi ketiga dari kedua orang tuaku, anak laki-laki yang kini jadi ayah Franda. Ada dua lainnya, tapi sudah ada di luar negeri karena beberapa alasan. Kakek mengatakan padaku bahwa dia akan meninggal terlebih dahulu karena sudah bekerja terlalu keras, aku tidak mempercayainya dan selalu tertawa. Hingga, benar-benar kelelahan dan sakit. Aku orang yang selalu berada di sampingnya, aku akan menjadikan dia sebagai pelabuhan terakhirku sehingga meskipun aku awet muda tidak akan pernah menggantikan posisi kakek dengan pria lain di dalam hatiku."
Nenek ternyata seorang yang setia karena memiliki jiwa yang sangat luar biasa ketika mencintai seorang kakek.
Cerita ini administrasi pasangan muda agar selalu menjaga keutuhan rumah tangga tanpa perlu membesarkan permasalahan yang bisa diselesaikan secara mudah.
"Nenek, saranghae!" ucap Franda.
"Pret! aku tidak percaya kau mencintaiku karena selama ini tidak pernah membantuku menimba air di sumur bahkan mencari ikan saja tidak mau, pret!"
"Wkwkwwkwkwk, aku tidak pernah menyangka jika istriku begitu lelet! haha, dia hanya seorang berandal yang pandai bela diri."
"Hahaa, apa yang kau katakan memang benar adanya, Franda mewarisi ilmu dari kakeknya."
*****
__ADS_1