Si Cupu Menjadi Bos Seksi

Si Cupu Menjadi Bos Seksi
Masih cinta?


__ADS_3

Setelah diterima menjadi karyawan di kantor Hang, pada akhirnya Franda merasa cukup bangga sebab selama ini belum pernah ia temui perusahaan yang sangat besar di kota itu.


"Terima kasih telah menerima aku menjadi bagian dari perusahaan ini," ucap Franda.


"Ya. kok bisa datang besok pagi pukul 07.00, jangan sampai telat karena akan ada briefing setiap paginya. Aku tugaskan kau sebagai sekretaris calon suamiku jadi jangan genit ya."


"Maaf nona, aku sama sekali tidak tertarik dengan kekasihmu yang sangat culun meskipun sudah berubah penampilan. Maaf nona, aku juga sudah memiliki kekasih yang lebih tampan serta sangat pandai tidak seperti kekasihmu itu."


"Hahaha ... aku suka gayamu yang ceplas-ceplos tapi hati-hati dalam berbicara, aku bisa saja memecat atau menghapus gaji yang harus perusahaan ini bayarkan padamu."


"Oke, aku hanya khilaf saja ketika mengatakan itu semua kepadamu, aku dan dia satu kelas dan sangat aneh jika melihatnya berpenampilan rapi."


"Oke, tidaknya aku yakin bahwa aku tidak menyukainya.".


"Ya, kok bisa percaya kepadaku karena beberapa hari lagi aku akan melakukan pertunangan, kalian bisa hadir juga."


"Bagus, aku juga akan melangsungkan pertunangan tetapi sebelumnya kami sudah bertunangan, undangan itu hanyalah peresmian saja. Jadi, kita sudah sama-sama memiliki calon suami jadi bisalah menjaga perasaan."


"Bisa saja, aku pamit dulu ya nona."


"Oke."


.


.

__ADS_1


.


Franda sudah merasa muak berada di tempat itu dan langsung keluar, tak sengaja dia menabrak tubuh dari Doni.


"Aduh!"


"Kenapa?"


"Doni? sedang apa kau ada di sini?"


"Maaf, aku membututi mu karena merasa sangat cemas, kau jangan marah padaku ya?"


"Aku tidak akan marah, jadilah pria yang baik karena kita akan bertunangan dan menikah."


"Wah, kau sudah setuju."


Doni sangat bahagia karena mendengar keputusan yang tidak biasa dari sang kekasih, meskipun begitu semuanya terlaksana dengan baik.


Doni dan Franda turun ke lantai bawah menggunakan lift. Beberapa menit berlalu keduanya Sudah sampai di lantai 1.


"Wah, aku tidak menyangka jika kantor ini begitu bagus," ucap Doni.


"Tidak juga, aku merasa jika kantor ini jelek."


Franda tidak suka jika apa yang berhubungan dengan Hang, pagi melihat pemandangan yang tidak mengenakan di ruangan bosnya itu.

__ADS_1


Franda masih terngiang-ngiang ketika Fira bersama Hang, saling memberikan cinta di hadapannya tetapi dia mencoba untuk biasa dan diam.


Toh, mereka memiliki hubungan spesial dan akan segera menikah, jadi tidak ada salahnya untuk membiarkan dan tutup telinga, serta mata yang paling penting.


.


.


.


Tempat parkir ....


"Aku akan menyetir," pinta Franda.


"Oke."


Doni tidak merasa curiga karena sang kekasih memberikan harapan yang tinggi terhadapnya.


Sehingga momen hari ini terasa sangat menyenangkan, Franda juga bisa menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya, dia sangat rapuh, meskipun begitu, dia pasti selalu berdoa kepada Tuhan agar apa yang dirasakan, tidak berulang terus hingga menjadi sebuah penyakit.


Dia tidak pernah bisa memungkiri jika ada cinta yang lain untuk Hang, dia belum memahami semua perasaan itu sehingga mencoba untuk menepis.


"Aku terlihat cemburu di hadapannya dan ini tidak baik, rasanya begitu aneh, aku tak suka dengan perasaan ini," batin Franda.


Dia memasang muka yang ceria meskipun palsu, perlahan tapi pasti Franda mulai mengemudikan mobil itu meninggalkan kantor milik Hang.

__ADS_1


*****


__ADS_2