
Sang istri merasa senang karena kehidupannya akan baik-baik saja setelah ini.
Ayah mertua yang baik, suami yang luar biasa, keluarga menjadi satu tumpuan kebahagiaan bagi Franda.
Sejak saat itu, Franda merasa bahwa kehidupan ini memang sangat membahagiakan, apalagi setelah menjadi satu dengan Hang.
Seorang pria culun yang kini benar-benar tampan.
Jika mengingat masa lalu, rasanya kedua orang itu tak mungkin menjadi satu, sebab yang terjadi adalah, penolakan Franda yang tak henti membuang perasaan untuk Hang.
Kehidupan kedua orang itu, memang sangat kompleks.
Sampai akhirnya Hang harus pergi ke luar negeri setelah pulang dari rumah nenek, ini membuat Franda kesal.
Hari ini merupakan hari dimana Franda dan Hang melewati hari terakhir di rumah nenek, setelah beberapa hari di sana.
Ayah mertua, Hang dan Franda sudah sepuluh hari ada di sana, rencananya mungkin akan lebih lama dari itu, tetapi entah mengapa justru begitu singkat.
Banyak rencana yang tiba-tiba berubah, pertama ingin berlibur satu minggu, lalu dua minggu, setelahnya satu bulan.
Eh ternyata ada banyak hal yang menghalangi, jadi 10 hari menjadi pilihan yang tepat.
Ini dikarenakan Hang yang harus ikut ayahnya bekerja di luar negeri.
Ada beberapa proyek yang ayahnya buat, Hang harus ikut.
__ADS_1
.
.
.
Pukul 04.00, ketiga orang itu sudah bangun dan berkemas untuk pulang.
Nenek sedang mempersiapkan makanan untuk anak dan cucunya.
Kemudian meminta mereka untuk segera sarapan, meski masih pagi, rasanya tak akan melewatkan semua momen ketiganya yang masih bisa bertemu dengannya.
"Heh, apa aku tidak waras? ini jatah istrimu," ucap sang nenek yang langsung marah pada Hang.
Hang dan ayahnya sudah berada di meja makan, lalu memilah beberapa makanan yang ada.
"Ya Tuhan, aku kan cucu nenek juga, kenapa pilih kasih?" tanya Hang bingung.
"Haha ... makan yang lain saja," jawab nenek dengan senyum manisnya
Dia mencoba untuk menahan diri agar tidak menangis.
Pada akhirnya, semuanya akan pulang ke rumah masing-masing, nenek menjadi kesepian lagi.
Di saat kesedihan itu nampak nyata, Franda datang dan menghampiri neneknya.
__ADS_1
"Nek, ada apa? aku dengar tadi nenek marah-marah," ucap Franda.
"Oh iya, suamimu itu kekanak-kanakan, apa bisa menjadi orang yang tak tahu malu. Sate cumi adalah kesukaanmu waktu kecil. Dia main ambil saja, yang benarlah suamimu itu," gerutu nenek.
Franda tersenyum, dia merasa bahwa sebenarnya nenek sedang sedih dan menutupi segala perasaannya.
Cucu perempuan itu mencoba untuk menghibur neneknya.
"Nenek, aku akan tetap sayang padamu meski aku sudah pergi dari sini. Kau tidak perlu risau."
Franda senang ketika memiliki seorang nenek yang sangat sayang padanya.
Dia tak akan pernah lupa semua jasa neneknya.
"Iya, nenek juga paham. Kau jadilah istri yang baik, jangan merepotkan suami dan mertuamu," cetus nenek.
"Iya, aku paham. Ayo kita makan, jam 05.00 kita harus berangkat," jelas Franda.
"Kok cepat?"
"Iya, ada pekerjaan di luar negeri, jam 07.00 pesawatnya mau take off, jadi harus pagi sekali pulangnya."
Nenek tersenyum meski hatinya sangat sakit, rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perpisahan ini sangat menyakitkan.
"Oh, baiklah," jawab nenek penuh kekecewaan.
__ADS_1
*****