
Franda berada dalam bayangan masa lalu ketika bertemu dengan Hang.
Pesonanya yang sangat luar biasa, tak mampu membendung semua kekagumannya.
Namun, hanya ada satu hal yang akan membuatnya kesal, yaitu sebuah peristiwa.
Dia pernah membela pria culun yang berada dalam kondisi yang sangat baik ini.
Sang gadis masuk ke dunia khayalannya di masa lalu tentang sosok Hang sangat lemah.
Flash back :
Sang gadis masih berada di jalan ketika teman-temannya berada dalam perjalanan pulang juga.
Seorang gadis dengan segala keprihatinan yang mendalam, dia bahkan sering telat bayar sekolah, tapi ibunya bilang selalu ada uang.
Franda bilang tak mau sekolah, dia akan bantu ayah yang seorang pegawai lepas, mengurusi masalah listrik.
Hanya saja harus naik tower dengan ketinggian.
"Aku sudah hidup di dunia, tetapi sama sekali tak bisa membuat orang bahagia, apakah pantas aku di sebut anak?" batin Franda.
Gadis itu sedang beradaptasi dengan hidupnya yang akan segera berubah.
Menjadi gadis yang lulus dari sekolah ternama, dia hanya miskin tapi bisa masuk.
__ADS_1
Nilainya juga pas-pasan, maka dari itu banyak orang yang merundung dirinya.
Oleh karena itu, sebagai orang yang sangat senang dengan bentuk ketidakadilan, jadilah dia pahlawan para anak-anak korban perundungan.
Dia berkelahi juga bukan tanpa alasan. Franda selalu membuat satu kejutan yang amat luar biasa, seperti menjadikan satu hal yang lebih berharga dari sebelumnya.
...
Sesampainya di rumah ...
Sang ibu langsung mengomel.
Dia menunggu Franda di depan rumah, ayahnya belum pulang dari bekerja, jadi tidak ada yang membela Franda.
"Aku tidak suka kau menjadi anak gadis yang tidak mendengarkan ibu, lakukan apa yang ibu katakan dan ibu akan diam. Namun, kau terlalu menganggap remeh ibu!" teriak sang ibu membuat seorang teman yang kebetulan lewat depan rumah Franda kena semprot.
Sang ibu dengan suara yang sangat keras memaki anak dan tetangganya, seorang adik dari tetangga yang di marahi senang karena kakaknya tak bisa dengar kata orang tua, hanya mau dengar kata ibu Franda.
Franda bosan dengan amarah sang bos, hingga satu kesempatan gadis itu bisa kabur.
"Franda!"
Saat ada sela untuk pergi, si tetangga juga ikut kabur.
"Dua anak nakal!"
__ADS_1
Sang ibu lelah dengan semua ini lalu segera melakukan banyak kegiatan, seperti tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan mencuci baju.
Besok adalah hari sabtu, ibu gadis itu harus pergi ke rumah nenek Franda. Jadi dia harus segera menyelesaikan urusannya.
Franda hanya status saja saat menjadi gadis, sebab selama ini pria itu sama sekali tidak memikirkan perasaan sang ibu.
.
.
.
Saat sang ibu berada di kamar mandi, Franda mendapatkan telepon dari wali kelas.
Dia kena tegur.
"Jangan berkelahi lagi, kau itu anak gadis. Lebih feminim Fran, aku lelah dengan semua yang ada ini. Beberapa hari lagi kita akan melakukan banyak hal. Ada ujian tertulis dan ujian praktek, apa kau tidak paham juga apa maksud ibu?" ujar sang wali murid.
"Boby meminta dihajar bu, dia itu menyebalkan, bagaimana bisa menjadi orang yang tak kesal saat ada orang datang mengeroyok kami!"
"Jangan banyak alasan, ini adalah paling terakhir. Jika aku menemukan hal lain lagi, ibu akan mengeluarkan mu dari sekolah ini."
Wali murid sudah sangat lelah, mereka memilih untuk diam dan tak mengatakan apapun.
Franda juga malas meladeni wali kelas yang selalu berpihak pada Boby dan gengnya yang cukup pandai di kelas, mereka ada dari 3-10 besar.
__ADS_1
"Aku melakukan ini semua bukan karena sok jagoan, ibu bisa cari anak-anak yang suka merundung temannya, dia adalah Boby, dia bisa menghabisi Hang jika aku tidak bertindak."
*****