
Setelah keluar dari area kantor Hang, dia dan Doni sepakat untuk makan makanan laut di kedai pinggiran kesukaan Doni.
Franda memang sangat lihai menyetir, jadi dia berusaha sebaik mungkin untuk tetap berhati-hati dan tidak ngebut.
Dua puluh menit kemudian sampailah mobil Doni di tempat yang dituju.
Franda memarkir mobil itu di tempat yang sudah disediakan lalu keduanya turun dari mobil.
Franda memperlihatkan bahwa dirinya sangat menyayangi Doni, buah kejadian langka yang baru saja terjadi.
Doni menyambut dengan genggaman tangan yang tak kalah, merasa bahagia karena apa yang diinginkan selama ini akhirnya bisa ia dapatkan.
Doni dan Franda berhenti di depan kedai yang menjual seafood goreng.
Keduanya duduk di depan kedai dan memesan dua cumi goreng saus tiram, serta gurita cabe merah.
Kalau kesukaan Doni ya gurita. Jadi dia menikmati makanan yang ekstrem itu dengan sangat lahap.
Selama menunggu pesanannya dibuat, Doni mengatakan kebahagiaannya karena sang kekasih sama sekali tidak mengatakan sepatah kata pun yang membuatnya malas.
"Kau begitu berbeda hari ini dan aku suka."
"Haha, aku seharusnya melakukan ini terhadapmu tetapi aku selalu cuek, maafkan aku ya. Aku sudah memutuskan untuk pergi dari masa lalu. Aku siap, menjadi istrimu di masa depan."
__ADS_1
"Thank you sayang, selama ini aku menunggu kedatangan mu, menunggu kau mengatakan semua ini. Aku begitu senang ketika seorang gadis ya sangat aku sayangi mengatakan hal-hal yang manis."
"Hehe, iya sayang. Maaf sekali lagi, aku tidak bermaksud untuk melukai perasaanmu tapi karena aku tidak terlalu memperhatikan semua orang terutama kau, jadinya aku seperti orang yang cuek."
"Ya, aku paham. Aku juga minta maaf karena tidak bisa menjadi kekasih yang baik selama ini, selalu mengekang dan memintamu menelepon terlebih dahulu."
"Haha, aku baru ingat jika dulu kau selalu memintaku menelpon ya?"
"Haha, benar."
Kedua orang itu bercanda dan melepaskan segala kebenaran yang ada, seorang gadis dengan rasa yang tak biasa, untuk menerima dosen yang selama ini bersamanya.
Meski awalnya begitu sulit, saat melihat Hang bersama gadis lain, rasanya tidak mungkin untuk mewujudkan perasaan yang terpendam di dalam dadanya itu sehingga dia mengambil keputusan yang sangat besar.
"Nona, tuan, ini pesanan kalian berdua, selamat menikmati makanannya."
"Terima kasih," jawab Franda dan Doni secara persamaan.
Tanpa keduanya sadari ada Fito yang menguntit.
Dia berada di dalam mobil hitam yang cukup bagus.
"Hang, sepertinya teman kita sudah yakin dengan Doni."
__ADS_1
"Benarkah?"
"Iya, apakah sebelumnya kau melakukan sesuatu yang salah?"
"Tidak, aku melakukan hal yang baik-baik saja."
"Haha, aku tahu, kau membawa Fira, jangan berbohong."
Panggilan telepon itu langsung berakhir, entah mengapa alasannya.
Lalu ada nomor baru masuk.
"Heh, jangan ganggu kami. Nanti saja kalau membahas pekerjaan."
"Iya, sensi amat."
Nomor yang masuk itu sudah dipastikan sebagai Fira, jadi Fito memilih untuk mematikan panggilan itu.
Fito rasa kasihan dengan hang karena harus membohongi dirinya sendiri ketika mendapati cinta Franda yang tidak untuknya.
Hanya saja Fito masih penasaran dengan perasaan yang dimiliki oleh Franda.
Apakah gadis itu suka dengan Hang, atau hanya bersama Doni sebagai pelampiasan atau sebuah kompromi semata.
__ADS_1
Fito juga tidak paham akan semua itu.
*****