Si Cupu Menjadi Bos Seksi

Si Cupu Menjadi Bos Seksi
Diintrogasi ibu


__ADS_3

Dua jam berlalu ....


"Kita pulang yok," ajak sang kekasih.


"Ayo."


Doni lalu membayar untuk dua makanan laut, kemudian berjalan menuju mobil yang tak sengaja terparkir di samping mobil Fito.


Fito agak gugup, tapi dia menyadari bahwa Franda dan Doni tidak tahu jika mobil itu milik Fito.


Mobil Doni perlahan keluar dari tempat itu, kemudian pergi.


Fito merasa aman.


"Huft! tidak ada seorangpun yang tahu aku disini, aku merasa sangat aman."


Fito sudah menyelesaikan tugasnya sebagai penguntit, sehingga dia harus pulang ke rumahnya.


Sebelum benar-benar pergi dari tempat itu, Fito mengatakan kepada bos bahwa dia sudah mau pulang ke rumah.


Bos memberikan izin.


.


.


.


Mobil Doni ....


"Don, aku ingin kau mengantarku. Jangan lupa jam 06.00 kau sudah sampai di rumahku, soalnya besok adalah hari pertama aku bekerja."

__ADS_1


"Oke sayang, aku akan berada di sana sebelum jam 06.00."


"Tidak perlu memikirkan hal yang terlalu jauh. Aku sebagai seorang kekasih, juga paham kesibukanmu. Hari ini kau bahkan libur hanya untukku."


Franda menyadari jika kekasihnya selalu memberikan yang terbaik dan tidak akan pernah mengecewakan dirinya sehingga hari ini sampai besok, dan hari-hari selanjutnya, dia akan berusaha mencintai dengan tulus seorang Doni.


"Iya, setelah hari besok aku ada acara. Kau sendiri berangkat kerja tidak apa-apa kan?"


"Iya, tidak masalah untukku berangkat sendiri. Kalau boleh aku tahu, kau pergi ke mana?"


"Aku ada reuni teman SMA, mereka mengadakan pesta di luar kota bersama guru juga. Aku sebagai ketua panitia tidak boleh absen."


"Oh, oke. Hanya dua hari kan?"


"Iya."


Franda merasa sedih karena di saat dia menjadi orang yang begitu peduli terhadap Doni, justru Doni harus pergi dengan cepatnya.


Gadis itu tersenyum dan mencoba mengerti kesibukan sang kekasih.


"Kau mau ikut bersamaku?"


"Tentu saja tidak, aku harus berada di kantor karena ini adalah pekerjaan pertamaku. Aku akan menjadi karyawan pertama yang bolos jika ikut bersamamu."


"Oke, kok bersemangat lah bekerja dan jangan ingat lagi masa lalu."


"Siap."


Franda perlahan mendekat ke arah sang kekasih dan memeluknya, ini adalah sebuah momen yang sangat langka membuat Doni begitu tersanjung.


...

__ADS_1


Rumah Franda ....


Mobil Doni sudah sampai di depan rumah Franda.


Gadis itu keluar dari mobil. Doni mengatakan tidak bisa mampir karena ada dosen membutuhkan bantuannya.


Franda tahu dan membiarkannya pergi.


"Heh! kenapa calon menantu tidak dipersilahkan masuk ke dalam?"


"Astaga! kenapa ibu selalu mengagetkanku?"


Franda udah pernah terkejut hingga cukup jantungnya sangat kencang.


"Kau terlalu berlebihan, hm ... aku merasa kau sudah baik-baik saja dengan kekasihmu itu. Nah, seharusnya begitu sejak dulu, kalian jangan pernah bertengkar untuk hal-hal yang tidak penting karena selama ini ibu memantau."


Franda tidak mau ambil pusing dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Yah, kau sudah berpenampilan feminim tetapi masih berandal saja! tunggu Franda! belum selesai bicara kenapa kau pergi begitu saja!" teriak ibu Franda sambil menyusul sang anak.


.


.


.


Di dalam rumah ...


Franda diminta untuk ceritakan tentang kebersamaannya dengan Doni hari ini.


Ibunya, memang sangat memaksa dan menyebalkan bahkan ketika menanyakan pernikahan.

__ADS_1


"Ibu, aku ingin bertunangan dulu tidak mau menikah, untuk sementara waktu."


*****


__ADS_2