
Sang bos bersama dengan anak buahnya di dalam lift.
Hang yang kini lebih dominan, terlihat mendorong tubuh sang gadis dan memberikan satu kenangan di bibir Franda.
"Hey?"
Plak!
Tamparan kedua kali yang diberikan oleh Franda kepada orang yang kurang ajar terhadapnya.
"Aku bekerja denganmu karena orang-orang mendukungmu tetapi kau sangat kurang ajar terhadapku!"
Franda merasa kecewa dengan apa yang ada di hadapannya tetapi Hang berusaha untuk meyakinkan.
"Sejak pertama kali bertemu denganmu aku sangat menyayangimu, sejak SMA hanya kau yang menjagaku dan mau melindungi ku. Semua orang bahkan meninggalkanku ketika diriku berpenampilan tidak masuk akal."
Hang mencoba meyakinkan kepada gadis yang ada di hadapannya bahwa dia sangat mengagumi semua yang ada di dalam tubuh Franda, dari ujung kaki sampai ujung rambut hingga dia tergila-gila sampai tidak bisa tidur.
Franda belum pernah merasakan hal ini sebelumnya tetapi cinta yang diberikan kepadanya sangatlah tulus lebih dari Doni.
"Hang, kita hanya sebatas anak buah dan bos, kita juga sudah memiliki tunangan masing-masing, meskipun belum benar-benar resmi kita tidak boleh mengkhianati hubungan yang sudah dijalankan selama ini."
Hang lalu semakin memperdalam pelukannya karena dia tidak ingin lepas lagi dari seorang Franda.
"Asal kau tahu, aku tidak pernah benar-benar mencintai Fira,v dia hanya pelampiasan ketika kau tidak ada di sampingku jadi jangan pernah merasa aku ini seorang playboy yang tidak berhati. Asal kau tahu saja bahwa aku mencintaimu tanpa syarat, tanpa memberi kan beban yang sangat banyak, kau harus tahu jika aku tak akan pernah pergi darimu."
Sang gadis merasa kesal dengan apapun yang dikatakan oleh Hang, dia hanya akan dibohongi dan tidak akan mendapatkan kepastian.
__ADS_1
Ting!
Pintu lift terbuka, keduanya sudah memasang wajah dan baju yang rapi ketika karyawan lain masuk ke dalam, para karyawan tidak mencurigai apa yang sebenarnya terjadi karena keduanya bisa menutupi rahasia.
.
.
.
Tempat parkir...
Franda terpaksa ikut dengan Hang, dia mengikuti apapun yang dikatakan oleh Hang karena saat ini merupakan jam kerja.
Franda masuk ke dalam mobil dan menunggu Hang menelpon Fito.
"Maaf bos, nona Fira mengatakan ingin ke kantor tapi aku berkata ada urusan pekerjaan, dia memaksa tetapi aku mampu memberikan alasan yang cukup logis jadi dia pulang lagi. Aku baru saja mengantarnya, lebih baik begini saja bos. Kau datang ke restoran yang sudah aku tentukan, datang ke sana setelah urusanmu selesai. Nanti, kau akan bertanggung jawab atas segala yang akan terjadi."
"Kau tidak perlu seperti itu, kau harus ikut kami karena ada beberapa hal yang harus kita bahas."
"Tentang apa?"
"Aku tidak bisa berbohong dengan perasaanku dan mencoba untuk berselingkuh."
"Ha? berselingkuh dengan siapa?"
"Franda, aku akan bersama dia di kamar hotel dan menjebaknya."
__ADS_1
"Gila kau bos!"
"Tidak ada cara lain, jika dia berada di genggamanku aku pasti akan mendapatkannya kembali."
"Untuk kali ini, aku tidak setuju."
"Aku tidak mau membuang-buang waktu, jika kau setuju maka datanglah, berikan alamat restoran itu."
"Bos, kau tidak boleh melakukannya karena dia adalah gadis yang sangat aku sayangi sebagai seorang sahabat."
"Aku ingin berakting saja, aku pasang CCTV di sana kau mau mantau."
"Astaga! apakah kau akan menggunakan hotel milikmu?"
"Iyalah."
"Huhu, kau ini lama-lama jadi tidak waras."
Panggilan telepon usai, di waktu yang sama, sang gadis berada di kamar mandi karena merasa mual dan kebelet pipis.
Lalu setelah itu kembali kepada Hang.
"Sory aku lama."
"Tidak masalah, kau seharusnya menjadi orang yang tidak banyak acara, jadi setelah ini, berikan satu hal yang luar biasa."
Hang mengatakan hal yang tidak masuk akal, Franda makin bingung tentang apa yang di sampaikan oleh Hang.
__ADS_1
*****