Si Cupu Menjadi Bos Seksi

Si Cupu Menjadi Bos Seksi
Sehari di rumah ya?


__ADS_3

Di dalam gerbong kereta ...


Ayah Hang dan Franda duduk berdampingan, sedangkan Hang berada di hadapan keduanya.


"Aku merasa bahwa nenek sangat sedih jika kita pergi," ucap Franda sambil meneteskan air matanya.


"Iya, aku juga merasa begitu, hanya saja sekarang nenek memiliki banyak kegiatan. Dia mengatakan itu padaku," jawab Hang.


Ayah Hang mengiyakan apa yang dikatakan oleh Hang, dia bahkan mendapatkan informasi bahwa nenek selalu mempunyai cara agar tidak kesepian.


Sang mertua memeluk tubuh menantu yang terlihat sangat tidak baik-baik saja.


"Kau akan bersama kami, jangan merasa sedih. Aku tidak mau gagal menjadi seorang ayah."


Franda justru semakin sedih dan menangis.


Dia juga tahu, Hang akan pergi setelah ini.


"Hua."


Franda seperti anak kecil, hingga Hang harua menghiburnya.


"Istriku, jangan terlalu bersedih."


"Bagaimana aku tidak bersedih? kau juga akan meninggalkan aku."


"Aku tidak akan pergi, kau jangan merasa semuanya hilang. Aku masih ada di sini."


"Hiks, aku tidak percaya."


Ayah mertua mendapatkan kode dari anak tercinta agar berpindah tempat duduk.

__ADS_1


Sang ayah paham akan kode ini, lalu segera melakukan aksinya.


Hang memeluk tubuh sang istri, tapi istrinya justru tak mau.


"Kenapa kau berada di sini?"


"Loh, aku kan suamimu, kenapa tidak boleh?"


Sang istri terlihat sangat kesal dan marah.


Hang masih berusaha untuk menghibur agar Franda merasa senang.


"Sayang, aku merasa kau tidak perlu bersedih. Aku akan bersamamu sebelum pergi."


Sang istri kini menatap wajah Hang.


"Beraninya mengatakan itu padaku."


Tatapan dengan hati yang terluka, terasa sangat menyayat hati.


"Kau memang sangat keterlaluan, bagaimana bisa memberikan waktu hanya dua hari?"


"Satu hari."


"Dua hari, kau bilang dua hari."


Suami istri yang berdebat hal tidak penting, hingga membuat ayah mertua angkat bicara.


"Kalian selalu berdebat hal yang tidak penting."


Anak dan menantu masih saja berdebat, hingga sang mertua memberikan satu pengumuman penting.

__ADS_1


Dia mengatakan bahwa Hang akan berada di rumah dua hari lamanya.


"Apa? ayah? akan ada banyak rapat yang tertunda. Ayah tidak memikirkan matang-matang?"


Sang mertua menjadi orang yang paling berjasa di sini.


"Suami, kau tidak mau bersamaku sebelum pergi?" tanya Franda.


Dia merasa bahwa seorang Hang sangat mencintainya, tapi karena semua ini, dia menjadi ragu akan keyakinannya.


"Haha, sayang. Aku adalah suamimu, hanya saja aku berpikir realistis."


Hang memberikan satu perumpamaan yang amat jelas, sehingga Franda hanya bisa mendoakan akan hubungan mereka dengan mereka baik-baik saja.


Beberapa menit berlalu.


Hang dan Franda berhenti berdebat, keduanya merasa ngantuk.


Sang ayah mertua hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Dua orang yang sedari tadi ribut, selalu memperebutkan hal yang sepele. Ya Tuhan, akhirnya mereka diam juga."


Di saat seperti ini, sang ayah mertua lalu menelepon anak buahnya.


"Kalian sudah mau berangkat?" tanya ayah Hang.


"Belum bos, kami sedang otw, ada apa ya?" jawab para karyawan.


"Ke luar negerinya tunda dua hari lagi, Hang masih ingin ada di sini."


Karyawan yang sangat patuh pada ayah Hang, menanyakan alasan kuat kenapa tidak Hang saja yang memberikan perintah, tapi ayah Hang menjawab.

__ADS_1


"Aku adalah seorang ayah, dia adalah anakku."


*****


__ADS_2