
Kejadian tidak mengenakan itu, akhirnya usai. Sang gadis berada dalam satu keadaan yang tak biasa.
Hingga Hang merasa jika dia harus melindungi Franda.
Meski pria itu begitu kesal dengan semua keadaan ini, alangkah baiknya jika seorang Hang menikahi Franda.
"Aku akan menikahi Franda dan aku berada dalam satu keadaan yang sangat menyenangkan."
Hang menatap wajah sang gadis di kantor polisi, lalu membiarkan segalanya tak berubah sama sekali.
"Aku tahu kau merasa kotor, tapi dia menyentuhmu saja, aku juga melakukan hal yang sama. Jadi tidak perlu merasa sedih. Aku akan menikahi kau. Paham kan?"
Keduanya sedang duduk di bangku panjang yang berada di ruang tunggu kepolisian setelah memberikan keterangan pada penyidik.
.
.
.
Dua bulan berlalu ....
Kejadian demi kejadian sudah mereka lalu dengan sangat baik, kini saatnya kebahagiaan yang nyata hadir.
Setelah dua bulan dalam penantian, Hang dan Franda menikah dengan kebahagiaan yang begitu banyaknya.
Rasanya tidak akan mudah, meski begitu, keduanya memiliki satu keyakinan yang utuh yaitu akan mendapatkan kebahagiaan setelah melewati banyak hal yang sangat menyedihkan.
Di altar pernikahan ....
Keduanya mengucap janji pernikahan kemudian saling memberikan cinta lewat sentuhan bibir.
Bunga yang berada di dalam genggaman lalu dilempar, lalu ditangkap oleh Fito.
__ADS_1
"Wah, setelah ini kau akan menikah dengan siapa?"
"Aku akan menikah dengan ibumu saja!".
"Haha, aku tidak mau menjadikanmu ayah tiriku! apalagi ayahku yang sekarang masih muda dan bisa memiliki anak lagi."
Semua orang berada di dalam kebahagiaan karena pernikahan yang sakral terlihat begitu adem ayem dan syarat akan makna.
Cinta sebenarnya dalam hidup.
Franda mengalaminya.
.
.
.
Dua hari setelah pernikahan, Franda meminta Hang untuk tinggal di desa sang nenek selama satu minggu.
Persiapan menuju tempat itu sangatlah luar biasa, sehingga kini butuh persiapan.
Di ruang tamu, semua barang sudah siap.
Keduanya akan naik mobil, lalu ke stasiun kereta.
Rumah nenek ada di desa dan terlalu jauh dari bandara, jadi naik kereta saja.
Apapun yang dikatakan oleh istrinya, sang suami pasti akan menuruti.
Di dalam mobil ....
Semua barang sudah masuk ke dalam mobil, ayah dan ibu Franda ikut mengantar, ayah dan ibu Hang tidak, karena sudah terbang ke luar negeri.
__ADS_1
"Kau tahu jika ayah sangat ingin ikut ke rumah nenekmu?" tanya ayah Franda.
Dia tugas untuk menyetir mobil tetapi sangat banyak bicara.
"Haha, ayah jangan ke sana karena akan menghalangiku melakukan bulan madu."
Franda tahu, ayahnya adalah orang yang selalu berada dalam situasi ini, seorang pengganggu akut.
"Ayah sebenarnya tidak rindu dengan nenek tetapi sangat ingin menggangguku kan! aku ingin berlibur ke rumah nenek karena ayah selalu mengganggu di rumah, apakah yang tidak paham juga!" ujar Franda.
Wajah Franda memerah karena kesal, dia adalah anak gadis satu-satunya tetapi tidak mendapatkan keistimewaan selain kenangan yang buruk karena dia adalah berandal.
"Heh, kau ini adalah gadis yang baru saja menikah, kau harus bersikap baik kepadaku tetapi justru banyak sekali bicara. Kau itu anak yang tidak tahu diri ya?"
Kata-kata sang ayah, tidak membuat anaknya takut, sebab ayahnya mengatakan semua itu dengan cinta kasih.
"Haha, itu memang anak yang tidak tahu diri dari ayah yang tidak tahu diri!"
"Kau sekarang memang berbicara aku mengakuinya, satu hal yang harus kau ingat yaitu menjadi seorang ibu adalah suatu hal yang sangat berat, kok harus mengandung selama 9 bulan kemudian merawatnya hingga besar. Kau harus melewati banyak hal ketika menjadikan peran itu sebagai tolak ukur kebahagiaan."
Ayah tercinta, kini menggunakan kata-kata yang cukup romantis, membuat sang putri meneteskan air matanya karakter harum dengan petuah yang cukup menguras air mata.
"Aku belum mengeluarkan ilmu filsafat, tapi kau sudah menangis."
"Diam kau kakek tua, bagaimanapun juga kau adalah orang yang selalu bersamamu ketika aku terjatuh dan tidak pernah memarahiku ketika dulu selalu berkelahi dengan para laki-laki yang selama ini ayah kenal sebagai para bandit."
"Oh iya, aku teringat akan suatu kejadian ketika kau pulang dari tawuran, kau membawa anak-anak itu setelah ibumu pergi ke pasar. Aku berceramah dengan salah satu temanmu yang bernama Bembi. Dia jadi anak buah mu karena mendapatkan pukulan telak di hidungnya. Dia adalah orang yang cukup mampu jadi harus operasi plastik untuk menjadikan hidungnya normal kembali."
"Haha, ayah tahu tidak apa yang dia katakan kepadaku setelah itunya bagus?"
"Apa nak?"
"Dia merasa seperti seorang aktor Taiwan yang sangat tampan, dia mengibaratkan dirinya seorang badboy, dekat hidung mancung dia bisa mendapatkan prihatin lebih dari para gadis yang tadinya membenci. Wkwkwkwk, aku selalu mendapatkan uang darinya ketika harus berbohong."
__ADS_1
Franda tertawa terbahak-bahak ketika menceritakan kisah mengenai Bembi, berhidung pesek tetapi mancung sebab ulahnya yang menghantam dengan satu pukulan.
*****