Si Cupu Menjadi Bos Seksi

Si Cupu Menjadi Bos Seksi
Sampai di rumah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang, sampailah ketiga orang itu di stasiun kota.


Ayah Hang membangunkan anak dan menantunya.


"Bangunlah, sudah sampai," ucap ayah Hang dengan kebahagiaan.


Kedua orang itu merasa sangat senang.


Mereka bertiga dengan langkah penuh kebahagiaan terlihat sangat bertenaga dalam menjalani hari setelah ini.


Langkah yang bersemangat, penuh dengan rasa optimisme keluar dari gerbong kereta meskipun sangat sesak.


"Ayah, aku jadi libur dua hari tidak?" tanya Hang.


"Iya, jadi."


Sang ayah merangkul Franda.


"Suamimu aman, Fran."


Franda menatap sang penuh senyum.


Namun, tidak mengatakan sepatah katapun.


Dia terlihat malu karena sejak awal naik kereta sudah digoda terus.


"Ayah, jangan ganggu istriku, dia akan marah karena selama di kereta dia menangis."


"Heh!"


Sang istri melotot ke arah sang suami yang terlihat sama saja dengan ayah mertua.


Hingga ibu Franda datang menjemput, ketiga orang merasa sangat senang.


Mereka pulang ke rumah naik mobil yang sudah di siapkan oleh sang ibu.


Satu persatu barang masuk bagasi, lalu giliran manusianya yang masuk perlahan.


Setelah semuanya siap, sang ibu gas pol menuju rumah.


.

__ADS_1


.


.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, mereka saling bercerita.


Semuanya terlihat baik-baik saja hingga Hang mendapatkan telepon dari kantor.


"Hang, ada masalah. Kau cepat kemari," ucap Fito sambil berbisik.


"Ada apa?" jawab Hang dengan raut wajah cemas.


"Boby datang, dia musuhnya Franda."


"Heh? Boby?"


Franda langsung menoleh.


"Ada apa dengan Boby?"


"Tidak ada."


Sang suami sangat kikuk sebab dia tidak tahu jika Bobby di kota itu juga.


"Kau bicara dengan siapa? Fito?"


"Tidak sayang, anu."


Sang istri tidak sabaran dan langsung merebut ponsel milik suaminya.


"Ada apa dengan Boby?" tanya Franda dengan kesal.


"Dia ingin menghancurkan perusahaan Hang, dia sudah memulai dengan satu hal, yaitu merebut separuh kolega dari perusahaan suamimu."


"Apa kau bilang? dimana orangnya?"


"Ada di kantor, dia sedang negosiasi denganku, tapi dia berusaha untuk memprovokasi. Ayah Hang hanya bilang, aku harus berusaha dengan jalan damai dan menjadi orang yang baik."


Franda tidak percaya akan hal ini karena Boby licik.


Sang anak meminta ibunya untuk berbalik arah, karena urusan dengan Boby adalah hal paling sensitif.

__ADS_1


"Kau jangan berkelahi lagi."


Sang ibu sangat paham dengan manusia model Franda.


Apalagi Boby adalah musuh sang putri.


"Tenang saja bu, pasti aku akan baik-baik saja. Perasaanku yang sangat lembut ini pasti akan meluluhkan hatinya. Percaya saja padaku," jelas Franda dengan wajah yang sangat percaya diri.


Selama ini tidak ada orang dengan tingkat kepercayaan diri melebih Franda, alhasil ibu tercinta hanya bisa geleng-geleng kepala.


Sedangkan ayah mertua berpikir keras.


"Boby bukan pria sembarangan, tidak mudah bagi kita dalam mengalahkan dia."


"Tidak ada yang tidak mungkin, aku pasti bisa melakukannya."


Lagi-lagi Franda ingin menunjukkan bahwa dia adalah seorang wanita yang sudah menikah dan sangat berbahagia.


.


.


.


Sesampainya di kantor Hang ...


Hang tidak berkomentar sama sekali karena dia marah. Sumber kemarahannya adalah istri tercinta.


"Ada apa, ayo masuk. Ini kan kantormu?" tanya Franda.


"Iya, aku tahu, hanya saja seorang pria membuat istriku jadi bar-bar lagi. Aku tidak suka."


Sang istri lalu memeluk tubuh suaminya, di saksikan ibu dan ayah Hang.


Dia mengatakan akan baik-baik saja, jika tidak percaya, ikut saja dengannya.


"Aku akan habisi dia, temanku banyak di kota ini."


Sang istri berusaha untuk meyakinkan pria yang selalu dia cintai itu.


"Aku akan baik-baik saja, kita hadapi bersama."

__ADS_1


"Aku tidak mau."


*****


__ADS_2