
Pukul 00.00 ....
"Huft, Ibu terlalu kejam terhadapku karena mengintrogasi sampai semalam ini. Aku baru bisa tidur jam 00.00. Dia tidak akan pernah puas dengan jawaban yang aku berikan jadi aku harus ekstra sabar," ucap Franda sesaat setelah mendapatkan banyak pertanyaan dari ibunya.
Dia bahkan malas mandi, Franda hanya mencuci muka dan kaki kemudian tidur.
.
.
.
Pagi harinya ...
Franda telat, dia baru bangun pukul 06.00 pagi sedangkan sang kekasih sudah datang.
Dia memiliki ide untuk tidak mandi saja.
Dalam keadaan yang kacau, dia berlari sambil membawa bekal makanan yang disiapkan oleh ibunya.
"Bu, kami berangkat!"
"Mandi dulu Fran!"
"Nanti saja di kantor!"
Ibu Franda mengejar anaknya yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Dasar, bagaimana bisa seorang gadis tidak mau mandi dan membiarkan tubuhnya bau."
..
Mobil Doni terasa sangat bau tetapi pria itu sama sekali tidak mengatakan apapun karena menghormati sang kekasih, sampai perjalanan beberapa meter Doni mulai merasa mual.
__ADS_1
Namun, dia menahannya karena takut sang kekasih akan marah.
Hingga penderitaan Doni akhirnya usai, mobil itu telah terparkir tapi di tempat yang disediakan oleh kantor Hang.
"Sayang, aku berangkat dulu."
"Oke."
Franda sangat percaya diri meskipun badannya begitu bau, dia masuk ke dalam area kantor dan semua karyawan menutupi dunia.
Sang gadis acuh, dia masa bodoh dan tidak peduli dengan apapun yang ada di sekitarnya.
Pada intinya, sang gadis pasang muka tembok, hingga dia berada dalam lift.
Di sana ada beberapa orang yang mengeluh bau, tapi Franda tidak merespon.
.
.
.
Lift terbuka, mereka semua lalu berlari ke arah kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut yang tidak bertahan lagi.
"Mereka itu kenapa? baru juga bau belum mandi, sudah mual saja!"
Franda lalu masuk ke dalam ruangan sang bos.
Di sana ada Hang yang menggunakan penjepit pakaian untuk menutupi hidungnya.
"Kau ternyata mempersiapkan untuk bertemu denganku."
"Tentu saja, kau akan ditinggalkan oleh kekasihmu kan? makanya jangan berpacaran dengan seorang dosen, dia pasti akan berselingkuh."
__ADS_1
"Tutup mulutmu!"
"Haha, tidak perlu marah untuk mengatakan hal yang sebenarnya, dari tahu dari Fito, jika kau tidak mencintainya. Kau hanya mencintaiku saja, tapi sayangnya aku sudah akan bertunangan, sebenarnya tidak terlalu memusingkan untuk hidup bersama dengan satu wanita saja. Nanti malam, kau pergi denganku, sebelum hari pertunangan kita tiba."
"Oh, kau tahu jika aku ingin bertunangan?"
"Tentu saja, aku sangat tahu semuanya."
"Hang, tolong lepaskan aku jika kau hanya ingin menyakiti Doni."
"Kau yang menyakiti dirimu sendiri hingga pergi jauh dariku."
Hang berjalan ke arah sang gadis dan lama-lama semakin mendekat.
"Aku ingin berselingkuh denganmu, sebenarnya aku muak dengan semua yang ada. Mari kita selingkuh saja."
"Hey! apakah kau tidak waras? aku memiliki harga diri dan tidak mau menjadi selingkuhan, beri kesempatan gadis lain untuk menempati hatimu!"
"Aku sudah mencobanya tetapi tidak bisa, aku selalu ingin bersamamu, apakah kau mau?"
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi sang pria yang selama ini mendambakan Franda menjadi kekasihnya.
Dia tidak pernah menginginkan hal yang lain, jika Franda tak mau bersamanya dia akan memaksa.
"Franda, kekasihmu itu minum alkohol serta merokok di belakangmu. Aku tahu latar belakangnya, aku tidak mau ke terluka dan jauhi dia secepat mungkin."
Franda tak menggubris, dia hanya duduk di meja kerja yang sudah di siapkan.
Ya, Franda satu ruangan dengan Hang.
*****
__ADS_1