
"Mami, Bintang mau, mami berubah pikiran. Terima Nadya untuk jadi menantu mami. Dia baik mi, tidak akan mengecewakan mami!" Bintang mencoba untuk meyakinkan mamanya agar dapat menerima keadaan bahwa dirinya memang mencintai Nadya.
" Mami tetap tidak setuju kamu menikah dengan Nadya. Mami mau kamu menikah dengan ruby dan itu tidak akan berubah. Rubi sederajat dengan kita, dia juga bisa menyelamatkan perusahaan papa. Kalau kamu mau nikah dengan Nadya, apa yang bisa kita ambil dari gadis itu?" Mama Bintang tetap bersikeras untuk tidak menerima Nadya sebagai menantunya.
"kalau mama tidak bisa menerima Nadya, aku akan keluar dari rumah ini. Silakan Mama cari anak lain selain aku yang mau dijodohkan dengan orang yang tidak dicintai. Aku dan ruby sudah sepakat untuk berpisah, tapi kenapa Mami tidak juga bisa mengerti bahwa di antara kami berdua tidak ada kecocokan"
Bintang mengutarakan perasaannya. Dia mengancam mamanya untuk pergi meninggalkan rumah, ia berharap dengan Itu mamanya akan kembali luluh.
"Bintang jangan sekali-sekali kamu berani pergi meninggalkan rumah ini atau Kamu tidak akan mendapatkan warisan sepeser pun dari kami." mamanya justru mengancam untuk mencoret nya jadi daftar ahli waris.
" silakan saja Mi, Bintang tidak perduli. Bintang tidak ingin seumur hidup bintang hanya akan menderita karena menikah dengan orang yang tidak mencintaiku. Ruby juga sama, dia mencintai orang lain. Jadi, apa salahnya kalau kami berpisah? Seharusnya kalian sebagai orang tua lebih mengerti, bagaimana perasaan kami. Semua ini bukan hal yang terbaik. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai aku harap mami mengerti itu"Bintang tetap bersikeras untuk tidak mau menikah dengan Ruby. Karena ia dan ruby juga sudah bersepakat untuk berpisah, tidak ada lagi yang perlu di bahasa lagi di antara mereka berdua dan mereka tidak saling mencintai.
"Mami, jangan usir Bintang. Jangan juga biarkan Bintang keluar dari rumah ini. Dia adalah anak kita satu-satunya," Papa Bintang mengingatkan mamanya kalau Bintang adalah anak tunggal mereka. Benar juga, kalau dia bersikeras menolak perasaan Bintang terhadap Nadya, maka dia akan di tinggalkan oleh putra semata wayangnya itu.
"Baiklah, Mami akan mengabulkan permintaanmu. Kamu boleh menikahi Nadya. Tapi dengan satu syarat, kamu harus tinggal di rumah ini bersamanya," Mama Bintang punya alasan tersendiri kenapa ia harus menerima Nadya, tapi mengurung mereka di rumahnya.
"Kenapa aku harus tinggal di rumah ini dengan Nadya? Apa mami punya rencana?" Bintang mencurigai mamanya, ia tahu, mamanya bukan orang yang mudah berubah pikiran.
__ADS_1
"Papi, lihat anakmu. Dia audah tidak percaya pada maminya lagi. Padahal mami sudah menerima kehadiran Nadya, tapi kenapa dia malah memfitnah mami seperti itu," Mama Bintang pura-pura menangis untuk mengundang simpati Bintang. Benar saja, caranya berhasil membuat anaknya iba.
"Bintang, minta maaf pada mamimu," Perintah papanya yang juga percaya dengan sandiwara dari mamanya.
"Bintang minta maaf, Ma. Baiklah, Bintang setuju untuk tinggal di rumah ini bersama Nadya. Tapi.mama harus janji padaku, perlakukan Nadya dengan baik. Sekali aku melihat mami menghujatnya, aku akan pergi bersamanya," Bintang mengancam sang mama, ia tidak ingin mamanya mengganggu Nadya atau merancanakan sesuatu yang merugikan gadis itu.
"Mami akan berusaha mencintainya, sama sepertimu . Mami juga yakin, dia bisa menjadi menantu yang baik," Mama Bintang mencoba tersenyum, meskipun itu berat, dan semuanya hanya pura-pura.
"Terima kasih, Mi. Aku akan segera memberitahu Nadya kalau mami sudah menerima dia menjadi calon menantunya," Bintang memeluk mamanya karena sangat bahagia, terpaksa mamanya juga pura-pura bahagia.
"Jangan lupa, ajak Nadya makan malam bersama kita nanti malam. Mami ingin meminta maaf padanya karena pernah berbuat kasar dan mungkin melukai hatinya." Tentu saja ini hanya trik dari mama Bintang agar anaknya percaya kalau dia benar-benar menerima Nadya sebagai menantunya.
"..." Papanya tidak menyahut, hanya terseny dan mengangguk. Memandang bahagia anaknya yang tampak.sangat senang karena cintanya yang di restui oleh mamanya.
Bintang bergegas ke rumah Nadya untuk memberitahukan berita bahagia ini, kekasihnya itu pasti sangat bahagia karena mereka pasti akan segera melangsungkan pernikahan dengan restu mama Bintang.
Di rumahnya, Nadya tengah gelisah. Ia memikirkan cara bagaimana mama Bintang mau menerima dirinya. Jika persyaratannya adalah harta, dia tidak mempunyai itu semua. Haruskah hubungannya dan Bintang hanya akan kandas di tengah jalan?
__ADS_1
"Permisi," Nadya mendengar suara Bintang ada di depan rumahnya, ia segera bergegas membuka pintu dan di dapatinya Bintang ada di depan sana.
Wajah Bintang tersenyum ceria. Nadya yakin, Bintang datang membawa kabar bahagia. Gadis itu mempersilahkan Bintang untuk masuk.ke dalam rumahnya. Ia juga penasaran, berita apa yang akan di sampaikan oleh Bintang.
"Ada kabar apa, Sepertinya sangat bahagia wajahmu, Mas. Semoga yang kamu bawa ini adalah berita yang bahagia," Nadya menyuguhkan minuman dingin untuk Bintang.
"Aku memang membawa kabar bahagia, Nad. Mama merestui hubungan kita. Jadi kita bisa menikah secepatnya. Aku ingin segera menikahimu, Nadya," Bintang menyampaikan berita yang ia bawa dengan mata berbinar.
Berita itu tentu saja juga membuat kegelisahan Nadya menguap. Ia bisa bernafas sedikit lega karena apa yang mengganggu pikirannya kini telah terpecahkan.
"Aku senang, akhirnya ada titik terang dari masalah kita, Mas. Lalu, bagaimana ceritanya, sampai mama mau merestui hubungan kita?"
"Aku bilang, aku akan keluar dari rumah kalau aku tidak di restui menikah denganmu, perlahan mama melunak dan mau menerima kita. Hanya saja mama minta kita untuk tinggal di rumah saat sudah menikah nanti. Mama juga bilang, ia akan mencoba belajar menyayangi kamu seperti anaknya sendiri." Sesungguhnya Nadya masih meragukan ketulusan calon mertuanya, tapi ia tidak mungkin mengungkapkan itu sekarang. Apa benar, mama Bintang sudah berubah? Kenapa Nadya merasa ragu ya?
"Aku sangat senang, mas. Semoga nanti mama benar-benar menerima kita, ya. Aku terharu akhirnya mama mau menerimaku," Nadya hanya bisa berdo'a dalam hati, semoga yang menjadi ketakutannya tidaklah benar.
"Nanti malam, mama juga mengundang kamu untuk makan malam bersama.Kata mama, sebagai permintaan maaf karena mama sudah pernah membuatmu tidak nyaman saat itu, apa kamu mau menghadirinya?" Bagaimanapun Bintang butuh persetujuan dari Nadya. Meskipun pria itu tahu, calon istrinya bukanlah orang yang pendendam.
__ADS_1
" Tentu saja, aku akan pergi makan malam ke rumahmu nanti malam, Mas. Aku tidak mungkin mengecewakan mama yang sudah mengundangku," Tepat seperti dugaannya, Nadya pasti memenuhi undangan dari calon mertuanya itu.