Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Menikmati


__ADS_3

"Michelle, kamu sangat pintar memasak, apakah aku bisa minta bantuanmu?"


"Katakan saja, kenapa harus bertanya lagi," jawab Michelle dengan senyum.


"Aku ingin membawa bekal dari rumah, kalau lauk ini ada sisa, tolong panaskan!"


"Kalau sayur aku akan memasak yang baru untukmu, sayur tidak boleh masuk ke kulkas, kalau lobster aku sudah asingkan untukmu," jawab Michelle.


"Apakah kamu sengaja menyimpan untuk menjadi makan siang ku?"


"Iya, karena aku tahu kamu paling suka makan lobster," jawab Michelle


"Sepertinya aku belum pernah memberitahumu kalau aku suka dengan lobster, kenapa kamu bisa tahu?"


"Setiap kita makan di restoran, kau selalu pesan lobster. mana mungkin aku tidak menyadarinya," jawab Michelle dengan senyum.


"Dirimu sangat memahamiku, sayang," ucap Leonardo yang menyuapi istrinya.


"Besok siang aku akan mengantar ke perusahaanmu, jadi kamu tidak perlu menyuruh asistenmu datang jemput," ujar Michelle.


"Terima kasih! dan besok kita akan bersama!" ucap Leonardo dengan senyum.


Di sisi lain Victor sedang mengutak atik laptopnya. ia menyiapkan proposal untuk kontrak kerja sama dengan sebuah perusahaan besar.


Tidak lama kemudian nada panggilan masuk ke handphone miliknya.


"Papa...," ucap Victor yang melihat nama panggilan itu.


"Hallo, Pa!"sahut Victor yang menjawab panggilan itu.


"Victor, apakah kamu sudah siapkan proposalnya?" tanya seorang pria yang adalah ayah dari Victor.


"Pa, aku sedang menyiapkannya!"


"Ini adalah kontrak pertama yang kamu jalani, ingat jangan salah bicara atau kesalahan kecil apapun. karena Leonardo Valentino bukan pengusaha biasa!"


"Baik, aku memahaminya!"

__ADS_1


"Lakukanlah yang terbaik, buktikan pada semua pemegang saham di sini bahwa kamu mampu mengelola bisnis ini!"


"Iya, Pa. aku akan berusaha," jawab Victor.


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya.


Jam dinding menunjukan pukul 22.00.


Leonardo masih fokus pada laptopnya. sementara Michelle sedang duduk di samping suaminya sambil membolak balik majalah.


"Leonardo, sudah malam, seharusnya kamu tidur. apakah kamu sangat sibuk?"


"Hanya memeriksa beberapa data saja, sebentar lagi aku akan tidur," jawab Leonardo.


"Apakah kemunculan Victor aku harus memberitahunya? lagi pula Leonardo dan dia tidak akan bertemu juga. tidak mungkin aku merahasiakan darinya. tapi kami telah berjanji tidak akan merahasiakan apapun" batin Michelle.


Michelle yang sedang melamun di sadari oleh suaminya yang duduk di sampingnya


"Michelle, ada apa? apa kamu baik-baik saja?"


"Baik-baik saja! hanya memikirkan masalah pekerjaan. sebenarnya--" ucap Michelle yang dipotong oleh Leonardo.


"Sebenarnya aku--" ucap Michelle yang lagi-lagi dipotong oleh suaminya.


"Michelle, saat di rumah aku tidak ingin kamu memikirkan urusan pekerjaan, fokus saja padaku dan dirimu. aku ingin melihatmu selalu tersenyum," kata Leonardo yang merangkul pundak istrinya.


"Leonardo, aku sangat merindukan kehadiran anak kecil, aku tidak sabar untuk menjadi seorang ibu," kata Michelle.


"Kita pasti bisa memilikinya suatu saat nanti, semua ini tergantung jodoh," jawab Leonardo yang mengecup dahi istrinya.


"Apa kita bisa melakukannya malam ini?" tanya Michelle.


"Kamu ingin melakukannya?" tanya Leonardo dengan senyum.


"Iya, aku ingin mengandung anakmu," jawab Michelle


"Kalau begitu, malam ini aku akan melakukannya sampai kamu memohon padaku," ujar Leonardo yang mencium bibir istrinya.

__ADS_1


Leonardo mencium leher istrinya dengan liar hingga ke dua gundukan, ia melepaskan dress piyama Michelle dan melemparnya ke sembarangan arah


Leonardo melepaskan baju tidurnya dan setelah itu, ia melepaskan bra yang menutupi dua gundukan yang bulat, kenyal putih dan mulus.


Leonardo semakin kehausan saat melihat dua bulatan besar yang didepan matanya itu.


Ia memegang dan mere.mas dengan lembut, sambil mencium buah dada yang indah di matanya.


"Aahhh!" desa.han Michelle yang merasakan sentuhan suaminya.


Leonardo melepaskan pakaiam sendiri sehingga tanpa sehelai benang


Bagian atas tubuh Leonardo telah tanpa balutan apapun. dan kini Leornardo melepaskan celananya sehingga tanpa balutan apapun, senjata terpenting Leonardo pun menegang dan bersiap ingin melahap tubuh indah istrinya.


"Michelle, kau hanya milikku," ucap Leonard yang melepaskan pakaian yang menutupi bagian bawah Michelle kini hanya sisa kain tipis yang menutupi mahkota indah milik istrinya.


Leonardo kemudian melepaskan kain tipis itu sehingga menampakan mahkota milik istrinya yang akan menjadi lahapannya di malam itu juga.


Ia menindih dan mencium bibir Michelle yang ditekan ke bawah, sementara senjata pria tampan itu telah menegang dan bersentuhan dengan area kewani.taan istrinya.


Leonardo membuka lebar kaki Michelle dan melihat ke vagi.na miliknya. ia pun langsung memasukan pusakanya ke dalam vagi.na wanita itu untuk mendapatkan kepuasannya. Ia mendorong pusakanya sedalam-dalamnya.


"Aarrhhh!"desa.han Michelle yang sambil menarik sprei karena merasakan benda keras dan panjang itu menguasai bagian intinya lagi.


Leonardo bergerak maju mundur sambil mencium leher istrinya. ia menikmati setiap gesekan dipusakanya di goa yang sangat sempit. Leonardo merasakan sensasi yang luar biasa. ia mencium setiap sisi tubuh istrinya. sementara tangannya memainkan dua buah dada yang kenyal dan membuatnya semakin na*su.


Leonardo melakukan berulang kali walau sudah pelepasan, karena dirinya sedang menikmati puncak kenikmatan dan memompa semakin cepat dan semakin dalam. setiap hentakan kuat darinya membuat Michelle sangat menikmati. pria itu melakukannya berulang- ulang dan juga mencapai puncak kesekian kalinya.


"Leonardo," ucap Michelle.


"Michelle, aku masih menginginkannya, malam aku akan menghamilimu," kata Leonardo yang berbisik di telinga istrinya.


Pria itu melanjutkan gesekannya dengan lembut sambil menekan pinggang istrinya. setelah beberapa saat kemudian ia mencapai puncak kenimatan dan bergerak semakin cepat.


Suami Michelle telah berulang kali mencapai puncak kenikmatan setelah melakukannya selama satu jam lamanya. tidak lama kemudian ia menghentikan aksinya dan berbaring di samping istrinya.


"Apa kamu kewalahan?" tanya Michelle dengan senyum.

__ADS_1


"Istriku ini selalu membuatku kewalahan," kata Leonardo dengan senyum.


__ADS_2