Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Kekecewaan


__ADS_3

"Aku hanya...," ucap Leonardo yang terhenti.


"Hanya apa? apa yang membuatmu tidak gembira?"


"Mereka bertemu semalam di L.V Hotel, pria itu adalah pelanggan VIP," jawab Leonardo.


"Sebenarnya tidak seharusnya kamu marah, mereka baru saja bertemu semalam. dan ini juga bukan kesengajaan. mungkin saja bagi Michelle pria itu tidak penting lagi, oleh karena itu dia tidak memberitahumu. Leonardo, aku ingin bertanya padamu!"


"Tanya apa?"


"Apakah kamu merasa dibohongi oleh istrimu atau karena cemburu?" tanya Aaron.


"Aku bukan pria yang mudah cemburu, untuk apa aku harus cemburu dengan masa lalu yang tidak penting," jawab Leonardo.


"Istrimu bertemu dengan mantannya dan kau tidak cemburu sama sekali?"


"Aku adalah seorang pengusaha yang harus mengurus banyak hal, aku tidak ada waktu untuk cemburu. kalau saja Michelle melakukan kesalahan maka aku tidak ragu akan menceraikan dia," jawab Leonardo.


"Wah...Leonardo, kau sangat luar biasa, baru saja menikah sudah membahas penceraian, lalu, bagaimana dengan Zanana yang datang ke acara pernikahan? apakah Michelle marah padamu dan membatalkan pernikahan itu? bukankah Zanana juga melakukan kesalahan dari awal kalian menikah? kenapa kau menunggu hingga tiga tahun baru meceraikan dia? apakah kamu lebih mencintai Zanana dari pada Michelle?"


"Apa yang kamu katakan?" tanya Leonardo yang mulai kesal.


"Aku hanya penasaran denganmu, kenapa kamu bisa bertahan selama tiga tahun dengan Zanana yang sama sekali tidak menganggapmu? dan kenapa kau begitu kejam pada Michelle yang sama sekali tidak pernah menyakitimu? jangan mengatakan padaku bahwa kau menikahi Michelle hanya karena kamu ingin melupakan cinta pertamamu dan bukan karena cinta?"


"Untuk apa kamu membahas sesuatu yang tidak ada hubungannya," kata Leonardo.


Di saat mereka sedang berdebat, Michelle yang berdiri di depan pintu kantor telah mendengar semua pembicaraan mereka.


"Mana mungkin tidak ada hubungannya, Zanana adalah cinta pertamamu yang telah menjadi istrimu selama tiga tahun. di saat wanita gila itu menganggumu kenapa Michelle tidak marah padamu seperti sekarang kamu sedang marah padanya? Victor walau adalah cinta pertama Michelle tapi mereka sudah putus dan bertemu tanpa sengaja. sedangkan Zanana sering datang menganggumu dengan sengaja," kata Aaron.


"Apakah kamu memikirkan bagaimana perasaan Michelle? Leonardo, aku tahu kamu trauma dengan pernikahan pertamamu. bukankah kamu mengatakan bahwa dia sangat perhatian padamu? lalu, kenapa kamu tidak bisa bersikap lembut dan mengalah saja? jangan lupa, kau adalah suaminya. kalau hanya masalah kecil saja kamu tidak bisa mengalah apakah kamu masih layak menjadi suaminya?"


"Sudah, tidak perlu dibahas lagi! kalau saja Victor datang sampaikan saja padanya aku sedang sibuk. serahkan saja proposalnya padamu!" ujar Leonardo.


"Iya, aku tahu! aku akan keluar dulu," jawab Aaron yang melangkah keluar.


"Apakah Michelle menangis? apa yang telah aku lakukan padanya?" batin Leonardo

__ADS_1


Di sisi lain Michelle yang sedang menyetir, ia mengingat apa yang dikatakan oleh Aaron dan suaminya.


"Aku adalah seorang pengusaha yang harus mengurus banyak hal, aku tidak ada waktu untuk cemburu. kalau saja Michelle melakukan kesalahan maka aku tidak ragu akan menceraikan dia."


"Tidak mungkin Leonardo menikahiku hanya demi ingin melupakan Zanana, cinta pertamanya. tapi...kalau saja benar...ini sangat tidak adil bagiku," batin Michelle.


"Leonardo marah padaku bukan karena dia cemburu, dia sama sekali tidak cemburu. selama ini Zanana datang berkali-kali menemui dia dan aku tetap merasa cemburu walau hubungan mereka telah berakhir. aku sangat takut kalau perasaan Leonardo padanya akan muncul lagi. tapi apakah aku hanya bertepuk sebelah tangan?" ucap Michelle.


"Jangan sampai terjadi seperti apa yang dikatakan Aaron, kalau saja Leonardo menikahiku hanya demi melupakan Zanana, aku pasti tidak sanggup menerima kenyataan ini. seperti yang dikatakan Aaron. Zanana melakukan banyak kesalahan tapi dia bisa bertahan hingga tiga tahun. sedangkan denganku dia langsung ingin menceraikan aku kalau aku melakukan kesalahan," batin Michelle.


"Kenapa semua pria yang pernah kucintai selalu saja membuatku takut dan sakit hati," ucap Michelle.


Jam dinding menunjukan pukul 17.00.


Michelle masih berada di kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya, tidak seperti biasanya dia pulang lebih awal hanya untuk menyediakan makan malam untuk suaminya. dan sore hari itu ia memilih fokus pada tugasnya untuk beralihkan pikirannya.


Setelah ia mendengarkan pembicaraan diantara suaminya dengan Aaron ia berusaha untuk mempercayainya. walau bagaimanapun dirinya berusaha tetap saja dia merasa sedih andaikan apa yang dikatakan oleh Aaron adalah benar.


"Aku yakin Leonardo bukan pria yang akan memainkan perasaanku, aku yakin dia menikahiku karena mencintaiku dan bukan karena ingin melupakan mantan istrinya," batin Michelle.


Sementara Leonardo kembali ke kediamannya lebih awal dari biasanya. saat ia melangkah masuk ia menuju ke dapur untuk menemui istrinya.


"Kenapa tidak ada, apakah di kamar?" ucap Leonardo yang menuju ke lantai dua.


Klek.


"Michelle," panggil Leonardo yang melangkah masuk ke dalam kamar.


"Apakah dia belum pulang?" gumam Leonardo yang kemudian mengeluarkan handphonenya. ia membuka rekaman cctv dan melihat istrinya sedang rapat dengan para manager hotel.


"Michelle, aku bukan sengaja marah padamu, tapi aku adalah suamimu mana aku tidak cemburu," gumam Leonardo.


Selama Michelle masih bekerja, Leonardo melihat istrinya lewat handphonenya.


Dua jam kemudian.


Hotel.

__ADS_1


Saat Michelle ingin meninggalkan hotel ia bertemu dengan Victor yang kebetulan ingin memasuki hotel itu.


"Michelle, apa kamu sudah lepas kerja?"


"Iya," jawab Michelle dengan wajah lesu.


"Apa kamu baik-baik saja? sepertinya wajah kamu agak pucat, apakah kamu sakit?"


"Aku tidak apa-apa, aku ingin pulang dulu, permisi!" jawab Michelle yang menjauh dari pria itu.


"Michelle," panggil Victor yang menahan lengan wanita itu.


"Victor, jangan! aku sudah menikah dan aku tidak ingin menimbulkan gosip di sini!" ujar Michelle yang menepis tangan mantan kekasihnya.


"Menikah?".


"Iya, aku adalah seorang wanita yang sudah menikah, apapun yang terjadi di masa lalu tolong jangan diingat lagi! kita harus menjaga jarak," jawab Michelle.


"Siapa dia?"


"Dia adalah pemilik hotel ini, kamu pasti mengenalnya, dan aku juga sangat mencintainya. tolong anggap saja tidak mengenalku!" jawab Michelle yang kemudian melangkah pergi.


Victor tidak percaya bahwa wanita yang dia cintai selama ini telah menikah, dan dalam sesaat harapannya pupus.


"Siapa pemilik hotel ini? L.V Hotel?" ucap Victor yang sedang berpikir keras siapa pemilik hotel ini.


"L.V Gruop? L.V Hotel? nama yang sama..Leonardo Valentino adalah pemilk L.V Group. atau jangan-jangan...."


Victor yang ingin memastikan siapa pemiliknya ia pun melangkah masuk ke dalam dan menuju meja resepsionis.


"Tuan, ada yang bisa kami bantu?"


"Siapa pemilik hotel ini?"


"Namanya adalah tuan Leonardo Valentino."


"Ternyata dia adalah suami Michelle, seorang pengusaha sukses yang disegani," gumam Victor.

__ADS_1


Mantan kekasih Michelle hanya bisa pasrah setelah mengetahui kebenarannya. selama lima tahun ia masih menunggu kesempatan untuk kembali bersama wanita yang dia cintai selama ini.


"Tidak ku sangka, Leonardo Valentino adalah suaminya. aku tidak ada harapan lagi. perusahaan kami sedang mengalami masalah dan berharap bisa bekerja sama dengan L.V Group. tapi ternyata pemiliknya adalah suami Michelle," batin Victor.


__ADS_2