Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Ikuti Permainan


__ADS_3

"Baiklah, Dokter. terima kasih," ucap Michelle.


"Michelle, malam ini aku akan menemanimu di sini!" kata Leonardo.


"Besok aku harus ke kantor polisi," ujar Michelle.


"Jangan pikirkan masalah itu! aku sudah menghubungi Joseph untuk menyelesaikannya. jadi, sudah tidak masalah. kita ke kamarmu dulu, ya!" ajak Leonardo yang merangkul pinggang istrinya ke kamar VIP.


Setelah beberapa saat kemudian.


Michelle dan Leonardo telah berada di kamar VIP tempat Michelle inap malam itu.


"Michelle, aku penasaran dengan satu hal," ujar Leonardo.


"Ada apa?" tanya Michelle yang duduk di atas ranjang.


"Kenapa kamu bisa ada di luar?"


"Aku menunggumu hingga malam, dan nomormu juga tidak aktif, aku khawatir denganmu dan aku keluar ingin mencarimu. tapi, aku sangat tidak hati-hati sehingga menerobos lampu merah," jawab Michelle.


"Aku lupa kalau aku berjanji ingin makan malam bersamamu, maaf. Michelle," ucap Leonardo yang duduk di samping istrinya.


"Leonardo, aku tidak menyalahkanmu, tapi...aku hanya khawatir apakah Zanana akan menuntutmu karena menabraknya sehingga keguguran?"


"Saat dia menyeberang, dia tidak melihat jalan sama sekali. walaupun mobil tetap dinyatakan salah. tapi untuk saat ini aku akan menuruti dulu permainannya," jawab Leonardo.


"Permainan apa?" tanya Michelle.


"Dia pasti hanya ingin uang, aku bukan tidak tahu sifat wanita itu," jawab Leonardo.


"Mungkin tidak semudah itu," kata Michelle.


"Apakah menurutmu dia masih ada keinginan lain?" tanya Leonardo.


"Iya, yang dia inginkan adalah dirimu, apakah suatu saat kamu akan luluh padanya," batin Michelle.


"Tidak tahu! tidak ada yang bisa membaca pikirannya," jawab Michelle.


"Apapun yang dia pikirkan juga tidak ada gunanya, mengenai kejadian ini aku sudah memberitahu Joseph. lagi pula dia hanya berpura-pura saja," jawab Leonardo.


"Berpura-pura saja?"


"Zanana bukan tipe wanita yang suka pada anak-anak, dia sama sekali tidak ingin melahirkan. bayi dalam kandungan itu adalah darah daging dari brengsek itu. mana mungkin dia rela melahirkan seorang bayi tanpa suami," jelas Leonardo.


"Lalu, apa rencanamu?"

__ADS_1


"Ikuti saja permainannya, dia hanya ingin mengunakan bayi itu untuk membuatku merasa bersalah. dan selalu menuruti apa yang dia inginkan. tapi, aku harus mencari bukti juga untuk dokter kandungan mana yang memeriksanya," jawab Leonardo.


"Apa rencanamu? setelah menemukan dokter itu?"


"Aku hanya ingin tahu, apakah dia pernah mendaftar untuk melakukan aborsi," jawab Leonardo.


"Sudah malam! mari kita tidur. bagaimana dengan kepalamu, apakah masih pusing?"


"Sudah baikkan," jawab Michelle.


Keesokan harinya.


Dokter yang memeriksa kondisi Michelle telah mengambil laporan dan memberikan kepada Leonardo.


"Apakah istri saya baik-baik saja?" yang melihat isi laporan itu.


"Semuanya normal, untung saja tidak ada luka dalam," jawab Dokter.


"Terima kasih, apakah istri saya sudah bisa pulang?"


"Sudah bisa!" jawab Dokter.


Setelah beberapa saat kemudian Leonardo ingin menuju ke kamar VIP. dan di saat yang sama ia dihentikan oleh Zanana yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Leonardo, kau ke mana saja, aku sedang menunggumu semalaman," tanya Zanana yang langsung memeluk mantan suaminya itu.


"Aku sedang menunggumu, bagaimana dengan Michelle? apa dia baik-baik saja?" tanya Zanana yang pura-pura prihatin.


"Dia baik-baik saja!" jawab Leonardo.


"Aku ingin meminta bantuanmu!"


"Bantuan apa?"tanya Leonardo.


"Aku tidak ada tempat tinggal, apakah aku bisa tinggal di tempatmu untuk sementara?" tanya Michelle yang memegang tangan Leonardo.


"Tidak bisa!" jawab Leonardo yang melepaskan tangan wanita itu.


"Leonardo...," suara panggilan Michelle yang menghampiri suaminya.


"Michelle, kenapa kamu ada di sini?" tanya Leonardo.


"Aku sedang mencarimu, suster memberitahuku sudah bisa pulang," jawab Michelle.


"Mari kita pulang!" ajak Leonardo.

__ADS_1


"Sebentar! Leonardo, apakah kamu tidak pertimbangkan dulu? aku masih sangat lemah dan tidak tahu harus ke mana," ujar Zanana.


"Tinggal saja di sini dan rawatlah dirimu hingga sembuh, semua biaya sini aku yang tanggung," jawab Leonardo.


"Aku tidak suka di sini...," jawab Zanana.


"Michelle, kamu tentu saja sudah tahu, kalau aku baru keguguran. izinkan aku tinggal bersama kalian untuk beberapa hari saja. setelah aku mendapatkan tempat tinggal. aku akan pindah keluar," pinta Zanana yang memegang tangan Michelle.


"Walau aku mengatakan akan bertanggung jawab, tapi bukan berarti aku harus membiarkan mu tinggal di rumahku. Zanana, jangan berlebihan hanya karena bayimu keguguran," kata Leonardo dengan tegas dan menepis tangan wanita itu yang memegang istrinya.


"Leonardo, kau tahu aku baru saja kehilangan, aku tidak meminta lebih. aku hanya butuh tempat tinggal sementara," ujar Zanana.


"Sudah kukatakan, kalau karena tubuhmu masih lemah kau bisa tinggal di sini, untuk apa kau harus tinggal di rumahku," kata Leonardo.


"Michelle, mari kita pulang!" ajak Leonardo yang memapah istrinya.


"Sia,lan, apapun usahaku hanya sia-sia, andaikan aku bisa masuk ke kediamanmu maka aku akan merebut semuanya. Michelle Unique, lihat saja nanti aku akan mengunakan caraku untuk membuatmu sakit dan kecewa," batin Zanana.


Perjalanan menuju ke kediaman.


Leonardo sedang berbicara di handphonenya.


"Bagaimana?" tanya Leonardo.


"Tenang saja! semua


sudah beras, karena tidak ada jatuh korban jadi Michelle tidak dikenakan hukuman. hanya denda saja!" jawab Joseph.


"Baiklah, bayar saja berapa mereka minta," kata Leonardo.


"Iya," jawab Joseph yang memutuskan panggilannya.


"Semua ini salahku sehingga harus membayar denda, andaikan aku bisa kendalikan emosiku. maka semua tidak akan terjadi," batin Michelle..


"Michelle, ada apa? apa kamu tidak sehat?" tanya Leonardo yang melihat istrinya hanya diam sepanjang jalan.


"Tidak! aku telah menimbulkan masalah mobil rusak dan harus didenda," jawab Michelle.


"Bukan salahmu! dan jangan dipikirkan lagi! mobil rusak kita masih ada mobil lain. yang penting kamu tidak terluka," kata Leonardo.


"Leonardo, aku telah menimbulkan masalah, apakah kamu tidak marah?"


"Kenapa aku harus marah, kejadian tidak bisa dihindarkan, yang paling utama kamu tidak apa-apa. ini salahku juga kalau bukan karena aku tidak menyadari handphoneku tidak aktif. maka kamu tidak akan keluar mencariku. aku yang membuatmu mencemaskanku," ucap Leonardo.


"Sudah berlalu, jangan dipikiran lagi!" kata Leonardo.

__ADS_1


"Iya, aku mengerti!" jawab Michelle.


"Apa yang dipikirkan Leonardo sebenarnya? aku masih merasa heran kenapa dia mengeluarkanku dari hotel? tapi aku tidak bisa bertanya. dan hanya bisa diam saja," batin Michelle.


__ADS_2