
Zanana kemudian membuka pintu kamar dengan perlahan dan melangkah masuk ke dalam. ia memegang pisau dan menghampiri Michelle yang telah ketiduran.
"Wanita pengoda, aku tidak akan membiarkan dirimu hidup bahagia bersama suamiku. kalau aku tidak bisa memilikinya maka dirimu juga tidak bisa memilikinya," batin Zanana.
Tatapan wanita itu penuh dengan kebencian yang mendalam. ia mengangkat tangannya dan ingin menikam istri dari mantan suaminya.
"Michelle Unique, mulai saat ini tidak ada kamu lagi, hanya ada aku. pergilah mati!" ucap Zanana yang ingin menikam Michelle.
Michelle yang mendengar suara wanita itu, ia langsung menahan dengan kedua tangannya.
"Ternyata kau sadar," ketus Zanana yang menekan dengan kedua tangannya.
"Kalau kau membunuhku, kau tidak akan terlepas dari hukuman," kata Michelle sambil menahan sakit di kepalanya.
Dua wanita itu saling mengadu tenaga dengan kedua tangan mereka. pisau yang dipegang oleh Zanana hampir mengenai leher Michelle.
Istri Leonardo itu hampir tidak mampu menahan tangan Zanana yang berusaha ingin membunuhnya.
"Mati saja!" bentak Zanana yang menekan dengan kuat dan mengenai leher Michelle sehingga mengeluarkan darah.
Saat keinginannya hampir tercapai, tiba-tiba seseorang menarik pundak wanita itu dan didorong menjauh dari Michelle.
Pria itu yang tidak lain adalah Leonardo.
Plak...
__ADS_1
Tamparan yang dilakukan oleh Leonardo mengenai wajah mantan istrinya itu.
"Zanana, kau terlalu berani ingin membunuh Michelle," bentak Leonardo yang lagi-lagi menampar dengan keras.
Plak...
"Aarrghh...," jeritan Zanana yang tersungkur dan kesakitan. sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah akibat tamparan keras dari mantan suaminya itu.
"Michelle, bagaimana denganmu?" tanya Leonardo yang menghampiri istrinya.
"Hanya luka ringan," jawab Michelle.
"Kamu terluka," ujar Leonardo yang melihat leher istrinya yang mengeluarkan darah.
"Jangan bergerak dulu, aku akan panggilkan dokter!"kata Leonardo yang mengeluarkan sapu tangannya dan menekan luka pada istrinya.
"Zanana, apakah kau adalah dalang utama kecelakaan yang di alami oleh Michelle?" tanya Leonardo.
"Bukan aku! kau tidak bisa menuduhku seenakmu," ketus Zanana.
"Malam ini kau berencana ingin membunuh Michelle, apa lagi yang tidak bisa
kau lakukan," bentak Leonardo.
"Matamu menjadi buta karena wanita itu," balas Zanana.
__ADS_1
"Yang benar adalah, mataku buta karena menikahimu," ketus Leonardo.
"Leonardo...," teriak Zanana dengan kesal.
"Aku akan menangkapmu dan menuntutmu, kau akan membusuk ke dalam penjara," kecam Leonardo yang membuat Zanana ketakutan.
Leonardo mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor tujuan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Zanana dengan cemas.
"Kau tidak akan bisa lolos, Zanana," kecam Leonardo yang mendekatkan handphone ke telinganya.
"Hallo, Detektif. Zanana adalah pelaku yang ingin membunuh istriku," ucap Leonardo.
Zanana yang mendengar laporan mantan suaminya, ia langsung melarikan diri.
"Aku akan segera kembali," ujar Leonardo pada Michelle dan mengikuti langkah wanita itu.
Leonardo mengejar mantan istrinya, Zanana ketakutan dan berlari dengan cepat. wajah wanita itu memucat karena takut meringkus ke dalam penjara.
Langkah cepat Leonardo berhasil menahan mantan istrinya yang ketakutan. pria itu langsung mengenggam lengan wanita itu dengan erat.
"Sakit," rintihan Zanana yang berusaha ingin melepaskan tangan mantan suaminya.
"Jangan melarikan diri setelah melakukan kesalahan, aku tidak akan membiarkanmu bebas begitu saja," kecam Leonardo.
__ADS_1
"Bagaimana pun kita pernah menjadi suami istri selama tiga tahun. tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan lagi!" pinta Zanana.
"Memberimu kesempatan untuk membunuh istriku? selagi aku masih hidup jangan berharap kau bisa menyentuhnya," bentak Leonardo yang mengenggam lengan Zanana semakin erat.