Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Nada Tegas


__ADS_3

Keesokan harinya.


L.V group.


Leonardo berada di ruang kantornya sedang fokus dengan semua dokumen yang di atas meja. tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kantornya.


Tok...tok...


"Silakan masuk!" sahut Leonardo sambil membaca isi-isi dokumen.


Klek..


"Selamat siang, Presdir Valentino, makan siang sudah datang," sapa Michelle yang mengusik suaminya.


Leonardo yang melihat istrinya, ia tersenyum dan bangkit dari kursi besarnya.


"Aku tidak sadar sudah jam makan," kata Leonardo yang sambil melihat arloji nelingkar pergelangan tangannya.


"Aku tahu kamu sudah lupa karena sibuk, kamu sering saja pesan padaku jangan lupa makan. tapi kamu sendiri juga lupa," kata Michelle yang meletakkan bekal yang dia bawa.


"Walau aku lupa, tapi aku memiliki seorang istri baik yang akan mengingatkanku," ucap Leonardo yang duduk di samping istrinya.


"Makan dulu! nanti baru melanjutkan kerjanya," ujar Michelle yang membuka penutup bekal dan memberikan kepada suaminya. terdapat tiga lauk yang disediakan oleh istrinya.


"Wah...istriku apakah bisa habis? kita hanya makan berdua dan lauknya terlalu banyak."


"Kalau tidak habis, masih bisa dimakan untuk malam," jawab Michelle yang mengambil lauk untuk suaminya.


"Lobsternya sudah kamu buang kulitnya?"


"Iya, lebih mudah untuk kamu makan, aku tahu tanganmu sangat sibuk dengan pekerjaan. tidak mungkin kamu harus mengupas kulitnya lagi," jawab Michelle sambil menyantap makanannya.


Leonardo tersenyum melihat istrinya yang begitu perhatian terhadapnya.


Saat makan Michelle melihat sebuah dokumen yang ada di atas meja.


"Kontrak kerja sama? apakah hari ini akan ada yang datang?" tanya Michelle.


"Iya, setengah jam lagi dia akan datang, aku belum pasti akan bekerja sama dengannya," jawab Leonardo.


"Kenapa, ada yang tidak beres dengan perusahaan itu?"


"Bukan itu! aku hanya belum membaca proposalnya, aku adalah orang yang sangat pemilih," jawab Leonardo.


"Dari perusahaan mana?"


"Dari Swedia, kalau tidak salah namanya adalah Victor," jawab Leonardo yang membuat Michelle terdiam.

__ADS_1


"Victor asal Swedia?" tanya Michelle yang hampir tidak percaya.


"Benar!"


"Apakah yang dikatakan Victor akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan adalah L.V Group?" batin Michelle.


Setelah beberapa menit kemudian pasangan suami istri itu telah selesai makan. Michelle membersihkan meja tersebut. sementara suaminya sedang memperhatikan ekspresi istrinya yang terdiam tanpa bicara sepatah kata pun.


"Michelle...," seru Leonardo yang memegang tangan istrinya.


"Iya...."


"Apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan ?"


"Aku...."


"Ada apa? beritahu saja aku, tidak apa-apa!" kata Leonardo yang menyentuh wajah istrinya.


"Leonardo, ada sesuatua yang belum pernah aku katakan padamu," jawab Michelle.


"Katakan saja, ada apa?"


"Sebenarnya, kejadian ini sudah lama, sehingga aku juga tidak ingat lagi," kata Michelle.


"Tidak apa-apa, beritahu saja aku sekarang masih belum terlambat!" jawab Leonardo.


"Orang yang datang nanti adalah ahli pewaris satu-satunya dari keluarga Fernadez, Victor."


"Iya, kami dulu belajar di satu universitas," jawab Michelle.


"Ternyata begitu, bukan masalah kalau kalian sudah kena lama. mungkin aku dan dia akan lebih mudah untuk berkomunikasi," ujar Leonardo.


"Dulu kami...pernah berkencan selama setahun dan kemudian...kami putus," ungkap Michelle.


Leonardo langsung terdiam saat mendengar penjelasan istrinya itu.


"Kenapa selama ini kamu tidak pernah memberitahuku bahwa cinta pertamamu bukan Alex, melainkan Victor?"


"Aku sudah lupa dengannya, terjadi banyak hal dalam lima tahun ini. jadi, aku sudah lupa. sehingga kami bertemu lagi kemarin saat di hotel," jawab Michelle.


"Kalian bertemu kembali di hotel?" tanya Leonardo dengan raut wajah tidak gembira.


"Iya, dia salah satu pelanggan hotel kita, dan baru semalam aku bertemu dengan dia," jawab Michelle.


"Kejadian semalam kamu tidak memberitahuku, apa masih ada yang kamu sembunyikan dariku?" Leonardo yang melirik tajam pada istrinya.


"Tidak ada!" jawab Michelle.

__ADS_1


"Aku bukan sengaja tidak memberitahumu, karena bagiku masa lalu tidak penting. lagi pula dia juga tidak akan tinggal lama di hotel," jelas Michelle.


"Malam ini baru kita bicarakan lagi, kamu pulang saja!" ujar Leonardo yang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke kursi besarnya.


"Leonardo, maaf. karena aku tidak memberitahumu semalam, dan aku juga tidak tahu kalau dia akan datang ke perusahaan kamu," ucap Michelle yang bangkit dari tempat duduknnya.


"Michelle, pulanglah! malam ini kita baru bicarakan hal ini lagi!" ucap Leonardo dengan tegas.


Michelle yang melihat tatapan suaminya ia pun hanya bisa meninggalkan ruangan kantor itu dengan perasaan sedih. baru pertama kalinya Leonardo mengunakan nada bicara yang tegas terhadap dirinya.


"Dia sedang marah, baru kali ini tatapannya sangat tajam. apa yang harus ku lakukan?" batin Michelle.


"Michelle," panggil Aaron yang berpas-pasan dengan Michelle


"Aaron...."


"Kenapa dengan matamu? apakah kamu menangis?" tanya Aaron yang melihat mata gadis itu berkaca-kaca.


"Hanya kemasukan debu, tidak apa-apa, aku masih ada urusan. aku pergi dulu!" pamit Michelle yang langsung melangkah pergi.


"Aneh! apakah dia bertengkar dengan Leonardo?" gumam Aaron.


Sementara Leonardo sedang melihat foto Victor yang ada di internet.


"Victor Fernandez adalah cinta pertama Michelle, bukankah sangat lucu kalau aku bekerja sama dengannya? kalau memang begini maka mereka akan lebih sering ketemu," gumam Leonardo.


Klek..


"Leonardo, aku bertemu dengan Michelle, aku melihat matanya merah, apakah kamu memarahinya?" tanya Aaron yang melangkah menghampiri meja sahabatnya itu.


"Ada yang ingin aku tanyakan padamu!" kata Leonardo.


"Ada apa?" tanya Aaron.


"Kalau saja...kamu memiliki cinta pertama, dan setelah berpisah begitu lama kemudian bertemu kembali. bagaimana dengan perasaanmu? apakah kamu masih memiliki perasaan terhadap cinta pertamamu?"


"Kenapa pertanyaanmu sangat aneh? jangan mengatakan padaku bahwa kau bertemu dengan Zanana dan perasaan mu kembali lagi," ujar Aaron.


"Bukan seperti itu! kau tahu aku bukan pria yang suka bermain dengan hati dan perasaan," jawab Leonardo.


"Lalu, kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Victor Fernandez adalah mantan kekasih Michelle," jawab Leonardo.


"Mantan kekasih? lalu, apakah karena hal ini kau memarahinya?" tanya Aaron.


"Aku tidak memarahinya sama sekali," jawab Leonardo yang menyandarkan diri.

__ADS_1


"Sebenarnya ini sudah masa lalu, dan yang paling penting adalah kalian telah menikah. lagi pula Michelle bukan wanita yang suka berfoya-foya. kenapa kamu tidak gembira karena masa lalunya. tidak semua orang suka mengingat masa lalu," kata Aaron.


"Leonardo, Michelle bukan Zanana, mereka memiliki hati dan sikap yang berbeda. Michelle adalah wanita yang pendiam. dia bukan wanita yang keras. dan aku yakin dia juga rapuh. aku yakin dia menangis karena dia mencintaimu. bukan karena masa lalunya. jadi, jangan bersikap keras dan tegas terhadapnya!" kata Aaron.


__ADS_2