Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Kecelakaan


__ADS_3

Di siang itu Zanana sedang berjalan sambil melamun. tangannya sedang menyentuh perutnya.


"Aku tidak bisa melahirkan anak ini, tanpa seorang suami dan aku juga tidak memiliki pekerjaan. mana mungkin aku bisa memberi makannya. bukan hanya itu, aku juga malu harus melahirkan anak ini," gumam Zanana.


"Aku harus mengugurkan anak ini, hanya aborsi adalah cara terbaik. aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk anak haram ini...."


"Sekarang juga aku harus ke rumah sakit untuk melakukan aborsi," ucap Zanana.


Di saat sebuah mobil ingin melewati jalan itu. Zanana yang tanpa melihat ke arah mobil ia langsung melangkah ingin menyeberang jalan.


Bruk...


Tabrakkan terjadi pada Zanana yang langsung terkapar di aspal itu.


"Aarrgh...," jeritan Zanana yang kesakitan.


Mobil mewah itu langsung berhenti, pemiliknya langsung keluar dari mobil dan menghampiri Zanana yang sedang mengerang kesakitan.


"Nona....," teriak pria itu yang melangkah dengan cepat.


Saat wanita itu melihat pria yang menghampirinya, matanya membulat besar.


"Leonardo...," seru Zanana.


"Zanana...," ucap Leonardo yang hampir tidak percaya.


"Selamatkan aku! selamatkan anakku!" pinta Zanana.


"Anakmu?" tanya Leonardo dengan heran. dan kemudian suami Michelle melihat mantan istrinya mengeluarkan banyak darah pada bagian bawahnya.


"Selamatkan anakku, dia tidak berdosa, aku mohon padamu!" tangisan Zanana yang memang sengaja..


"Mudah-mudahan aku keguguran, dengan begini dia pasti akan merasa bersalah padaku dan bayi ini," batin Zanana.


"Leonardo, tolong selamatkan aku!" pinta Zanana yang menangis kesakitan.


Leonardo mengendong Zanana masuk ke dalam mobilnya, dan melarikan wanita itu ke rumah sakit


Jam dinding menunjukan pukul enam sore.


Michelle sedang menunggu kepulangan suaminya untuk makan malam bersama.


"Kenapa dia masih belum pulang?" ucap Michelle yang mengeluarkan handphonenya.


"Apakah Leonardo masih sedang bersama papa dan kakak? aku coba saja menghubunginya," batin Michelle.


Michelle menekan kontak nama suaminya.


"Kenapa tidak menjawab, apakah sedang menyetir?" gumam Michelle.


Setelah dua jam kemudian.


Leonardo masih berada di rumah sakit menunggu Zanana yang sedang dirawat.


"Apakah Anda adalah suami pasien, sekarang kondisinya tidak baik?" tanya seorang suster yang baru melangkah keluar.

__ADS_1


"Bagaimana kondisinya?" tanya Leonardo.


"Pasien keguguran, dan sekarang dokter berusaha menyelamatkan pasien. kondisinya sangat lemah," jawab Suster.


"Tolong selamatkan dia!" ucap Leonardo.


"Kenapa dia bisa hamil? siapa ayah dari anak itu? apakah pria yang mengancamku itu?" batin Leonardo.


Di saat Leonardo sedang berdiri di sana, seorang wanita memandangnya dari jarak jauh.


"Bukankah dia adalah suami Michelle, kenapa ada di sini?" batin wanita itu.


Jam dinding telah menunjukan pukul 20.00


Raut wajah Michelle semakin cemas karena tidak bisa menghubungi suaminya.


"Kenapa nomornya tidak aktif, kakak mengatakan Leonardo sudah pulang dari tadi, tapi kenapa masih belum sampai...."


"Lebih baik aku pergi cari," gumam Michelle yang kemudian terburu-buru lari menuju ke mobilnya.


Michelle melajukan mobilnya sambil melihat sekitar jalan besar itu.


Wanita itu sangat cemas sehingga mengunakan kecepatan yang tinggi dan melewati beberapa kendaraan yang di depannya.


Tidak lama kemudian nada dering masuk ke handphone miliknya.


"Hallo," sahut Michelle yang menjawab panggilannya.


"Michelle, tadi aku melihat suamimu ada di rumah sakit! dia sedang menunggu seorang wanita yang dirawat. aku sepertinya mendengar kata suster itu bahwa wanita itu keguguran!"


"Rumah sakit Niguarda!"


"Baiklah, terima kasih!" ucap Michelle yang memutuskan panggilannya.


"Siapa wanita itu? kenapa keguguran dan kenapa Leonardo harus berada di sana?" batin Michelle.


"Tidak mungkin! ini pasti terjadi sesuatu, Leonardo pasti tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu. aku tidak boleh mencurigainya," gumam Michelle.


Rumah sakit.


Michelle menghentikan mobilnya di depan rumah sakit itu, setelah keluar dari mobil ia melangkah dengan cepat menuju ke dalam mencari keberadaan suaminya. ia melewati setiap koridor sambil melihat sana sini. tidak lama kemudian Michelle menghentikan langkahnya dan melihat suaminya yang berdiri di ujung sana.


"Leonardo, siapa yang dia tunggu? apakah dia terluka?" batin Michelle.


Sesaat kemudian dokter keluar dari ruangan itu dan menghampiri Leonardo.


"Tuan, istri Anda sudah tidak apa-apa, karena baru kehilangan anaknya kondisinya masih tertekan. dan jangan tinggalkan dia!" ujar Dokter.


"Apakah dia telah melewati masa kritis?" tanya Leonardo.


"Sudah! hanya saja...dia masih lemah," jawab Dokter.


Para suster mendorong ranjang beroda itu keluar dari ruangan. Zanana yang dalam kondisi sadar ia mengulurkan tangannya dan ingin memegang mantan suaminya itu.


"Leonardo, jangan tinggalkan aku!" pinta Zanana.

__ADS_1


"Maaf, aku sangat menyesal kejadian ini!" ucap Leonardo.


"Istri? kenapa Dokter mengatakan istri? sejak kapan dia hamil dan kenapa Leonardo bisa bersamanya? " gumam Michelle.


"Tuan, jagalah istri Anda dengan baik, bagi wanita yang baru keguguran kondisi tubuhnya sangat lemah!" kata Dokter.


"Terima kasih!" ucap Leonardo.


"Leonardo, tolong jangan tinggalkan aku! aku sangat kehilangan anak ini, walau bukan kesengajaan tapi aku sangat menyayanginya," tangisan Zanana dengan histeris dan bangkit memeluk Leonardo dengan erat.


Leonardo merasa sangat bersalah karena menyebabkan mantan istrinya keguguran. ia sama sekali tidak menyadari bahwa istrinya sedang berada di sana dan melihat ia sedang berpelukan dengan mantan istrinya.


"Apa maksud dengan semua ini? istri? keguguran? dan sekarang saling berpelukan. kalau dia masih menjadi istrinya, lalu siapa aku baginya?" batin Michelle.


Michelle memilih pergi meninggalkan rumah sakit karena kecewa dan semakin sakit hati. pria yang dia cintai berpelukan dengan mantan istrinya.


Saat melangkah keluar ia terpaku diam selama beberapa saat.


"Aku tidak tahu kalau hubungan kalian masih begitu dekat? ternyata aku bukan siapa-siapa sama sekali," batin Michelle.


Michelle kemudian mengendarai mobilnya dan meninggalkan rumah sakit.


Wanita itu mengeluarkan air mata di sepanjang jalan, ia mengingat pelukan suaminya dengan Zanana.


Michelle menginjak pedal gas dengan kecepatan yang tinggi. wanita itu sangat terpukul dan menangis dengan histeris.


"Apapun yang ku lakukan selama ini, tidak mampu mengisi hatimu. Leonardo, apakah di hatimu tidak ada ruang untukku selama ini," ucap Michelle.


Michelle melajukan mobilnya dan menerobos lampu lalu lintas. dan di saat yang sama mobil yang dari arah kanan tiba-tiba muncul sehingga membuat Michelle harus membelok ke kiri dan karena kecepatan mobilnya. ia langsung menabrak tiang lampu.


Brak...


Tabrakan keras mobil Michelle yang mengenai tiang itu.


Brugh...


Benturan kepala Michelle mengenai stir yang mengeluarkan airbag.


Wanita itu mengeleng kepalanya karena merasa pusing dan kemudian ia menyandarkan diri.


Michelle berusaha mengambil handphonenya yang ada di dalam tas. kemudian ia menekan angka satu yang adalah nomor suaminya.


"Leonardo, kalau hatimu masih ada aku, aku berharap kau akan datang. dan kalau kau tidak datang maka aku akan memilih bercerai denganmu," batin Michelle.


"Hallo," sahut Leonardo yang menjawab panggilannya.


"Aku ada di simpang jalan, aku kecelakaan...," kata Michelle.


Sebelum Michelle selesai bicara, suaminya langsung memutuskan panggilannya.


"Hallo! hallo!" seru Michelle yang hampir tidak percaya bahwa suaminya itu memutuskan panggilan tanpa berkata apa-apa.


"Leonardo, kau...," tangisan Michelle yang menundukan kepalanya ke stir mobil.


Para pengendara lainnya langsung berlarian menghampiri mobil Michelle yang mengalami kerusakan parah di bagian depan.

__ADS_1


__ADS_2