Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Rencana Janet


__ADS_3

"Aku hanya ingin pesan padamu, suatu saat aku pasti akan mendapatkan hati Leonardo, sekarang kamu bagaikan barang baru baginya. dan setelah beberapa tahun kemudian dia pasti akan bosan denganmu. aku sudah menjadi istrinya selama tiga tahun. aku sudah sangat memahami sifatnya," kata Zanana.


"Awal pernikahan kami juga sangat bahagia. kami sangat mesra dan bahkan melakukan hubungan setiap malam. dan setelah dua tahun kemudian dia mulai jarang menyentuhku karena sudah mulai bosan. terkadang kala dia membeli anak gadis orang yang jual diri. Leonardo membeli keperawanannya. aku hanya seorang wanita desa mana mungkin aku bisa memarahinya," kata Zanana dengan sengaja.


"Aku tidak menyangka kalau kamu mengunakan cara ini untuk merusakan hubungan kami, kau sangat menyedihkan," ucap Michelle dengan senyum.


"Kamu bisa tidak percaya padaku, tapi kalau kamu tidak hati-hati kamu akan menjadi korban seperti aku juga," kata Zanana.


"Apa kamu sudah selesai bicara?"


"Belum! apakah kamu tahu, kenapa aku bisa menjadi tidak patuh padanya? aku tidak bisa menjadi istri yang baik setelah aku mengetahui suamiku suka membeli perawan gadis muda. karena itulah orang luar mengira hanya aku saja yang durhaka dan tidak ada yang tahu bahwa suamiku sering saja berhubungan dengan wanita luar. setiap wanita yang dia beli akan melayaninya hingga dia bosan baru berhenti menjadi langganannya," kata Zanana.


"Keluar dari sini sebelum aku memanggil security!"


"Michelle, secantik apapun dirimu, di matanya tetap wanita lain lebih nikmat setelah dia bosan denganmu. kau akan merasakan apa yang ku rasakan sebelumnya. dia adalah pria perayu wanita yang sudah mahir. jangan yakin pada diri sendiri bahwa dia benar-benar mencintaimu," ujar Zanana.


"Zanana Olivia, apakah kamu tahu, sekarang kau sedang menghina suamiku dan juga merusakan nama baiknya. dengan apa yang kamu katakan sekarang aku bisa menuntutmu melakukan pencemaran nama baik," kecam Michelle.


"Apa buktinya kamu ingin menuntutku?"


"Kamu sangat lalai sekali, bukankah dulu di saat kamu menjadi pengurus kamu juga gunakan kantor ini. apakah kau tidak sadar bahwa di ruangan ini ada kamera cctv?"


"Kamera Cctv? kenapa aku tidak pernah menyadarinya?" batin Zanana.


"Jangan mengatakan padaku, bahwa kamu tidak nenyadarinya? akan sangat lucu sekali seorang pengurus tidak tahu apa-apa, apa saja yang kamu lakukan saat kamu sebagai pengurus?" tanya Michelle dengan menyindir.


"Aku tahu...mana mungkin aku tidak tahu," jawab Zanana.


"Selain hanya duduk santai dan berbaring di sofa, kamu tidak melakukan apapun di jam kerja. bahkan keuangan hotel juga tidak stabil. pengeluaran sama sekali tidak wajar. uangnya kamu gunakan untuk pribadi."

__ADS_1


"Saat itu aku adalah istri Leonardo, tidak ada salahnya kalau aku mengunakan uang hotel," kata Zanana.


"Karena hotel ini milik suamimu, kau mengunakan uang itu dengan sesuka hati, sehingga hotel ini hampir saja diambang kebangkrutan. kalau saja masalah ini tersebar bagaimana pandangan orang luar terhadapmu," ujar Michelle yang maju menghampiri Zanana.


"Apa maksudmu? saat itu aku masih berstatus istrinya, dan kamu tidak berhak ikut campur," jawab Zanana yang memundurkan langkahnya.


"Tapi, aku adalah pengurus sekarang. dan aku ada hak untuk melakukan pemeriksaan ulang, tidak ada yang bisa disembunyikan dariku. menghina, menghasut, melakukan pencemaran nama baik, dengan apa yang kau lakukan hari ini aku bisa membuatmu meringkus dalam ke penjara," kecam Michelle.


"Lakukan saja kalau kau berani," ketus Zanana yang sedikit cemas.


"Kalau aku benar-benar melakukan gugatan maka kau tidak akan bisa bebas seperti sekarang. semua data pengeluaran masih ada padaku. kalau saja aku mendapatkan bukti bahwa kau telah mengelapkan uang hotel aku bisa menangkapmu," kata Michelle.


"Lakukan saja kalau kau suka, jangan mengira dirimu sangat hebat, hotel yang diberikan oleh suamimu hanyalah hotel yang hampir tinggal kulit," jawab Zanana.


"Tinggal kulit? itu hanya menurutmu saja, apa kamu tidak melihat begitu banyak pelanggan yang tinggal di sini? aku tahu caranya untuk membangkitkan hotel ini. dan asal kau tahu...hotel ini mengalami banyak kerugian semua ini karena kamu sebagai pengurus yang tidak bisa melakukan apa-apa," jawab Michelle.


"Jangan menghinaku!" bentak Zanana.


"Michelle Unique, jangan merasa dirimu itu hebat dan pintar. kamu hanyalah menjadi istri kedua dari seorang pria," ketus Zanana.


"Kau sudah salah, aku bukan istri kedua, karena suamiku sudah bercerai denganmu di saat dia menikahiku," jawab Michelle.


Zanana yang kesal ia kemudian meninggalkan ruangan kantor itu.


Setelah keluar, Zanana pergi menemui seseorang di salah satu ruangan kantor hotel itu.


"Nyonya," sapa seorang wanita yang tidak lain adalah Janet.


"Janet, apakah kamu tidak bisa melakukan apapun?" tanya Zanana.

__ADS_1


"Setelah nyonya baru menjadi pengurus, aku tidak bisa bebas melakukan apapun lagi," jawab Janet.


"Apanya yang nyonya baru, dia hanya istri kedua yang akan dicampakan," ketus Zanana yang duduk di sofa.


"Nyonya, setelah dia menjadi pengurus banyak karyawan lama dihentikan, selain itu setiap sisi kamera perbaiki dan dipastikan hidup dua puluh empat jam. aku tidak bisa lagi memegang uang belanjaan. semua ini telah diserahkan kepada Kelvin," jawab Janet.


"Dasar wanita sia*lan, kita harus memikirkan cara agar wanita itu dikeluarkan dari hotel," ujar Zanana.


"Dia adalah istri bos, mana mungkin dia dikeluarkan," kata Janet.


"Leonardo sangat tegas pada siapapun, bahkan terhadap istrinya. saat itu dia juga mengeluarkan aku begitu saja. kalau hotel ini terjadi sesuatu aku yakin Leonardo pasti marah besar. dia adalah pria yang sangat mengutamakan bisnisnya dari pada keluarganya," ucap Zanana.


"Nyonya, apa yang harus ku lakukan?" tanya Janet.


"Ingin merusakan reputasi hotel ini, kita harus mengorbankan salah satu pelanggan hotel ini," jawab Zanana.


"Maksud, Nyonya adalah?"


"Campur sesuatu ke dalam makanan atau minuman, kalau saja reputasi hotel telah buruk, mantan suamiku itu akan marah besar terhadap istrinya," jawab Zanana.


"Campur sesuatu? sejenis obat apa?"


"Obat yang bisa membuat seseorang koma atau kehilangan nyawanya," jawab Zanana.


"A-apa? tapi, ini sangat bahaya. aku tidak berani melakukannya," jawab Janet.


"Janet, kamu jangan lupa, saat aku masih di sini kau juga mendapat bagian besar keuntungannya. uang yang kamu dapat hingga saat ini tidak ada yang tahu, bahkan wanita itu juga tidak tahu kamu ikut terlibat," ucap Zanana.


"Nyonya, akan tetapi ini bersangkutan dengan nyawa seseorang, aku tidak berani melakukan hal gila ini."

__ADS_1


"Kalau kamu tidak berani, maka kita yang akan masuk ke penjara, apakah kamu ingin keluargamu menerima hinaan dari tetangga kalau kau dipenjara? bagaimana dengan adikmu yang masih duduk di bangku sekolah? asalkan kita bisa merusakan reputasi hotel ini. maka kita akan aman-aman saja," kata Zanana.


__ADS_2