
"Janet, kalau bisa..buat wanita itu menjadi cacat, aku ingin dia dibuang oleh suaminya," kata Zanana.
"Nyonya, apa perlu aku mencacatkan wajahnya?"
"Perlu! cacatkan wajah dan kakinya biar dia tidak bisa berjalan. selama ini gadis ini sangat sempurna di mata suamiku. andaikan kalau dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. apakah suamiku masih akan mencintainya. pria menyukai kesempurnaan dan tidak akan suka dengan kecacatan," jawab Zanana dengan senyum sinis.
"Kalau begitu, Anda tunggu saja kabar dariku. besok aku akan menyampaikan berita baik untukmu," kata Janet.
Malam hari.
Mansion Valentino
"Aarghh...," teriak Michelle yang terbangun.
"Michelle, ada apa denganmu?" tanya Leonardo yang terbangun karena teriakan istrinya.
"Ti-tidak apa-apa," jawab Michelle yang berkeringat membasahi wajahnya.
"Michelle, kenapa kau berkeringat, apa kamu baik-baik saja?" tanya Leo yang mengelap wajah istrinya.
"Aku hanya bermimpi buruk," jawab Michelle dengan cemas.
"Tidak apa-apa, jangan takut! minumlah air dulu," kata Leo dengan mengambilkan air untuk istrinya.
"Terima kasih!" ucap Michelle yang minum air putih.
__ADS_1
Setelah minum, Michelle meletakan gelasnya di meja samping tempat tidurnya.
"Mari kita tidur, ini hanya mimpi saja bukan nyata," kata Leo yang memeluk istrinya.
"Tapi seperti nyata, sangat menakutkan. aku bermimpi aku mengalami kecelakaan dan kepalaku berdarah seperti sangat nyata," kata Michelle yang masih gemetar.
"Honey! ini hanya mimpi buruk saja, besok kamu libur saja ya jangan masuk kerja dulu,"ujar Leonardo yang khawatir dengan memeluk istrinya dengan erat.
Keesokan harinya.
Michelle yang telah bangun tidur, merasakan pelukan dari suaminya yang masih ketiduran.
Michelle yang melepaskan pelukan Leonardo dan kemudian bangkit dari tempat tidur. akan tetapi ia ditahan oleh suaminya.
"Ingin ke mana Istriku ?"tanya Leonardo yang langsung menarik lengan Michelle dan menciumnya.
"Hari ini kamu libur, kenapa bangun pagi?"
"Aku hanya ingin menyediakan sarapan untukmu saja, kamu tidur dulu, nanti aku bangunkan kalau sudah siap!"kata Michelle yang mencium wajah suaminya.
"Baiklah, aku tidur lagi dan jangan lupa bangunkan aku!" jawab Leonardo.
Michelle kemudian menuju ke dapur dan mengeluarkan bahan makanan dari kulkasnya.
"Banyak bahan dapur yang sudah habis, kebetulan aku sedang libur dan aku bisa berbelanja," ucap Michelle.
__ADS_1
Di saat Michelle menyediakan makanan ia mengingat mimpi buruk yang dia alami semalam.
"Hanya mimpi, jangan dipikirkan!" ucap Michelle yang beralih fokus pada masakannya.
Sesaat kemudian Michelle telah menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Sarapan bersama
"Leonardo, apakah kamu tidak masuk kerja? kenapa tidak menganti pakaian?" tanya Michelle.
"Aku ingin menemanimu hari ini," jawab Leonardo dengan senyum.
"Tidak perlu! aku hanya di rumah saja dan menunggumu pulang kerja" kata Michelle.
"Aku adalah pemilik perusahaan dan bisa cuti kapanpun tidak masalah bagiku," ujar Leonardo dengan senyum.
"Apa rencana kita hari ini, kamu ingin ke mana?" tanya Leonardo.
"Aku ingin pergi belanja bahan dapur, karena hari ini libur. jadi kita gunakan saja hari ini membeli barang kebutuhan rumah," jawab Michelle.
"Kita akan belanja bersama," ucap Leonardo.
"Kamu akan pergi bersamaku?"
"Tentu aku akan menemani ke mana pun istriku pergi," jawab Leonardo dengan senyum.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu setelah kita selesai sarapan, kita langsung pergi," ujar Michelle.