Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Pendamkan Rasa Kecewa


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian mobil yang dibawa Michelle tiba di depan kediamannya. saat itu ia melihat lampu rumahnya menyala dan mobil suaminya sedang parkir di halaman.


"Gawat, hari ini dia cepat pulang, aku sibuk hingga lupa menyediakan makan malam. apakah dia masih marah padaku?" batin Michelle.


Michelle keluar dari mobilnya dan melangkah cepat masuk ke dalam.


Saat masuk ke dalam rumahnya, ia melihat suaminya duduk di ruang tamu dan sedang membaca koran.


"Dia masih marah, walau tahu aku pulang dia juga diam saja, aku tidak melakukan kesalahan apapun, atau melakukan sesuatu yang lewat batas. tapi dia sudah begitu marah padaku. apakah aku tidak berarti baginya?" batin Michelle.


"Aku akan menyediakan makan malam," ucap Michelle dengan kecewa dan ingin melangkah menuju ke dalam.


"Tidak perlu!" jawab Leonardo yang melipat korannya dan meletakkan ke atas meja.


"Apakah kamu ingin makan makanan luar? aku akan pergi membelinya?" tanya Michelle.


"Gadis ini walau sedang sedih masih saja mengutamakan aku, kelihatannya siang tadi aku agak keras padanya," batin Leonardo.


"Michelle, mari duduk di sampingku," kata Leonardo.


Michelle dengan menurut kata suaminya dan kemudian ia pun duduk di sampingnya.


"Mulai besok jangan masuk kerja! serahkan semua urusan kepada Kelvin!" titah Leonardo yang mengejutkan istrinya. bagaimanapun permintaan suaminya telah membuatnya semakin sakit hati karena dihentikan begitu saja.


Michelle hanya diam karena kecewa yang dia rasakan. begitu mudahnya dirinya dikeluarkan begitu saja oleh suaminya sendiri. hanya karena sebuah masalah kecil.


"Apa kamu mendengar kataku?" tanya Leonardo yang menoleh ke arah istrinya yang terdiam.


"Aku mengerti!" jawab Michelle yang menahan kecewa yang cukup mendalam.


"Aku sudah lapar, mari kita makan! aku telah menyediakan makan malam," ajak Leonardo yang bangkit dari tempat duduknya

__ADS_1


Michelle hanya bisa menahan emosi karena sangking kecewanya dirinya harus dikeluarkan dari hotel itu.


"Leonardo, kenapa kau melakukan ini padaku? kau tahu aku sedang berusaha membantumu. tapi kau malah menghentikanku begitu saja. walau aku adalah istrimu tapi aku malah seperti bawahanmu yang bisa dipecat sesuka hatimu," batin Michelle.


Setelah bangkit dari beranjak dari tempat duduknya, Michelle menuju ke ruang makan dan makan bersama suaminya. walau sulit untuk menelan makanan dalam suasana hati yang kecewa bercampur sedih. ia tetap melahap makanan yang ada di piringnya. selama makan malam mereka tidak berbicara sama sekali.


"Aku tidak menyangka gadis ini begitu patuh dan tidak protes apapun, aku tahu dia pasti sangat kecewa dengan keputusanku. dulu saat aku menghentikan Zanana ia bertengkar berkali-kali denganku," batin Leonardo.


Setelah selesai makan Michelle langsung mandi dengan air shower. ia menangis dengan menutupi mulut dengan tangannya. karena tidak ingin didengar oleh suaminya. merasa sangat tidak dihargai oleh pria yang dia cintai selama ini.


"Aku sama sekali tidak melakukan kesalahan di tempat kerjaku, kenapa harus menerima perlakuan ini? sedangkan Zanana mengunakan banyak dana dan menimbulkan masalah besar. dan aku yang berusaha ingin membangkitkan hotel ini. akan tetapi apa yang kudapatkan?" batin Michelle.


"Mendirikan sebuah rumah tangga sangat tidak mudah, karena dia adalah pilihanku, aku akan menerima walau dia tidak menghargaiku. sekarang aku tidak memahami dengan sifatnya lagi. apakah dia adalah pria yang sifatnya mudah berubah ?" batin Michelle.


Setelah selesai mandi Michelle mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. ia duduk di depan meja rias dengan tatapan yang kosong.


Wanita itu memandang ke tempat tidurnya yang kosong karena suaminya masih belum masuk ke kamar itu.


"Leonardo, apapun keputusanmu aku akan tetap menerimanya, demi menjaga perasaanmu dan menghargaimu aku tetap menurut karena aku ingin menjadi seorang istri yang baik. tapi, apakah kamu tahu hatiku sangat sakit. mungkin di hatimu aku tidak begitu penting. tapi aku yakin asalkan aku berusaha kau pasti akan menerimaku sepenuhnya," gumam Michelle.


Michelle masih belum memejamkan mata, ia menyandarkan dirinya di tempat tidur. malam itu Leonardo masih belum masuk ke kamarnya.


"Kenapa dia masih belum masuk ke kamar? apakah dia tidur di ruangan baca?" gumam Michelle.


Michelle kemudian turun dari ranjangnya dan menuju ke ruang baca suaminya itu. ia membuka pintu dengan perlahan dan melihat dari luar bahwa suaminya sedang tidur di sofa.


Setelah beberapa saat kemudian Michelle menutup kembali pintu itu. ia berdiri selama di depan selama beberapa menit.


"Dia lebih rela tidur di sofa dari pada di kamar sendiri. ternyata hanya salah sedikit saja dia harus menghukumku dengan cara ini," gumam Michelle.


Setelah satu jam kemudian.

__ADS_1


Leonardo membuka matanya dan bangkit berubah menjadi posisi duduk. ia melihat jam dinding yang telah menunjukan pukul 02.00.


"Aku ketiduran," ucap Leonardo.


"Selimut ini...Michelle...," ucap Leonardo yang terhenti karena melihat selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Tidak lama kemudian Leonardo beranjak dari ruangan itu dan menuju ke kamarnya.


Klek..


Suara pintu dibuka oleh Leonardo.


Leonardo melangkah masuk ke dalam kamarnya dan melihat istrinya telah ketiduran dengan punggungnya yang membelakanginya.


"Michelle, kamu pasti kecewa denganku, tapi bukan tanpa sebab aku melakukan ini," batin Leonardo yang mencium wajah polos istrinya.


Leonardo kemudian berbaring di samping Michelle dan sambil memeluknya. tidak lama kemudian ia pun telah ketiduran.


Keesokan harinya..


Leonardo yang telah bangun tidur ia menoleh ke sampingnya dan tidak melihat istrinya ada di sana.


"Ini adalah hari libur, kenapa dia bangun begitu awal, seharusnya dia tidak masuk kerja," gumam Leonardo.


"Michelle," panggil Leonardo yang turun dari ranjang.


Leonardo keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. ia mencari keberadaan istrinya hingga ke ruang makan.


"Michelle...," panggil Leonardo yang menuju ke ruang tamu.


Ia melihat sarapan dengan segelas susu yang telah disediakan di atas meja.

__ADS_1


"Apakah dia ke pusat perbelanjaan?" ucap Leonardo yang duduk di kursi makan. pria itu makan sesuap demi sesuap mie Itali buatan istrinya.


"Istriku ini...tidak bicara sama sekali sejak kejadian semalam, tidak mengamuk, tidak protes, dan hanya diam saja. apakah dia selalu pendamkan rasa kecewanya," gumam Leonardo.


__ADS_2