
Malam hari.
Michelle masih belum bisa memejamkan matanya, ia berbolak balik di kasurnya dan tidak bisa tidur sama sekali
"Kenapa aku tidak bisa tidur, ada apa denganku?" batin Michelle.
Kemudian Michelle melihat suaminya yang sedang tidur dengan pulas.
"Leonardo, terima kasih karena datang di saat aku butuh, setidaknya aku menyadari hatimu masih ada aku. dan bukan karena Zanana kau baru menikah denganku," batin Michelle.
Michelle kemudian memeluk suaminya.
"Apakah kamu tidak bisa tidur?" tanya Leonardo yang sedang memejamkan matanya.
"Aku tidak bisa tidur, apakah kamu bisa memelukku," jawab Michelle.
Leonardo kemudian memeluk istrinya dan tidur saling berpelukan.
"Tidurlah! selamat malam! besok aku ingin kamu ikut aku ke L.V Group!" ucap Leonardo yang mengecup dahi istrinya.
"Ke L.V Group? untuk apa aku ke ikut sana?"
"Besok kamu akan tahu," jawab Leonardo yang memeluk istrinya.
Keesokan harinya.
Victor yang berada di kamar hotel, ia melihat salah satu kontak nama di handphonenya.
"Kenapa beberapa hari ini, dia tidak masuk kerja? apakah terjadi sesuatu?" batin Victor.
Mansion Valentino.
Leonardo yang baru membuka matanya, ia melihat Michelle yang masih ketiduran.
"Baru kali ini aku melihatmu tidur jam segini belum bangun, semalam dirimu begitu malam baru bisa tidur," gumam Leonardo.
Tidak lama kemudian nada panggilan masuk di handphone milik istrinya. Leonardo kemudian meraih handphone istrinya yang diletak di samping meja itu.
Saat Leonardo melihat nomor panggilan yang tanpa nama, ia pun mencoba untuk menjawab panggilan tersebut.
Saat Leonardo menekan tombol jawab ia tidak mengeluarkan suaranya.
"Hallo, Michelle, aku adalah Victor."
Saat mendengar suara mantan kekasih istrinya, raut wajah Leonardo langsung berubah.
__ADS_1
"Michelle, beberapa hari ini kamu tidak masuk kerja, apakah kamu sakit? dan...aku ingin bertemu denganmu."
"Tuan Victor, bukankah sangat aneh ketika Anda mengajak bertemu dengan istri orang? seingatku urusan kerja adalah kita berdua tidak ada hubungan dengan istriku," kata Leonardo.
Michelle yang mendengar suara suaminya, ia pun terbangun dan bangkit dari berubah posisi duduk.
"Tuan Valentino," ucap Victor yang di seberang sana.
"Kebetulan aku sedang memikirkan idemu dan kemungkinan akan bekerja sama dengan perusahaanmu yang sedang bermasalah. tapi hari ini aku berubah pikiran dan ingin menolak bekerja sama denganmu," ujar Leonardo yang kemudian memutuskan panggilannya.
"Leonardo, ada apa? siapa yang telepon?" tanya Michelle.
"Victor Fernandez menghubungimu," jawab Leonardo yang mendelete nomor handphone pria itu.
"Untuk apa dia menghubungiku?" tanya Michelle.
"Dia ingin bertemu denganmu walau dia sudah tahu kamu adalah istriku," jawab Leonardo yang mengembalikan handphone istrinya.
"Siap-siaplah kita akan ke perusahaan," ajak Leonardo yang turun dari tempat tidur.
"Iya, aku akan menyediakan sarapan dulu," jawab Michelle.
Di sisi lain Victor hanya bisa pasrah karena keinginannya tidak tercapai, perusahaannya yang telah mengalami masalah dan berharap bisa mendapatkan bantuan dari L.V Group kini kesempatannya telah sirna.
Mansion Valentino.
"Katakan, kenapa kalian bisa berpisah?" tanya Leonardo yang sedang menyantap sarapan.
"Papa dan paman Fernadez bermusuhan, dan papaku sangat melarang kalau aku bersamanya," jawab Michelle.
"Kalian berpisah karena halangan dari orang tua, apakah kamu menyesalinya?"
"Tidak! aku bahkan sudah lupa dengan hubungan itu, setelah aku pulang ke sini aku sudah tidak ingin mengingat masa lalu. karena aku sadar hubungan ini tidak akan berhasil. dan tanpaku sadari aku berhasil melupakan dia," jawab Michelle.
"Baiklah, kalau begitu mulai hari ini tidak ada nama Victor Fernadez lagi," kata Leonardo.
"Leonardo, ada yang ingin ku tanyakan padamu!"
"Tanya saja apa yang kamu ingin tahu," jawab Leonardo.
"Kenapa kamu mengeluarkan aku dari hotel? apakah karena kinerjaku tidak bagus atau karena dia?" tanya Michelle yang penasaran.
"Kamu ingin tahu alasannya?"
"Iya!"
__ADS_1
"Apakah...kamu tidak puas kalau aku mengeluarkanmu dari sana?"
"Kamu adalah atasanku, aku tidak berhak melawan atau membantah kalau aku dipecat, tapi aku tetap ingin tahu apa alasannya aku dipecat," jawab Michelle.
"Menurutmu, apa alasannya aku tidak mengizinmu masuk kerja?"
"Apakah karena dia?" tanya Michelle.
"Iya, tapi bukan berarti kamu bukan lagi bagian sana," jawab Leonardo dengan senyum.
"Maksudmu adalah?"
"Dirimu memang bukan pengurus lagi, tapi kamu telah menjadi Direktur utama hotel itu," jawab Leonardo dengan senyum.
"Direktur utama L.V Hotel? kenapa tiba-tiba saja...?"
"Karena kamu adalah istriku, aku juga sudah melihat hasil kerjamu sangat bagus, kamu cukup layak menjadi Direktur utama L.V Hotel. Kelvin setiap hari memberiku kabar baik. setiap hari hotel didatangi oleh parawisataan dari luar negeri dan banyak pesanan kamar yang diterima lewat web," jawab Leonardo.
"Tapi kenapa kamu tidak izinkan aku masuk kerja? hotel pasti sangat sibuk?"
"Pertama adalah, aku tidak suka dia bertemu denganmu, dan kedua, aku juga ingin kamu istirahat. setelah kamu menjadi pengurus di sana kamu sering lupa waktu makan dan tertekan karena urusan kerja. oleh karena itu aku ingin kamu istirahat," jawab Leonardo.
"Tapi caramu hanya membuatku tertekan, aku dihentikan tiba-tiba dan tanpa sebab," gumam Michelle.
"Apakah istriku sedang protes?" tanya Leonardo yang mengusik istrinya.
"Kamu bisa lakukan apa saja karena adalah Presdir," jawab Michelle.
"Maaf, karena aku tidak memberitahumu alasannya, dan aku yakin ini pasti membuatmu cukup sedih, bukan?" tanya Leonardo dengan senyum.
"Tidak lucu sama sekali," ucap Michelle.
"Saat istriku sedang marah ternyata sangat manis," kata Leonardo.
"Jangan bercanda!" ujar Michelle.
"Michelle, kenapa saat itu kamu tidak membantah saat aku mengatakan kamu tidak perlu masuk kerja lagi, padahal hatimu menolak?"
"Saat urusan kerja kamu adalah atasanku, dan di rumah kamu adalah suamiku. bagaimana aku bisa membantah," jawab Michelle.
"Padahal kamu sangat kecewa, kan?"
"Iya, aku sangat kecewa kalau tanpa alasan aku dikeluarkan begitu saja," jawab Michelle.
"Maaf karena tidak memberitahumu," ucap Leonardo.
__ADS_1