
L.V group.
Leonardo sedang berbicara dengan seseorang di handphonenya.
"Ha ha ha...aku percaya pada istriku, oleh sebab itu aku menyerahkan bisnis hotel pada dia," kata Leo dengan tertawa gembira.
"Tuan, semua gagasannya luar biasa, dan saya yakin tidak lama lagi hotel kita akan kembali seperti semula," ucap seorang pria yang di seberang sana.
"Tetap awasi istriku, dan jangan sampai dia lupa makan, kalau jam makan sudah tiba kamu harus pesankan makanan untuk istriku!"
"Baik, Tuan. akan saya lakukan! tapi satu hal lagi!"
"Ada apa?"
"Nyonya, memilih saya sebagai Manager untuk mengantikan posisi Janet, "
"Kelvin, lakukan saja apa yang telah istriku atur untukmu, aku percaya padanya," jawab Aaron.
"Baik, Tuan," jawab Kelvin.
Tidak lama kemudian Leonardo memutuskan panggilannya.
"Leonardo, kau sangat luar biasa menyiksa istrimu," ujar Joseph dengan bercanda.
"Kenapa kamu merasa aku sedang menyiksanya?" tanya Leonardo dengan senyum.
"Hotelmu itu hampir bangkrut karena Zanana, dan sekarang kamu malah menyerahkan kepada Michelle. bukankah itu sama saja kau sedang menyiksanya," jawab Joseph.
"Kau salah! aku percaya padanya, oleh sebab itu aku ingin menguji apakah dia sanggup menyelamatkan hotel itu," jawab Leonardo.
"Apakah kamu menikahi dia hanya untuk mengujinya?"
"Tentu saja tidak! asal kau tahu, Michelle adalah orang yang paling penting bagiku. karena aku percaya padanya maka aku menyerahkan hotel ini. sebenarnya hotel ini tidak akan bangkrut karena danaku bisa membangkitkan hotel ini. akan tetapi Michelle memintaku agar tidak membantunya. karena dia yakin bisa membangkitkan hotel ini dengan caranya sendiri. dia melarangku untuk membantunya," jelas Leonardo.
"Dia sangat mandiri dan cerdas," ucap Joseph.
"Tentu saja aku bukan hanya menjadikan dia sebagai pengurus di sana, akan tetapi hotel itu juga akan menjadi miliknya."
"Apakah kamu ingin menyerahkan hotel itu kepada Michelle?"
__ADS_1
"Benar! aku percaya padanya, hotel adalah satu asetku yang akan menjadi miliknya, tidak peduli dia berhasil atau tidak, hotel ini tetap akan menjadi miliknya. kalau saja rencananya gagal bukan berarti hotel ini akan bangkrut," jawab Leonardo.
"Aku mengerti maksudmu, andaikan Michelle gagal, kau akan mengeluarkan dana untuk membangkitkan hotelmu," kata Joseph.
"Sebelum aku menikahinya, aku memang sudah berencana ingin menyerahkan salah satu asetku padanya. hotelku yang dianggap akan bangkrut itu sebenarnya tidak bangkrut. selagi dana kita kuat itu bukan masalah sama sekali. memang sudah keinginanku untuk memberikan kepada Michelle."
"Kau sengaja ingin menguji istrimu itu? kau ingin tahu apakah dia sanggup menghadapi masalah hotel?"
"Aku yakin dia sanggup, Michelle adalah wanita yang mandiri, dan juga sudah lama di dunia bisnis. tentu saja dia sanggup menghadapinya," jawab Leonardo.
"Apakah kamu akan menganti nama pemilik hotel menjadi namanya?" tanya Joseph.
"Iya, buat atas nama dia. Joseph, aku ingin kamu melakukannya sekarang!" jawab Leonardo.
"Baiklah," jawab Joseph.
Malam hari.
Setelah pulang kerja Michelle menyediakan makan malam di dapur. sementara Leonardo masih berada di perusahaannya.
"Sudah pukul tujuh, sebentar lagi seharusnya sudah pulang," ucap Michelle.
"Tuan Valentino, sangat jarang bisa minum bersama Anda, mari kita habiskan minuman kita!" ucap salah satu klien yang sudah lama bekerja sama.
Saat mereka sedang minum bersama, seorang gadis cantik menghampiri mereka. gadis itu adalah pekerja di club malam.
"Tuan, selamat malam! bagaimana kalau saya menemani Anda minum bersama," ujar gadis muda itu dengan senyum.
"Temani saja tuan Valentino, beliau adalah pria yang hebat," jawab klien Leonardo.
"Tidak perlu! aku juga harus pulang sekarang, ada yang menungguku di rumah," kata Leonardo yang bangkit dari tempat duduknya.
"Tuan Valentino, apakah istri Anda sedang menunggu Anda?"
"Iya, sudah pukul sembilan malam, sudah waktunya aku pulang, sampai jumpa," jawab Leonardo yang kemudian melangkah pergi.
Mansion Valentino.
Michelle yang menunggu kepulangan suaminya hingga ketiduran di sofa. setelah beberapa menit kemudian Leonardo kembali ke kediamannya.
__ADS_1
Saat Leonardo melangkah masuk ke dalam rumahnya, ia menghampiri istrinya yang sedang ketiduran di sofa. pria itu tersenyum dan menghampiri wanita itu.
"Istriku ini karena menungguku hingga tertidur di sini, kelihatan sekali kalau dia sangat lelah. selain mengurus hotel juga mengurus urusan rumah. seberapa sibuk pun dia tetap tidak lupa menyediakan kebutuhanku," batin Leonardo.
Leonardo mencium wajah istrinya.
Karena merasa sentuhan, Michelle membuka matanya dan melihat suaminya yang sedang tersenyum.
"Apa kamu sudah lama pulang? kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Michelle yang bangkit dan berubah posisi duduk.
"Michelle, kenapa kamu tidak tidur di dalam kamar?"
"Aku sedang menunggumu makan bersama, kamu pasti sudah lapar, aku akan memanaskan lauknya," ujar Michelle yang bangkit tempat duduknya.
"Tidak perlu! kamu juga baru siap masak, tidak perlu panaskan lagi, seharusnya kamu makan dulu kalau sudah lapar," jawab Leonardo yang merangkul pinggang istrinya.
"Aku ingin makan bersamamu," kata Michelle yang berjalan menuju ke ruang makan bersama suaminya.
"Michelle, bagaimana kalau kamu istirahat dan jangan masuk kerja dulu besok," kata Leonardo yang duduk di kursi makan bersama istrinya.
"Hotel sedang mulai menjalankan rencana baru, dan pasti akan lebih sibuk. aku tidak boleh istirahat. nanti mereka akan bermalas-malasan lagi."
"Aku tahu kamu sedang berusaha, tapi jangan memaksakan dirimu. aku tidak ingin kamu tertekan," kata Leonardo.
"Hotel adalah salah satu bisnis yang kamu jalankan selama ini, aku harus membuatnya kembali seperti semula," jawab Michelle.
"Apakah begitu penting bagimu?"
"Tentu saja! itu adalah hotel milikmu," jawab Michelle sambil menyantap makanannya.
"Makan dulu, kamu pasti hanya makan sedikit, kan?" tanya Leonardo sambil menyuapi istrinya.
"Iya," jawab Michelle.
Memiliki seorang istri yang pengertian adalah harapan Leonardo selama ini, setelah menikahi Michelle ia sangat bahagia dan tanpa tekanan. wanita itu selalu saja berusaha membantu dan juga menjaga suaminya. Leonardo selalu merasa tersentuh dengan sikap istrinya yang begitu perhatian pada dirinya. tentu saja selama ini perasaan haru ini belum dirasakan oleh Leonardo.
"Leonardo, aku memecat Janet dari posisi manager, dan Kelvin aku pilih menganti posisi Janet," kata Michelle.
"Lakukan saja yang mana menurutmu lebih cocok untuk mereka, aku tetap mendukungmu," jawab Leonardo.
__ADS_1