
Leonardo melajukan mobilnya menuju ke lokasi kejadian yang di mana istrinya terjadi kecelakaan. raut wajah pria itu sangat cemas dan matanya berkaca-kaca.
"Michelle, tolong jangan sampai terjadi apa-apa padamu," ucap Leonardo.
Di sisi lain Zanana yang berada di rumah sakit sedang histeris.
"Aarrghh...."
"Leonardo, kau sudah menabrakku sehingga aku keguguran, apakah kau tidak merasa bersalah padaku? hingga saat ini masih wanita itu yang kau utamakan," teriak Zanana.
Flash Back One.
Di saat Leonardo yang menjawab panggilan istrinya, wajahnya langsung pucat setelah mendengar bahwa istrinya kecelakaan. ia pun langsung memutuskan panggilan itu dan ingin pergi meninggalkan kamar itu.
"Leonardo, kau ingin ke mana?" tanya Zanana yang menahan tangan pria itu.
"Istriku kecelakaan," jawab Leonardo yang melepaskan tangan wanita itu.
"Tapi aku sangat butuh kamu di sini, aku baru kehilangan anakku," tangisan Zanana.
"Zanana, aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan. tapi, istriku ada di sana. dia sedang menungguku!" ujar Leonardo yang langsung melangkah pergi.
Flash Back Of...
Lokasi kejadian telah didatangi ambulan dan juga beberapa anggota polisi.
Saat itu Michelle sedang duduk di dalam ambulan. wanita itu hanya menunduk dan mengeluarkan air mata..
"Leonardo, apakah kalian bersama lagi? sejak kapan? bayi yang gugur itu apakah darah dagingmu," batin Michelle.
"Nona, di mana keluargamu?" tanya dokter yang berdiri di belakang ambulan.
"Keluargaku? kalau papa dan kakakku mengetahuinya mereka pasti khawatir lagi," gumam Michelle.
"Michelle...Michelle...," teriakan Leonardo menuju ke ambulan itu.
"Leonardo...," ucap Michelle yang melihat suaminya berlari menuju ke arahnya.
"Tuan, Anda siapa?" tanya Salah satu anggota polisi.
"Aku adalah suaminya," jawab Leonardo yang langsung menghampiri istrinya.
Leonardo langsung naik ke belakang ambulan dan duduk di samping istrinya.
__ADS_1
"Michelle, bagaimana denganmu, apa kamu terluka?" tanya Leonardo yang memeluk istrinya yang sedang menangis.
"Maaf, aku terlambat! beritahu aku, bagian mana kamu terasa sakit," ujar Leonardo yang mengecup dahi istrinya.
"Aku mengira kamu tidak datang," kata Michelle yang di dalam pelukan istrinya.
"Mana mungkin aku tidak datang, istriku ada di sini," jawab Leonardo.
"Terima kasih karena telah datang, asal kamu tahu aku menangis bukan karena sakit. tapi, karena aku mengira kau tidak akan datang," batin Michelle.
"Tadi, kamu ada di mana? aku menghubungimu berkali-kali tapi nomormu tidak aktif," tanya Michelle.
"Maaf, tadi aku terjadi sesuatu," jawab Leonardo yang melepaskan pelukannya.
"Apa yang telah terjadi?"
"Aku menabrak Zanana, dan dia keguguran. karena itu...aku melarikan dia ke rumah sakit. sayang sekali bayi dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan," jawab Leonardo yang mengusap air mata istrinya.
"Keguguran? bagaimana dia bisa...."
"Aku mencurigai pria yang mengancamku itu adalah ayah dari bayinya," jawab Leonardo.
"Orang yang mengancammu?"
"Benar!"
"Dia sangat terpukul karena kehilangan anak itu, dia menangis tanpa berhenti."
"Apakah di saat aku menghubungimu, kau sedang bersamanya?"
"Iya, dia masih tidak bisa memejamkan matanya, aku sangat menyesal kejadian itu. dan aku juga akan bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi," jawab Leonardo.
"Dengan cara apa kamu ingin bertanggung jawab?" tanya Michelle.
"Aku akan menanggung biaya pengobatan sehingga dia sembuh, aku tahu apa yang ku lakukan tidak bisa menghidupkan bayi dalam kandungan lagi. tapi setidaknya aku harus bertanggung jawab," jawab Leonardo.
"Michelle, aku akan membawamu ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, ikut aku pergi, ya!"
"Aku tidak terluka sama sekali, hanya saja...mobil kita sudah...," jawab Michelle yang melihat ke mobilnya yang rusak parah.
"Jangan dipikirkan! yang paling penting kamu tidak apa-apa, apa kamu tahu...aku sangat ketakutan saat mendengar kamu kecelakaan," ujar Leonardo.
"Maaf, aku tidak hati-hati dan ceroboh," ucap Michelle dengan menunduk.
__ADS_1
"Bukan salahmu! aku juga tidak akan menyalahkanmu, ayo...kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Leonardo yang turun dari mobil.
"Tapi, aku tidak terluka," kata Michelle.
"Michelle, dengar kataku, ikut aku ke rumah sakit. aku ingin dokter melakukan pemeriksaan di seluruh tubuhmu," ujar Leonardo.
"Iya," jawab Michelle dengan nurut.
"Hati-hati!" ucap Leonardo yang memapah istrinya yang sedang turun dari ambulan
"Tuan, istri Anda harus ke rumah sakit," kata dokter itu
"Aku yang akan membawanya ke rumah sakit," jawab Leonardo.
"Detektif, apakah kami sudah bisa pergi?" tanya Leonardo.
"Sudah bisa pergi!" jawab detektif itu.
"Nyonya, lain kali berhati-hatilah mengendarai mobilnya, menerobos lampu merah adalah kesalahan. dan saya berharap besok Anda akan ke kantor polisi," kata detektif.
"Maaf, saya sudah melakukan kesalahan," ucap Michelle.
"Sampai jumpa besok!"ucap Leonardo yang melangkah menuju ke mobilnya bersama Michelle.
Rumah Sakit Besar Niguarda.
Leonardo membawa istrinya ke rumah sakit terbaik di itali. pria itu sedang berdiri di luar sambil menunggu pemeriksaan istrinya.
Walau istrinya tidak terluka, akan tetapi Leonardo tetap ingin memastikan kondisi tubuh istrinya.
Pemeriksaan dilakukan selama satu jam.
Dokter dan Michelle keluar dari ruangan itu.
"Dokter, bagaimana dengan istriku? apakah baik-baik saja?" tanya Leonardo.
"Kita menunggu laporan yang akan keluar besok," jawab Dokter itu.
"Apakah istriku harus inap di sini?"
"Aku tidak ingin tinggal di sini," kata Michelle.
"Michelle...."
__ADS_1
"Aku ingin pulang!" pinta Michelle.
"Nyonya, sebelum laporan keluar, Anda harus tinggal di sini sampai besok, kalau sudah dipastikan kondisi Anda tidak ada masalah. maka Anda boleh pulang," ujar Dokter itu.