Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )

Siapa Yang Dicintai Suamiku? ( Season 2 )
Niat Zanana


__ADS_3

Keesokan harinya.


Michelle mulai membuka matanya, dengan perlahan ia memandang ke kiri dan melihat suaminya yang sedang tidur dengan posisi duduk.


"Apakah Leonardo menjagaku semalaman?" batin Michelle.


Michelle menyentuh tangan suaminya dengan lembut, wanita itu tersenyum tipis karena suaminya yang begitu perihatin padanya.


Karena merasakan sentuhan Leonardo terbangun, ia melihat tangan Michelle yang memegang telapak tangannya.


"Michelle...," ucap Leonardo langsung mendekati istrinya.


"Apakah semalam kamu di sini?" tanya Michelle yang masih dalam kondisi lemah.


"Iya, aku sedang menunggu istriku sadar dan bisa melihatku," jawab Leonardo dengan senyum.


"Maaf, aku kurang hati-hati sehingga mengalami kecelakaan ini," ucap Michelle.


"Yang penting kamu selamat, ini lebih utama dari segalanya," kata Leonardo.


"Bagaimana kabarmu? apakah ada yang merasa tidak nyaman?" tanya Leonardo.


"Kepalaku sakit," jawab Michelle.

__ADS_1


"Kamu terbentur, untung tidak mengalami gegar otak, aku akan memanggil dokter," ujar Leonardo yang menekan tombol yang ada di tembok dekat ranjang.


"Bagaimana dengan hotel?" tanya Michelle.


"Jangan khawatirkan hotel, Kelvin ada di sana, kamu harus cepat sembuh, kalau tidak, aku akan terus khawatir denganmu!" jawab Leonardo dengan senyum.


Setelah beberapa saat kemudian dokter datang memeriksa kondisi Michelle


"Dokter, bagaimana dengan kondisi istri saya?" tanya Leonardo yang berdiri di ujung ranjang.


"Walau sudah sadar, masih harus menerima perawatan rutin, dua hari lagi akan melakukan pemeriksaan seluruh tubuh untuk memastikan tidak mengalami luka dalam," jawab Dokter.


"Bagaimana kondisi kepala istriku?"


"Karena benturan pasti akan merasa sakit, tapi tidak berbahaya, hanya perlu minum obat dengan rutin," jawab Dokter itu yang tidak lama kemudian meninggalkan kamar itu.


"Bersabarlah untuk beberapa hari lagi, saat itu kau sudah bisa pulang," ucap Leonardo pada istrinya.


"Aku tidak sabar ingin pulang, aku merindukan rumah kita!"


"Aku tahu! tapi sekarang yang paling penting adalah sembuhkan lukamu dulu, kita harus memastikan kondisi tubuhmu. untuk berjaga-jaga agar tidak mengalami luka dalam," jawab Leonardo.


Sementara Zanana yang berada tidak jauh dari rumah sakit itu, ia mencari kesempatan untuk masuk ke kamar tempat Michelle dirawat.

__ADS_1


"Malam ini aku harus bisa masuk ke kamarnya, wanita itu harus mati dan aku baru bisa tenang. asal dia mati cepat atau lambat Leonardo pasti akan mendatangiku dan bersatu denganku lagi," batin Zanana.


Malam hari.


"Leonardo, lebih baik kamu pulang tidur, aku aman-aman saja di sini," kata Michelle yang sedang berbaring.


"Sebentar lagi aku akan pulang sebentar untuk mengambil dokumen yang akan ku baca malam ini, karena besok sekretarisku ingin mengunakan dokumen itu untuk menjumpai klien," ujar Leonardo.


"Kamu butuh istirahat, jangan bekerja hingga larut malam dan tidak tidur!"


"Aku tidak apa-apa, aku adalah pria kuat, dan aku masih muda!" ujar Leonardo dengan senyum.


"Usiamu hampir kepala empat, tidak muda lagi. jangan memaksakan diri bekerja begitu keras," kata Michelle.


"Baiklah, istriku! sekarang aku pulang mandi dan jemput dokumenku. setelah itu aku akan datang lagi!" ucap Leonardo yang mengecup dahi istrinya.


"Tidak perlu, kamu seharusnya istirahat di rumah," jawab Michelle.


"Aku tidak bisa meninggalkan istriku sendirian di sini, tunggu aku dan aku segera kembali," kata Leonardo.


"Hati-hati di jalan!" ucap Michelle.


"Baik, Istriku!" jawab Leonardo yang kemudian melangkah keluar.

__ADS_1


Setelah Leonardo pergi, Zanana menghampiri kamar Michelle. wanita itu telah bersembunyi di pojokan agar tidak dilihat oleh mantan suaminya itu.


"Ini adalah waktu yang tepat," batin Zanana. wanita itu memegang pisau kecil yang tajam dan berniat ingin membunuh istri dari mantan suaminya itu.


__ADS_2