
"Leonardo, kenapa kamu tidak pernah bertanya padaku, apa saja rencanaku?"
"Aku selalu percaya padamu, apapun rencanamu aku tetap mendukung. kamu hanya perlu berjanji satu hal denganku!"
"Berjanji apa?"
"Jangan karena kerja hingga lupa makan! itu saja yang ku minta," jawab Leonardo dengan senyum.
"Aku akan ingat selalu pesanmu," jawab Michelle yang mengambilkan lauk untuk suaminya.
Malam itu mereka makan dan saling menyuapi, senyuman mesra dari wajah mereka yang penuh dengan kebahagiaan.
Setelah selesai makan Michelle menyediakan air mandi untuk suaminya.
Di sisi lain Zanana yang berada di rumahnya sedang depresi dan tertekan. tidak tahu apa sebabnya wanita itu mengamuk dan melempar semua barang-barang rumahnya ke lantai.
Prang...
Suara pecahan barang yang dibanting dan berserakan di lantai.
Wanita itu menangis dan terduduk lemas, ia menjambak rambut sendiri sambil berteriak.
"Aarrghh...," teriak Zanana.
"Sial sekali! kenapa aku bisa sial sekali!" bentak Zanana.
__ADS_1
"Mantan istri Leonardo itu memegang dan melihat laporan dari dokter. ia membaca dengan matanya yang penuh kekesalan.
Kemudian ia mengingat kembali kejadian yang menimpanya beberapa saat yang lalu.
Kejadian di salah satu ruangan karaoke yang gelap. saat itu dirinya sedang dalam keadaan mabuk dan ditiduri oleh seorang pria yang adalah seorang pebisnis.
"Pria sialan, dia meniduriku dan mengancam Leonardo, dia menikmati tubuhku di saat tidak aku sadar dan sekarang aku harus mengandung darah dagingnya," ketus Zanana.
Zanana berteriak beberapa menit karena sangking kesalnya harus mengalami insiden yang memalukan ini.
"Nasib sial selalu saja mengikutiku ke mana-mana, ini tidak adil kenapa harus selalu aku yang mengalaminya," ketus Zanana dengan kesal.
Mansion Leonardo.
Jam dinding menunjukan pukul 23.00. Michelle telah ketiduran di samping suaminya yang sedang membaca dokumen di tempat tidurnya. sesekali pria itu menoleh ke arah istrinya yang tidur begitu pulas dengan ditutupi oleh selimut tebal.
Pria itu menatap istrinya dengan tersenyum dan mencium wajah polos istrinya yang tanpa make up.
"Setelah bersamamu, aku baru benar-benar merasa dihargai dan diutamakan. setiap malam kamu menunggu kepulanganku dengan beberapa hidangan yang telah kamu sediakan. kenapa tidak dari awal kita bertemu. setidaknya aku tidak akan pernah menikah dengan wanita itu," batin Leonardo.
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Michelle yang membuka matanya dan melihat suaminya yang sedang tersenyum.
"Sebentar lagi!" jawab Leonardo yang mengecup dahi istrinya.
"Kenapa kamu senyum? apakah ada hal yang mengembirakan?" tanya Michelle dengan heran.
__ADS_1
"Aku sedang melihat istriku yang cantik ini tidur dengan begitu pulas," jawab Leonardo.
"Sudah malam, cepat tidur!"
"Apakah kamu ingin aku tidur dengan memelukmu?" tanya Leonardo dengan senyum.
"Iya, aku ingin tidur dipelukanmu," jawab Michelle dengan senyum.
Leonardo tersenyum dan membaringkan dirinya di samping Michelle. kemudian ia memeluk istrinya dengan mesra.
"Apakah sangat nyaman tidur dipelukanku?" tanya Leonardo sambil dengan senyum.
"Iya, aku bisa tidur dengan nyaman," jawab Michelle.
"Selamat malam dan mimpi indah!" ucap Leonardo.
Tidak lama kemudian pasangan suami istri itu tertidur dengan berpelukan.
Keesokan harinya
Hotel
Siang itu terdapat seorang pria muda dan tampan yang melakukan Check in di hotel mewah yang dikelola oleh Michelle.
Dan di saat ia berdiri di depan meja resepsionis, Michelle bersama dengan para manager hotel sedang berunding sesuatu..
__ADS_1
Pria itu yang memandang ke arah Michelle hingga tidak beralih pandangan.
"Kenapa dia bisa ada di sini?" gumam pria itu yang melihat Michelle yang sedang sibuk bicara dengan yang lainnya