Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK

Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK
Kim Taehyung


__ADS_3

...๐˜ผ๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™š๐™ค๐™ฃ๐™œ.....


...๐™„'๐™ข ๐˜พ๐™ค๐™ข๐™š ๐˜ฝ๐™–๐™˜๐™ ...


...๐™ˆ๐™–๐™–๐™› .. ๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–...


.........


........


.......


...*:..๏ฝกoโ—‹ ๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐใ€€โ—‹o๏ฝก..:*...


"Kamu siapa?? " Suara itu keluar dari namja yang bari sadar dari pingsannya.


"Aku di mana? "


"Apakah aku diculik? " paniknya dan mencoba untuk bangun.


"aaaaauuuuu.. Kepalaku" ringisnya tatkala merasakan sakit di kepalanya.


"Hei tenang, kamu ada di rumah sakit" Jelas Taehyung.


"Aku mau pulang"


"Tunggu dulu. Kamu harus di rawat untuk sementara waktu di sini"


"Kamu siapa?? " Ucapnya tatkala sadar bahwa ada pria asing di depannya.


"Perkenalkan, saya Kim Taehyung yang tidak sengaja menabrakmu tadi"


Sontak namja manis itu pun terdiam, seperti sedang ngebug ๐Ÿ™„


" saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kelalalian saya yang menyebabkan anda harus berakhir di sini" Lanjutnya.


Namun pria manis itu masih diam tak berkutit.


"Oh.. Apakah itu kebiasaannya? Atau efek lain dari benturan? " pikir Taehyung.


" Heii" tegur Tae.


"aah??" Beo Jungkook.


"Saya kim Taehyung, nama mu siapa?"


"Saa.. Saya Jung.. Jungkook" Ucapnya gagap.


" Baiklah, Jungkook.. Saya akan bertanggung jawab atas kelalaian saya. Dan apakah kau memiliki nomor keluargamu? Biar saya mengabarinya"


"Keluarga?? Oh... Tunggu sebentar" ia pun meraba saku celananya. Mencari sesuatu. Yang membuat Namja tampan itu menyerngit bingung.


"Apa kau mencari ini?? " Ucapnya sambil menyodorkan sebuah Handphone.


Namja manis itu mengangguk dan mengambil handphone miliknya. Ia mencoba untuk menyalakan handphone miliknya namun gagal. Handphone itu tak dapat menyala. Ia pun memasang wajah lesu, sebab ia tak tahu nomor telpon hyungnya dan alamat rumah yang di tinggali pun ia tak ingat. Hanya ingat rutenya dari taman yang tadi ia lewati. Namun tak tahu nama daerahnya.


"Apa ada masalah? " Tanyanya.


"Maaf ahjussi.. Telpon saya rusak"


"Ahjussi?? Apakah aku setua itu? " Bathinnya.


"Baiklah, nanti saya bawakan yang baru"


"tidak usah ahjussi.. Terima kasih banyak"


"Tidak, saya akan bertanggung jawab"

__ADS_1


"Baiklah, terserah ahjussi"


Tak lama kemudian, seorang perawat datang ke ruangan tersebut.


"Permisi tuan" sapanya.


"Jungkook.. Kenapa anda bisa di sini?? " Kaget perawat tersebut tatkala melihat adanya Jungkook di sana.


"Apa kau mengenalku??" Tanya sang empu.


"Bagaimana tidak, saya juga merawat anda selama anda koma" jelasnya.


"Lalu.. Apakah suster punya nomor telpon hyung saya? "


"nanti saya carikan di data milikmu. Sekarang biarkan infusmu di ganti"


"Baiklah.. Terima kasih sus" ucapnya dengan memperlihatkan bunny smile miliknya.


"Saya permisi dulu" Ucap namja tampan yang tak lain adalah Taehyung.


Ia pergi dari ruangan itu dan menelpon seseorang.


"Cepat carikan handphone terbaru dan bawa ke rumah sakit Seoul. Segera. " Ucapnya pada seseorang yang di telpon sebelum ia menekan tombol untul mengakhiri panggilan tersebut.


Ia pun berjalan ke arah kantin rumah sakut tersebut. Banyak pasang mata yang menatap kagum dan terpesona saat ia melewati tempat itu. Ia duduk di meja yang berada di sudut ruangan, mengabaikan pandangan mata yang banyak melihatnya.


"Mau pesan apa tuan? " Tanya pelayan itu.


"Jus strawberry saja"


"Baiklah silahkan di tunggu, dan mohon lakukan pembayaran terlebih dahulu"


Ia pun mengambil dompet yang ada di balik jasnya, mengeluarkan sebuah kartu yang membuat pelayan itu terkejut.


"Maa.. Maaf tuan.. Tidak ada uang cash? " ucapnya.


"Baiklah tuan"


Dan dengan ragu, pelayan tersebut ke arah kasir membawa sebuah kartu 'Black Card Premium' di tangannya.


Tak berapa lama kemudian, minuman yang ia pesan pun tiba.


"Ini pesanan anda tuan.. Dan ini kartu milik anda". Ucap pelayan tersebut seraya mengembalikan kartu milik Taehyung.


Pelayan itu masih diam di sana memandang wajah Taehyung hingga membuatnya risih. Bagaimana bisa pelayan itu menyia nyiakan salah satu ciptaan tuhan yang satu ini. Wajahnya terlihat tegas dan tampan. Jangan lupakan wangi tubuhnya yang maskulin hingga tak jarang siapapun yang ada di dekatnya akan merasa betah.


Taehyung yang sedari tadi merasa dirinya di tatap pun malah menatap balik dengan tatapan tajam yang mampu terlihat dari mata elang miliknya sehingga membuat pelayan itu menunduk dan beranjak dari sana.


Taehyung menyesap jus strawberry yang di pesannya seraya mengecek handphone miliknya.


Tak berapa lama kemudian datanglah asisten pribadinya, Mark. Pria itu datang dengan goddie bag di tangannya.


"Ini Bosss.. Pesanan anda" Ucapnya seraya menyodorkan goddie bag itu.


"Hmm.. Kenapa lama sekali" Protesnya.


"Maaf boss tadi ban mobil milik saya kempes" jelasnya.


"pergilah"


"baik bosss"


Pria bernama Mark pun undur diri dari hadapan Bossnya.


Taehyung beranjak dari tempat duduknya untuk mengunjungi Jungkook dan memberikan handphone baru sebagai ganti handphonennya yang rusak.


Di saat Taehyung memasuki kamar inap tersebut, ia melihat Jungkook yang tengah tertidur dengan tenang. Kalau di lihat lihat, wajahnya sangat manis dan lucu. Nampak bukan seperti namja, tapi yeoja. Hingga tak terasa senyuman pun terukir di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Apa yang aku pikirkan"


Ia pun menaruh goddie bag berisi handphone baru di atas nakas karena tak mau mengganggu istirahat pria manis itu.


Taehyung melangkahkan kakinya keluar ruangan tersebut. Baru juga beberapa langkah dari pintu ruangan itu, seseorang menabraknya.


Brukkkk


Keduanya mendongak


"Maaf.. Saya tidak sengaja" Ucap pria yang menabrak Taehyung.


"Seokjin"


"Taehyung"


"kenapa anda di sini?? "


"lalu anda? "


"Saya mendapar kabar bahwa sepupu saya mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit ini"


"Oh.. "


"Ya sudah.. saya permisi dulu Taehyung ah"


Yang di ajak bicara hanya berdehem dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia berencana untuk pulang untuk membersihkan diri dan kembali lagi ke rumah sakit. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Kenapa dia bisa perduli dengan orang yang tak ia kenal. Seperti bukan sikap Taehyung yang sebenarnya.


Seokjin berjalan ke ruangan tempat sepupu manisnya di rawat. Ia membuka pintu itu dengan pelan, tak hentinya ia berdoa agar sepupunya tidak mengalami hal hal buruk lagi.


"Jungkook"


Pria manis yang tengah tertidur pun membuka matanya tatkala mendengar namanya di sebut.


"Hyung.. Bagaimana hyung bisa sampai ke sini? " Herannya.


"Tadi ada perawat yang menelpon dan memberi tahuku bahwa kau di rawat di sini. katakan padaku, siapa pelakunya. Mau hyung hajar dengan panci pink kesayanganku. Kau tau.. Hyung dari lokasi survei harus pulang terlebih dahulu untuk mengambil panci pink itu"


Jungkook yang mendengar sepupunya berbicara tanpa rem itu pun terkekeh lucu.


"Yakk.. Bisa bisanya kau tertawa"


"Hyung.. Apakah kau tidak kehabisan nafas? " Ucapnya seraya tertawa.


"Kau tetap menyebalkan Jung.. "


"Aiishh.. Merajuk.. Hyung jangan khawatir.. Aku baik baik saja. Lagian yang menabrakku itu mau bertanggung jawab. Jadi hyung jangan khawatir. Dan untuk panci pink mu. Lebih baik kau menyimpannya hyung" Ucapnya di akhiri kekehan tatkala mengingat bahwa hyungnya itu hatus pulang ke rumah dahulu untuk mengambil panci pink kesayangannya.


...๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ž๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ...


...๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™ž ๐™™๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐˜พ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ช...


...๐™‚๐™ช๐™ข๐™–๐™ฌ๐™ค...


...๐™จ๐™š๐™š.. ๐™ฃ๐™š๐™ญ๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™ง๐™ฉ...


.......


.......


.......


๐“ข๐“ฝ๐“ธ๐“ป๐”‚ ๐“ซ๐”‚ :


๐“ฃ๐“ช๐“ฑ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฃ๐“ช๐“ฎ๐“ด๐“ธ๐“ธ๐“ด๐Ÿป๐Ÿฐ


.

__ADS_1


__ADS_2