
...๐ผ๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐๐ค๐ฃ๐.....
...๐'๐ข ๐พ๐ค๐ข๐ ๐ฝ๐๐๐ ...
...๐๐๐๐ .. ๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐...
.........
........
.......
...*:..๏ฝกoโ ๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐใโo๏ฝก..:*...
"Kamu......"
Ketiga orang itu memekik kaget.
"apakah kalian saling mengenal ?" tanya Tuan Lee.
"Jungkook / Tuan Taehyung" sahutnya bersamaan dan seketika hening.
"Oh, jadi kalian sudah saling kenal" santai tuan Lee.
"Ngapain tuan Taehyung di sini?" tanya Jungkook.
"Jungkook sendiri ?"
"Aisshhh.. Orang nanya malah tanya balik"
"khhheemmm.. Jadi perkenalkan Jungkook, dia adalah keponakan sepupu saya. Dan kebetulan paman juga memiliki janji padanya. Tidak apa kan ?" jelas Tuan Lee.
"Tidak apa apa ahjussi"
Mereka bertiga pun duduk di ruangan tersebut sambil menikmati hidangan berupa amkanan ringan dan minuman yang di suguhkan oleh tuan Lee.
"Baiklah, bagaimana pekerjaanmu Tae?" ini pertanyaan dari tuan Lee.
"Baik paman"
"apakah orang tuamu masih mencoba untuk menjodohkanmu?"
"yaaa.. Seperti itulah eomma dan Appa selalu mencoba mengaturku" jelasnya yang membuat Jungkook reflek tersenyum.
"Rupanya orang seterkenal tuan Kim saja masih memakai tradisi begitu" kekehnya.
"Bukan begitu Jung.. Sepertinya sepupu paman hanya tak ingin melihat anaknya menjadi jomblo lapuk. Ya ka Tae?"
"Paman seperti tidak tahu saja aku orang yang bagaimana" ucap Taehyung.
"Neee... Paman paham Tae"
"Ya sudah dari pada kamu begitu, lebih baik bergabung dulu dengan paman dan Jungkook, dia adalah keponakan dari teman paman dulu sewaktu muda. Kebetulan hari ini ia akan belajar melukis di sini" sambungnya
"Sejak kapan tempat ini d jadikan tempat untuk menerima murid les"
"astaga Tae.. Pama bukan buka tempat les, Jungkook ke sini hanya untuk belajar dan menunjukkan kemahirannya dalam melukis"
"Ayo Jungkook, kita mulai saja melukisnya, paman ingin melihat bagaimana cara kau melukis"
"Terima kasih ahjussi, tapi maaf yaaa.. Aku hanya melukis menuruti tangan dan imajinasiku saja"
"Baiklah, paman paham"
__ADS_1
Jungkook pun mulau menyapu kanvas berwarna putih itu dengan kuas di tangannya, ia menggerakkann tangannya melukis sesuatu sesuai imajinasinya.
by: Pinterest
Hal itu tak luput dari penglihatan Taehyung yang sedari tadi memendangi Jungkook yang tengah melukis, sedangkan Jungkook sibuk dengan kuaas dan warnanya.
Taehyung tak sengaja tersenyum melihat pemandangan di depannya itu. Hingga tak lama kemudian seseorang menepuk bahunya dari belakang. Ia pun menoleh
"paman"
"Ikut paman"
Keduanya pergi ke ruangan sebelah, meninggalkan Jungkook yang tengah melukis disana.
"Bagaimana Tae? Apa ada yang ingin kamu bicarakan dengan paman " Tanyanya.
"Begini paman, dulu waktu kecil, Appa dan Eomma pernah mengajakku ke Busan. Waktu itu kebetulan juga kan paman dan bibi ke sana juga. Dan Paman tau kan kalau aku pernah bercerita bahwa Tae di sana kenal dengan seorang anak kecil yang sering bermain di pinggir pantai ?"
"Kejadian itu sudah sangat lama Tae, kenapa tiba-tiba bertanya begitu ?"
"Entahlah paman, aku hanya ingin bertemu lagi dengan anak kecil itu. Aku sampai lupa mengingat namanya. Bahkan wajahnyapun terasa samar dalam ingatanku"
"Memangnya untuk apa kau mencarinya sekarang ?"
"Hanya ingin"
"Hanya ingin ? Sepertinya keponakanku bukan orang yang seperti itu"
"Ayolah paman, hanya paman yang tau aku seperti apa. Bisakah paman membantuku mencari anak itu ? Bukankah paman memiliki teman yang tinggal di Busan saja?"
"Iya kau benar, tapi bagaimana caranya jika namanya saja kau tidak mnegingatnya. Paman bukan paranormal yang bisa menerawang ke masa lalu"
"Aku tidak percaya pada hal sesperti itu"
"maksud paman ?"
"mereka semua meninggal. Paman tak tahu apa penyebabnya, teman paman meninggal di saat prosesi pemakaman saudaranya. Dan itu sangat aneh"
"maksud paman ?"
"kejadian itu seolah olah di lakukan oleh satu orang, entahlah.. Paman dengan saudara dari teman paman memiliki seorang putra yang masih kecil"
"ini niatnya Tae yang butuh bantuan, tapi paman malah menceritakan orang lain"
"aiissshhhhh.. Dasar ponaan durhaka kau"
Dan di saat tuan Lee hendak menggeplak ke Taehyung, mereka mendengar ketukan pintu dari luar.
Ternyata itu Jungkook. Mereka hampir melupakan bahwa ada Jungkook juga di sana.
Dan memang begitulah Taehyung yang lebih akrab dengan pamannya dari pada orang tuanya sendiri. Karena sedari kecil, ia sering di titipkan ke rumah tuan Lee tatkala orang tuanya ada perjalanan bisnis keluar negeri.
"maaf Jungkook, paman hampir lupa kalau di sini ada kamu juga. Apakah sudah selesai lukisannya ?"
" sudah ahjussi, maaf mengganggu. Aku hanya ingin bertanya, apakah di sini ada toilet ?"
"Kamu tinggal berjalan lurus saja dari depan ruangan ini, setelah itu belok ke kanan dan di sana sudah bisa terlihat toiletnya".
"Baik, terima kasih ahjussi"
Jungkook pun berlalu dari ruangan tersebut, dan tanpa di sadari ada seseorang di sana dengan tanpa sengaja mengulas sebuah senyuman manis di sudut bibir tebalnya.
__ADS_1
โโโโโโโโ
"Waaah, Jungkook, lukisanmu sangat indah. Terkesan sederhana tapi seperti sudah pandai saja kau melukis"
"Ah.. Terima kasih paman, aku masih kurang menguasai banyak tentang ini. dan ini pun tak sebanding dengan hasil karya anda"
"kau bisa saja jung... Oh yaaaa.. Kau boleh menyumbangkan sebuah lukisan di Galleriku ini. Terserah kau, aku pun tak menuntutnya untuk selesai dengan cepat. Tapi paman harap kau menyumbangkan lukisan terbaikmu"
"Sungguh paman ? Apakah aku beneran bisa memajang lukisanku di sini ?"
"Tentu saja Jung, itung-itung paman bantu promosikan karyamu"
"Gumawo paman,,, terima kasih banyak"
"Sama-sama Jung, orang berbakat sepertimu memang patut di banggakan" Ucapnya yang di akhiri dengan sebuah kekehan.
Jungkook turut senang mendengar dengan apa yang di ucapkan oleh Ahjussi Lee. Kapan lagi ya kaann. Karyanya yang tak seberapa itu di pajang di Galleri seniman yang sudah terkenal di kota itu.
'Semoga impianku jadi kenyataan' Gumannya dalam hati.
โโโโโโโโ
hari ini Jungkook akan menyerahkan hasil lukisan yang sudah ia persiapkan semenjak mendapat kesempatan dari tuan Lee untuk memajangkan hasil lukisannya di Galleri miliknya.
"Semoga tuan Lee puas dengan lukisan ini " gumannya sambil memegang kanvas yang sudah terdapat sebuah lukisan di sana.
"akhirnya, aku bisa menunjukkan karyaku di depan umum beruntungnya aku terlepas dari orang seperti Jae keparat. Kalaupun aku kembali ke masa lalu, sumpah demi apapun aku tak berharap bisa mengenall orang seperti dia. Huuhhh.. Mengingatnya saja membuatku emosi seperti ini"
Dan tak lama kemudian ia pun berangkat dengan menaiki mobil taxi yang sudah di pesannya.
.
.
.
"Wah.. Jungkook, kau sungguh datang ke sini. Paman sangat senang"
"tetu saja saya datang, mana bisa saya menyia-nyiakan kesempatan dari Tuan Lee yang langka ini"
"Kau bisa saja. Coba paman liat hasil lukisanmu"
Jungkook pun menunjukkan hasil lukisannya.
.
.
.
...๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ...
...๐ฝ๐๐ง๐ ๐๐ช๐ ๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐พ๐๐ง๐๐ฉ๐๐ ๐ช...
...๐๐ช๐ข๐๐ฌ๐ค...
...๐จ๐๐.. ๐ฃ๐๐ญ๐ฉ ๐ฅ๐๐ง๐ฉ...
.......
.......
.......
__ADS_1
๐ข๐ฝ๐ธ๐ป๐ ๐ซ๐ :
๐ฃ๐ช๐ฑ๐ฒ๐ต๐ช๐ต๐ช๐ฝ๐ท๐๐ช ๐ฃ๐ช๐ฎ๐ด๐ธ๐ธ๐ด๐ป๐ฐ