Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK

Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK
Jengah


__ADS_3

...๐˜ผ๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™š๐™ค๐™ฃ๐™œ.....


...๐™„'๐™ข ๐˜พ๐™ค๐™ข๐™š ๐˜ฝ๐™–๐™˜๐™ ...


...๐™ˆ๐™–๐™–๐™› .. ๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–...


.........


........


.......


...*:..๏ฝกoโ—‹ ๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐใ€€โ—‹o๏ฝก..:*...


.


.


.


"Astagaaaaa.. Jantungku" kagetnya.


Taehyung pun mendekat


"Apa kamu sakit? "


"Tii.. Tiii..daaakk"


Taehyung pun menaikkan alisnya sebelah


Jungkook nampak gemetar melihat harga yang tercantum pada satu set kuas yang menurutnya itu bagus. Sepertinyadia menginginkan itu.


"Ya sudah.. Kita cari yang lain dulu" Ucap Jungkook.


"Tidak jadi beli kuas?? " Tanya Taehyung tatkala melewati rak yang berisi berbagai jenis kuas lukis.


"Hmm.. Mungkin tidak sekarang" Balas Jungkook.


Dan mereka pun melewati rak tersebut dan beralih ke per cat-an. Jungkook memasukkan beberapa warna cat ke dalam keranjang belanjaannya.


Setelah di rasa cukup untuk keperluan melukisnya.. Ia pun berjalan ke arah kasir.


"Apakah sudah cukup" Tanya Taehyung.


"Nee.. Aku rasa aku sudah membeli semua keperluanku" Jawab Jungkook.


"Tuan bisa menunggu saya di manapun. Karena ini pasti akan sangat lama" sambungnya. Jujur ia merasa tak enak jika harus di tunggu oleh Taehyung.


Dan Taehyung pun segera berjalan entah kemana.. Ia hanya fokus melihat barang belanjaannya di scan satu persatu.


.....


"Bawa ke mobil saja segera. Kalau bisa lewat pintu belakang"


"Baik tuan"


"Ini bayaranmu"


.....


Jungkook pun selesai dengan aktivitanya. Ia menoleh ke belakang dan ternyata Taehyung tengah berbicara dengan teman yang di temuinya tadi. Sesaat kemudian Taehyung menghampiri Jungkook.


"Sudah ingin pulang atau ..? "


"Pulang saja tuan.. Dan yaah.. Aku bisa memesan taxi sendiri"


"Kita berangkatnya bareng.. Jadi pulangnya harus bareng" Cegah Taehyung.


"Tapi.. "..


" Saya tidak menerima penolakan Jung.. " Ucapnya. Jangan lupakan tatapan mengintimidasi yang membuat Jungkook tak bisa berkata apa apa lagi.


" Saya pulang duluan " pamitnya pada temannya.


" Hati hati Tae... Jangan lupa untuk sering berkumpul dengn teman lainnya" Ucap teman Taehyung.


"Tidak janji hyung"


"selalu begitu"


Dan Taekook pun berjalan menuju mobil yang sudah terparkir rapi di depan toko.


"Tuan.. Apakah ini tidak masalah? " ucap jungkook.


"Tidak.. "


"saya berhenti di halte bus saya tuan"

__ADS_1


"saya antar sampai rumah, berikan alamatmu"


"tapi"


"atau anda mau saya culik? " ucapnya dengan melirik Jungkook smbil menaikkan satu alisnya.


"Baiklah.. Saya tinggal di jalan xxxx no xx"


Taehyung melajukan mobilnya, tak ada percakapan di antara kedua orang tersebut.


Mereka sibuk dengan pikiran masing masing.


Hingga tak terasa keduanya sudah berada di tempat tinggal Jungkook.


Yes.. Namjin House + Jungkook


"Ini sudah sampai?? " Tanya Taehyung.


"Neee tuan... Terima kasih banyak.. Mau mampir dulu kah?? " basa basinya. Sebenarnya dia tidak enak jika harus berdekatan dengan Taehyung. Auranya sangat mengintimidasi sekali. Tapi apalah daya. Masak iya.. Dia tega membiarkan orang yang sudah mengantarnya pergi begitu saja. Contoh contoh orang tidak tahu berterima kasih sekali ya kan.


"Baiklah"


Yes. Kata itu membuat Jungkook membelalakkan matanya lucu. sungguh.. Ia tak berpikir bahwa tuan Kim akan menerima ajakannya itu. Tapi mau bagaimana lagi...


"Baiklah tuan" Ucap jungkook sambil menenteng barang belanjaannya.


Keduanya masuk ke dalam.


"mari tuan silahkan"


"terima kasih"


.


.


.


Sekarang posisinya Taehyung dan Jungkook tengah duduk berhadapan di ruang tamu.


Hening


"Apakah kamu tinggal sendiri di sini? "


"Tidak tuan.. Saya tinggal bersama dengan kakak sepupu saya"


"Silahkan di minum tuan"


"baiklah"


Taehyung pun menyeruput secangkir teh hangat yang di buatkan oleh Jungkook.


'Rasanya manis.. Seperti yang membuat.. '


Ya... Begitulah bathin Taehyung.


"Tuan Taehyung"


"Tuan jin"


"Kebetulan sekali kita bertemu"


"Jadi,. Jungkook tinggal bersama anda?? "


"iya tuan.. karena kedua orang tuanya sudah tiada"


"Apakah Tuan Taehyung berkenan untuk makan siang bersama kami?? Kebetulan makan siang sudah siap"


"Tidak usah tuan.. Saya pamit pulang "


"Ah.. Terima kasih Tuan Taehyung.. Sudah mampir dan mengantar adik sepupu saya"


"Terima kasih tuan" ucap Jungkook sambil membungkuk.


Setelah kepergian Taehyung.. Jungkook pun berjalan ke arah kamarnya dan meletakkan barang belanjaannya di lanjut untuk makan siang bersama Jin dan Namjoon.


Di meja makan


"Jung.. Apakah kau dekat dengan tuan Taehyung? " Tanya seokjin.


"Tidak hyung.. Kita hanya tak sengaja bertemu saja" jawabnya.


"Hyung kira kau dekat dengannya"


"Mana mungkin aku dekat dengan orang kaku begitu. . Mengerikan sekali" celetuknya.


"Yakk.. Dia itu bukan sembarang orang kau tahu"

__ADS_1


"Kalau bukan orang lalu apa.. ? Alien?? "


"Mulutmu jung.. Ingin ku sumpal rasanya. Sejak kapan kau begitu hah?? "


"Aiishh.. Kenapa malah Hyung yang kesal? Aku hanya bercanda eoh"


"Yakk.. Jeon jungkook"


"Iya.. Itu namaku"


"Aiisshhh.. Anak satu ini"


"Sudahlah.. Kalian selalu begitu". Ini suara namjoon.


Jujur sudah terbiasa mendengar percekcokan kecil kecilan antara Jin dan Jungkook. Kedua sepupu ini tidak ada yang mau mengalah.


Dan sepersekian detik kemudian mereka melanjutkan acara makan siang hingga selesai.


Jungkook beralih ke kamarnya, tak sabar ingin membuka barang yang sudah ia beli.


" waaaaaaaahhhhhh ".


" aapakah ini di belikan oleh tuan Tae? "


" Kuasnya bagus sekali... kookie sukaa... Upss" ucapnya lalu membekap mulutnya sendiri.


'Kalau di pikir pikir.. Tae baik juga yaaa.. tapi datar' bathinnya yang di lanjut dengan kekehan.


Ia pun menyimpan benda tersebut di laci meja pojok. Kemudian di lanjut dengan membersihkan diri.


โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹


Genap sebulan sudah semenjak kejadian tersebut, Taehyung dan Jungkook tidak pernah bertemu.


**Di sisi lain.. Jepang**


Namja dewasa tampak sibuk dengan tumpukan proposal yang harus di periksa dan tanda tangani.


"Tae.. Besok kita harus ke Australia mengecek bahan bangunan di sana"


"Harus besok? "


"Iya.. Karena besok juga ada pemerintah sana yang ingin berdiskusi tentang pembangunan gedung baru"


"tidak bisakah kau saja yang ke sana? "


"Gak bisa Tae.. Kamu harus ke sana juga"


"hmmmm"


Taehyung duduk bersandar di kursi kerjanya.. menatap tumpukan proposal dengan jengah.


"kalau begini.. Lebih baik aku jadi pengangguran saja" gumannya.


"kenapa aku jadi mengingatnya??"


Seulas senyum terlukis di sudut bibirnya tatkala ia tak sengaja mengingat wajah seseorang. Entahlah.. Mereka sudah lama tak bertemu. Kim Taehyung sangat sibuk dengan beberapa proyeknya hingga nampak tubuhnya yang sangat lelah dan sedikit lebih kurusan dari biasanya. Bagaimana tidak.. Dia hanya tidur 2 atau 3 jam saja. Benar benar cowok pekerja keras yaahh !.


Keesokan harinya.. sesuai rencana


Taehyung dan Hobi yang senantiasa mendampingi kemanapun Taehyung pergi. Keduanya telah berada di bandara. Yaaaah.. perjalanan anatara Jepang dan Autralia cukup melelahkan.. Taehyung memanfaatkan waktunya untuk beristirahat di pesawat VVIP Room.


"Tae... Sebentar yaaa. Aku masih mau nelpon istriku dulu" ucap Hobi yang hanya di jawab dengan anggukan olehnya


Seperti biasa.. Hobi memang sangat bucin terhadap Istrinya.. Terlebih istrinya tengah mengandung. Di sela sela pekerjaannya.. Ia selalu mengabari sang istri.


"Seperti itukah rasanya memiliki pasangan"


Itu suara hati seorang Kim Taehyung omong omong.. Dan tanpa sengaja.. Siluit seseorang nampak di bayangannya,


...๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ž๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ...


...๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™ž ๐™™๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐˜พ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ช...


...๐™‚๐™ช๐™ข๐™–๐™ฌ๐™ค...


...๐™จ๐™š๐™š.. ๐™ฃ๐™š๐™ญ๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™ง๐™ฉ...


.......


.......


.......


๐“ข๐“ฝ๐“ธ๐“ป๐”‚ ๐“ซ๐”‚ :


๐“ฃ๐“ช๐“ฑ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฃ๐“ช๐“ฎ๐“ด๐“ธ๐“ธ๐“ด๐Ÿป๐Ÿฐ

__ADS_1


__ADS_2