
...๐ผ๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐๐ค๐ฃ๐.....
...๐'๐ข ๐พ๐ค๐ข๐ ๐ฝ๐๐๐ ...
...๐๐๐๐ .. ๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐...
.........
........
.......
...*:..๏ฝกoโ ๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐใโo๏ฝก..:*...
Hari berganti malam..
Mentari berganti rembulan..
.
.
.
Namja Manis itu tengah duduk sambil bercanda dengan kakak sepupunya.
"Hyung.. Aku ingin pulang" rengeknya.
"Kita tunggu saran dari dokter yaaa.. Hyung gak mau kamu kenapa kenapa" Ucap Seokjin.
"Tapi bosaaan" Ucapnya sambil mempoutkan bibirnya.
"Hei.. Siapa yang menyuruhmu semenggemaskan ini eoh?? " Ucapnya sambil mencubit kedua pipi milik adik sepupu manisnya.
"Sakit eohhh".. Ringisnya .. Dan tak terasa buliran bening menetes dari sudut matanya.
" Hei.. Kau menangis..? "
"Sakittttt.. "
Cekreeekk
Suara pintu terbuka mengagetkan kedua namja yang tengah berbincang itu.
Mereka sama sama menoleh ke arah pintu yang terbuka.
"Tuan Taehyung" pekiknya kaget.
"Tuan Seokjin" yang di sapa tak kalah kagetnya juga.
"Sedang apa anda di sini" Ucapnya berbarengan. Sontak membuat Seokjin menutup mulutnya tak percaya sekaligus kaget.
Sedangkan Jungkook yang melihat interaksi keduanya hanya memasang wajah bodoh. Ia pun juga bingung, mengapa mereka saling mengenal satu sama lain pikirnya.
"Ada apa Tuan Taehyung ke sini?" Tanya seokjin lagi.
"'Saya yang bertanggung jawab atas Jungkook" Jawabnya.
"Mak.. Maksud tuan?? "
"Taehyung saja. Usiamu lebih tua dari pada saya".
" Jung.. Kamu berhutang penjelasan pada hyung" Ucapnya menatap Jungkook. Sedangkan Jungkook sibuk mengusap sisa sisa air matanya yang berjatuhan tadi.
" Maaf.. Jadi.. Anda keluarga Jungkook?" Sela Taehyung.
__ADS_1
"i.. Iyaaa.. Benar... Saya kakak sepupunya" Ujar Seokjin.
"Kalau begitu saya minta maaf, karena kelalaian saya.. Sepupu anda bisa mengalami hal buruk ini" Ucapnya sambil membungkuk hormat.
"Tapi saya akan bertanggung jawab sepenuhnya" Lanjutnya.
" Baiklah.. Saya percaya dengan tuan Taehyung.. Lagian ini tidak separah dugaan saya"
"Kalau begitu, saya permisi dulu. Saya ke sini hanya untuk memastikan keadaannya saja" Pamitnya.
"Tunggu.... " Cegah Jungkook.
Taehyung pun berbalik.
"Terima kasih" Ucapnya. Pria itu hanya mengangguk dan menyunggingkan sedikit senyuman di bibirnya.
Hal itu tentu membuat Seokjin keheranan. Pasalnya, ia tahu siapa itu Kim Taehyung. Tak mudah membuatnya tersenyum apa lagi tertawa.
"Waaah.. Lihat ini.. Ada apa dengannya?? Apakah dia ketempelan?? Jin mana yang membuatnya jadi seperti itu. Tampak menyeramkan bukan? Hebohnya yang membuat jungkook tertawa mendengar Hyungnya berkata panjang lebar tanpa titik koma.
" Yaaiiisssh.. Ini juga .. Ku rasa kau ketempelan setan jung"
"Setannya ada di depanku"
"Apa maksudmu?? "
"Yaaaaak.. Kau mengataiku setan hah?? Dasar adik lucknut kau" Geramnya.
"tapi bener kan.. Yang di depanku ini adalah sosok jin" pekiknya.
"Bedalah.. Ini jin tampan. JIN WORLD WIDE HANDSOME" Jelasnya penuh dengan penekanan.
"Tetap saja kau seorang jin"
"Beda jung.. Beda. Aiissh.. Haruskah aku mengubah namaku?? Kau tau.. Ibu dan ayahku sangat bangga menamaiku seperti itu."
"Kau berhutang penjelasan Jung.. Cepat ceritakan" pinta Seokjin. Dan Jungkook pun menceritakan semuanya dari awal saat ia hendak menolong seorang anak kecil dan berakhir dirinya lah yang tetabrak.
"Lain kali jangan gegabah.. Hyung tak mau kamu kenapa kenapa"
"Iya.. Hyung tenang saja. Oh yaaa. Hyung gak mau pulang? " Tanyanya.
"Tidak.. Hyung menginap saja di sini bersamamu".
" Lalu.. Bagaimana dengan Namjoon Hyung? "
"Biarkan saja dia di sana. Aku sudah mengabarinya tadi"
"Hyung pulanglah, kasihan Namjoon Hyung sendirian di rumah"
"Tidak jung.. Aku di sini saja"
"Aku gak papa hyung.. Benaran deh.. Hyung pulang saja sana"
"Kau mengusirku??"
" Bukan begitu.. Aku hanya tak nyaman jika di awasi seperti ini. Aku sudah besar eoh".
"Baiklah.. Baiklah.. Hyung pulang dulu. Kau jangsn kemana mana. Tetap di sini.. Besok hyung jenguk lagi. Oke"
"Okee"
Setelah itu, Seokjin meninggalkan tempat itu. Ia kembali ke rumahnya karena perintah Jungkook. Bagaimana pun.. Ia akan berusaha membuat Jungkook se nyaman mungkin, karena ia sangat menyayanginya. Lagian dia percaya bahwa rumah sakit itu memiliki keamanan yang tinggi. Terbukti selama jungkook koma 8 bulan lebih, waktu itu juga Seokjin dan Namjoon harus pulang pergi bahkan harus ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya. Namun kondisi Jungkook tetap aman dan dokter pun senantiasa mengabarkan kondisi Jungkook terhadap Seokjin. Bahkan bisa di bilang bahwa Seokjin lumayan dekat dengan dokter dan beberapa perawat yang telah merawat Jungkook selama ini.
๐๐๐ฃ๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐๐ข..
__ADS_1
๐ฟ๐ ๐๐ช๐ข๐๐ ๐๐๐ ๐๐ฉ ๐๐๐ค๐ช๐ก
Pintu kamar Jungkook terbuka. Menampilkan sosok namja dewasa berparas tampan dan tegas.
"Sudah tidur rupanya. Dan kenapa dia sendirian? Bukankah tadi ada hyungnya? " bathinnya sambil berjalan mendekati Jungkook yang tengah terbaring di brangkar.
Di dekati sosok yang tengah terbaring itu, di liat lamat lamat wajahnya.
"Sangat manis.. Entah itu tampan atau cantik, sepertinya dia berbeda dengan kebanyakan namja lainnya" Batinnya lagi.
"Sadarlah tae.. Kamu straight"
Entah dari mana bisikan itu berasal, tapi itu mampuenyadarkan Taehyung yang sedari tadi menatap intens namja di depannya itu. Beruntung yang di tatap tidak sadarkan diri.
Sebelumnya, ia tak pernah memandang orang lebih dari 3 detik. Entahlah... Tapi memang begitulah seorang Kim Taehyung. Bahkan ia tak tersentuh dengan bebas.
Malam ini Taehyung tanpa sengaja mengunjungi Jungkook akibat orang tuanya berkunjung ke mansion pribadinya. Sungguh, bukan ia ingin menghindari orang tuanya sendiri.
Ia terpaksa karena desakan orang tuanya yang selalu menyuruhnya untuk menikah. Padahal dia mah happy happy aja melajang.
(Tuan Kim.. Mau sama aku gak ya??) ๐
Awalnya Taehyung ingin ke kantor dan menelpon Hobi untuk menemaninya... Tapi sayangnya, si Hobi malah sedang jalan-jalan atas kemauan istrinya. (katanya sih ngidam) ๐
Taehyung terduduk di shofa yang berada di samping brangkar.. Ia duduk di sana sambil memandang wajah Jungkook.
Seketika, ia teringat dengan anak kecil yang pernah ia temui dulu.
"Ko.... ku rasa kau seumuran dengan pria di depanku ini. Apakah kau tumbuh dengan baik? " bathinnya.
Niat hati ingin segera pergi dari sana. Tapi rasa kantuk telah menguasai seorang Kim Taehyung. Belakangan ini dia memang jarang sekali tidur. Bisa di bilang, ia kurang istirahat.
Tak lama kemudian ia pun terdidur di shofa empuk itu dalam posisi duduk.
Tengah malam...
Jungkook terbangun dari tidurnya, tenggorokannya terasa kering. ia pun duduk dan berusaha meraih gelas yang ada di nakas samping brangkar.
'praaaaaaanggg' (anggaplah begitu)
Gelas itu terjatuh dan pecah. Hingga membangunkan Taehyung yang tengah tertidur.
Jungkook di tambah kaget melihat adanya Taehyung di sana.
Taehyung menghampiri JK
"Ada apa?? " Tanyanya..
JK pun seolah menghindar dari Taehyung
"Kamu siapa??? " Tanyanya..
...๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ...
...๐ฝ๐๐ง๐ ๐๐ช๐ ๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐พ๐๐ง๐๐ฉ๐๐ ๐ช...
...๐๐ช๐ข๐๐ฌ๐ค...
...๐จ๐๐.. ๐ฃ๐๐ญ๐ฉ ๐ฅ๐๐ง๐ฉ...
.......
.......
.......
__ADS_1
๐ข๐ฝ๐ธ๐ป๐ ๐ซ๐ :
๐ฃ๐ช๐ฑ๐ฒ๐ต๐ช๐ต๐ช๐ฝ๐ท๐๐ช ๐ฃ๐ช๐ฎ๐ด๐ธ๐ธ๐ด๐ป๐ฐ