Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK

Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK
Foto


__ADS_3

...๐˜ผ๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™š๐™ค๐™ฃ๐™œ.....


...๐™„'๐™ข ๐˜พ๐™ค๐™ข๐™š ๐˜ฝ๐™–๐™˜๐™ ...


...๐™ˆ๐™–๐™–๐™› .. ๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–...


.........


........


.......


...*:..๏ฝกoโ—‹ ๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐใ€€โ—‹o๏ฝก..:*...


"Dia suamiku" Ucapan itu sontak membuat Jungkook kaget dan mebelalakkan matanya.


"Haaaahhh??? suamiii??? "


Ia terjatuh dan pingsan


Kedua namja itu bergegas menghampiri Jungkook yang terbaring di lantai...


"Jung.. Bangun jung.. " Ucap jin seraya menepuk pelan pipi Jungkook.


"Joonie.. Bantu angkat Jungkook ke kamarnya" Pintanya pada pria berdimple itu.


"Baiklah.. Biar aku saja yang menggendongnya.. Kau bawa saja barang barang dia" Ucapnya kemudian membawa tubuh Jungkook menunu ke kamar miliknya yang kebetulan berada di lantai bawah.


Tubuh itu di letakkan dengan hati hati.


"Joonie.. Bagaimana ini.. Jungkook baru saja keluar dari rumah sakit. Kesehatannya belum pulih sepenuhnya.. " Ucapnya pada sang suami.


"Kau tenanglah dulu sayang.. Ambilkan minyak angin atau minyak telon"


"Baiklah" dengan secepat mungkin ia mengambil apa yang di minta suaminya itu.


Setelah mengambil minyak telon, ia pun membuka tutup minyak telon tersebut dan mendekatkannya di hidung Jungkook. Berharap ia segera sadar.


Dan tak berapa lama kemudian mata bulat itu mulai terbuka secara perlahan.


"Hyung... " Lirihnya.


"Iya Jung.. Hyung di sini bersamamu"


Jungkook melirik Jin hyung dan pria yang ada di sampingnya secara bergantian.


"Apa kau jugs melupakanku jung? " Tanys pria berdimple itu.


Sedangkan yang di tanya hanya merasa kebingungan.


"Sepertinya kau juga melupakanku, perkenalkan aku Namjoon.. Kim Namjoon.. Suami dari Jin Hyung mu. Kami sudah menikah setahun yang lalu sebelum kamu masuk rumah sakit" Jelas pria berdimple yang bernama Kim Namjoon.


"Aku bener bener tak ingat sama sekali" beonya.


"Jangan terlalu di paksa Jung, lambat laun kau pasti akan mengingatnya. Oh yaa, barang barang lamamu sudah hyung letakkan di meja sana. Kau bisa melihat lihat .. Siapa tau itu dapat membantu memulihkan ingatanmu" Ucap Kim Seokjin.

__ADS_1


"Baiklah.. Terima kasih Hyung.. Kalian sangat baik padaku"


"Ya sudah kalau begitu, ayo sayang.. Kita ke kamar... Biarkan Jungkook beristirahat dulu" Ajak Namjoon.


"Neee.. Oh ya jung.. Kalau kau lapar, di meja dapur sana ada beberapa makanan, jadi.. Kau makanlah duluan tak apa" Jelas Seokjin.


"Baiklah hyung.. Terima kasih banyak"


"Tidak usah begitu jung... Kami keluargamu juga" Jelas Namjoon.


Kemudian mereka meninggalkan Jungkook di kamarnya sendirian. Entahapa yang akan mereka lakukan sehingga meninggalkan Jungkook di sana.


"Kamar ini seperti tak asing bagiku, tapi entahlah.. Aku tak bisa mengingat apapun"


Ia pun berjalan mendekati meja yang terdapat sebuah kardus besar di sana. Namun sebelum ia sampai di meja itu, langkahnya terhenti.


"Jae.. Aku sangat mencintaimu.. "


"Aku pun juga sangat mencintaimu Kookie"


"Tapi .. Apakah orang tuamu bisa menerima ku? " Tanya pria dewasa itu.


"Kau tenanglah... Mereka pasti bisa menerimamu sebagai mantunya".


" Kookie..... " Ucap pria itu seraya menangkup kedua pipi wanita cantik di depannya..


"I..iyaaaa... " Gugupnya.


"I wanna You... " Bisiknya tepat di depan bibir wanita cantik itu.


"aaaahhh.... Kepalaku" Serunya meremat kepalanya menggunakan kedua tangannya.


Setelah merasa agak tenang, ia memberanikan diri membuka kardus yang ada di depannya. Ia melihat ada beberapa buku yang terlihat seperti buku diary, beberapa lukisan anak kecil yang entah itu siapa serta beberapa lembar foto lama yang sudah nampak usang. Ia tertarik melihat lembar demi lembar foto usang tersebut. Terdapat sebuah foto yang memperlihatkan kedua orang paruh baya yang masih terlihat tampan dan cantik. Di foto itu mereka terlihat sangat bahagia dan saling tertawa satu sama lain. Dan tanpa sengaja senyuman pun terukir di sudut bibirnya.


Ia beralih melihat foto lainnya yang menampakkan dua anak kecil yang tarpaut beberapa tahun dari usia anak kecil satunya. Ia menyerngit bingung.


"Apakah ini fotoku dengan Jin hyung?? Tapi terlihat agak berbeda. Ia memiliki wajah yang agak bulat dengan alis lumayan tebal. . Oh.. Bibirnya juga terlihat tebal. Tidak seperti milik jin hyung" Gumannya sambil mengingat ngingat kembali wajah Jin hyungnya itu. Bagaimanapun ia seperti tak asing dengan sosok sepupunya itu. Tapi sayangnya ia tak bisa mengingat apa. yang terjadi.


Kemudian ia beralih kepada 2 boneka lucu berbentuk love merah dan kelinci pink.



"Astaga.. Lucu sekali bonekanya" pekiknya kemudian mengambil dua buah boneka tersebut.


"aku tak ingat kapan aku memiliki boneka ini, tapi sepertinya ini sudah lama" lanjutnya.


Ia pun duduk di sebuah sofa. Memandangi memegang album foto yang memperlihatkan beberapa foto anak kecil, remaja dan foto dirinya. Mungkin foto itu merupakan foto yang di ambil sebelum ia mengalami insiden yang membuatnya tidak dapat mengingat apa yang sudah terjadi.


"waah... Apakah ini foto kecilku? Aku tampak lebih gendut.. Hihihi" ucapnya tatkala melihat foto masa kecilnya.



Foto anak kecil bermata bulat dengan corndog di tangannya. Itu terlihat lucu dan menggemaskan.


Ia membuka lembar demi lembaran foto album tersebut hingga tak terasa dirinya tertidur di shofa itu.

__ADS_1


โ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– 


Jam 16.00 KST


KTHV Company


CEO itu terus berkutat dengan laptopnya, entah apa yang sedang ia kerjakan. Sepertinya sangat khusuk hingga gak mendengar bahwa seseorang telah masuk ke ruangannya.


"Hei Tae... " Sapanya yang tidak mendapati respon.


"Tae ayam" Ucapnya lagi yang membuat sang empu mendongak.


"hmm?? "


"Aku pamit pulang duluan yaaa.. Istriku sedang mengidam mangga muda. Aku harus mencarinya.


" Ciihh.. Merepotkan sekali" ketusnya.


"Yaaaak.. Awas saja yaaa jika kamu menikah dan istrimu mengandung. Ku doakan agar kau kesusahan meladeni masa ngidam istrimu" ucapnya kesal.


"Aku tidak tertarik untuk menikah".


" Yaaiiisssh.. Tae ayam sungguhan kau".


"Sopanlah Hobisshii.. Aku bos mu" tegasnya tanpa melirik ke lawan bicaranya.


"Iya iya bos.. Aku iji mau pulang duluan. Tidak bisa menemanimu bercinta dengan pekerjaan mu. Jadi.. Apakah aku di ijinkan?? " ucapnya dengan nada yang di buat buat.


"Kau seperti meledekku. Pergilah"


" Yaaaiissh.. Tae.. "


"Apa kau mau aku berubah pikiran?? "


"Yaaaak.. ya sudah.. Aku pulang duluan.. Makasih tae ayam" ucapnya sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian namja tampan itu menutup laptopnya. Memandang jam yang melingkar apik di pergelangan tangannya.


"Sudah jam setengah 5. Baiknya aku pulang saja". Namja tampan itu pun mengambil tas kerja dan meninggalkan kantor. Suasana di sana terlihat sepi karena para pegawai sudah pulang terlebih dulu. Ia tak suka membiarkan pegawainya lembut kecuali ada pekerjaan yang sangat penting.


Ia pun melajukan mobilnya untuk menuju ke mansion pribadi miliknya.


...๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ž๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ...


...๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™ž ๐™™๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐˜พ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ช...


...๐™‚๐™ช๐™ข๐™–๐™ฌ๐™ค...


...๐™จ๐™š๐™š.. ๐™ฃ๐™š๐™ญ๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™ง๐™ฉ...


.......


.......


.......

__ADS_1


๐“ข๐“ฝ๐“ธ๐“ป๐”‚ ๐“ซ๐”‚ :


๐“ฃ๐“ช๐“ฑ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฃ๐“ช๐“ฎ๐“ด๐“ธ๐“ธ๐“ด๐Ÿป๐Ÿฐ


__ADS_2