Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK

Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK
Jungkook


__ADS_3

...๐™ท๐šŠ๐š™๐š™๐šข ๐š๐šŽ๐šŠ๐š๐š’๐š—๐š ๐™ถ๐šž๐šข๐šœ๐šœ๐šœ๐šœ๐šœ...


...๐™ด๐š—๐š“๐š˜๐šข...


...--------------...


...-----------------------------------------...


Namja manis tersebut bingung apa yang di ucapkan oleh dokter yang barusan memeriksanya..


"8 bulan?? Maksudnya apa.. ?? Dan berapa lama aku ada di sini? Apa yang sebenarnya mereka katakan? Aaaaah.. Kepala ku sakit" Batinnya sambil meremat kuat kepalanya karena terasa sangat sakit.


Ia pun mencoba merebahkan dirinya di kasur brangkar. Entah sepertinya ia melihat sekelembat bayangan wanita cantik yang tengah terkapar di tengah hutan sendirian dengan darah yang bercucuran di seluruh tubuhnya... Wanita itu seperti berteriak minta tolong.. Namun naas.. Tak ada seseorang pun di sana.. Hingga wanita itu pun memejamkan matanya. Entah dia sudah tiada atau pingsan dan semacamnya.


"Aaaaaaahhhh.. Kepalaku" serunya.


tiba tiba datanglah sosok namja berbahu lebar menghampiri dirinya.


"Jungkook... " serunya kemudian duduk di dekat namja manis itu yang bernama Jungkook.


"akhirnya.. Kau sudah sadar jungkookie... Maafkan hyung yang lalai menjagamu... Apa kau merasa baikan??" Tanyanya.


Melihat Jungkook yang hanya diam.. Sontak menimbulkan pertanyaan pada namja berbahu lebar tersebut.


"kau baik baik saja Jungkookie?? " tanyanya lagi.


"saaaaaakiittttttt" seru namja bernama Jungkook sambil meremat kepalanya kuat.


"Jungkook... mana yang sakit?? Sini.. Beri tahu hyung.... " Ucapnya khawatir pada namja manis itu.


Setelah beberapa saat kemudian dia terlihat membaik. ia menyenderkan tubuhnya pada bantal yang sudah di buar se nyaman mungkin oleh pria berbahu lebar.


"Aa.. apaakah tadi kau memanggilku Jungkook? " tanyanya yang membuat namja di sampingnya merasa heran.


"iyaaa.. aku memanggilmu Jungkook.. Dan itu adalah namamu.. Apa kau tak ingat? " herannya.


"Entahlah.. Sepertinya itu bukan namaku.. Aku hanya merasa aneh". Tuturnya.


" Apakah kau ingat kenapa kau bisa mengalami hal mengenaskan ini?? " tanya namja itu.


"Tidak.. Dan..... " Ucap Jungkook terjeda, ia melihat Pria di sampingnya dari atas keala. Sampek bawah kaki.


Hal itu tentu membuat yang dilihatnya terheran heran.


"Yaaak. Kenapa kau melihatku begitu?? Kau sungguh membuatku jengkel" Ketusnya.


"Kauu.. Siapa?? " Tanya Jungkook yang membuat namja itu menepuk jidatnya.


"Oh.. Astaga Jungkookie.. Apa kau lupa ingatan?? Aku Hyung sepupumu.. Kim Seokjin.. Kau lupa?? " Jelasnya dengan nada esmosi.


Sedangkan yang bertanya ber Oh saja mendapati jawaban dari Namja bernama Kim Seokjin.


"Boleh aku bertanya lagi? " Tanya Jungkook.


"Tanyakan saja yang ingin kau tanyakan.. Untung kau lagi di sini. Coba saja kalau kau sehat.. Sudah ku lempar panci pink milikku" Jelasnya dengan kesal.

__ADS_1


"Kau sebenarnya baik apa jahat padaku?? di lihat dari penampilan dan sikapmu padaku. Sepertinya.. kau yang membuatku terbaring di sini" Jelasnya dengan sinis..


"yaaak.. Dasar adik sepupu sialan kau... Kenapa kau menuduhku begitu eoh?? "


"tidak.. Aku hanya menduga saja.. Apakah itu benar? "


"terserah kau saja lah jung.. Aku kau membuat darahku lebih mendidih dari pada air rebus"


Jungkook hanya termenung.. Ia masih tak ingat apa apa mengenai dirinya.. Atau namja di sampingnya yang mengaku sebagai sepupunya.


"Hei.. Bocah.. Malah bengong" Ucapnya menyadarkan Jungkook dari lamunannya.


Jungkook memutar malas matanya, atensinya teralihkan pada paper bag yang ada di nakas.


"kau membawa apa..?? " Tanyanya.


"Aiisssh.. Aku membawa Strawberry Cake dan beberapa sushi.. Apa kau mau makan?? " Tanyanya.


"apakah boleh? "


"Tentu saja boleh.. Kenapa tidak? "


Dan dengan sigapnya, Seokjin mrngeluarkan makanan dari paper bag yang ia bawa tadi.


Jujur.. Ia sangat senang tatkala dokter menelponnya.. Memberi kabar bahwa sepupu manisnya tengah sadar dan berhasil melewati masa masa koma. Yaaaaah... 8 bulan bukanlah waktu yang sebentar. Penuh perjuangan dan penantian di setiap harinya.. Bahkan tak bisa di pungkiri.. terkadang ia merasa putus asa dan mengikhlaskan keadaan sepupu manisnya itu. Namun ia juga berjanji akan terus memperjuangkan keselamatan sepupunya. Karena hanya dialah keluarga satu satunya yang di milikinya sekarang.


"Jungkook.. Apa kau mau di suapi hyung? " Tanyanya..


"Jika kau benar hyungku.. Maka, silahkan saja"


Jungkook pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang Hyung.


"Ini lezat.. Apakah kau sendiri yang membuatnya?? " Tanya Jungkook.


"Iya.. Aku membuat Sushi ini sendiri.. Dan ku tahu.. Kau sangat menyukai sushi ini"


"Oh.. Pantas seperti tak asing" Tuturnya.


"Yaaah.. Seperti rasa yang pernah ada... " Lanjutnya.


Seokjin pun hanya memekik gemas mendengar tuturan dari sepupu manisnya. Meski ia seperti orang yang berbeda. Namun, baginya... Ia tetap sepupu manis yang selalu ia sayangi.


Tak terasa Jungkook sudah menghabiskan Sushi dan strawberry cake yang di bawa oleh seokjin. Tak lupa pula Seokjin menyodorkan minum kepadanya.


"Kapan aku bisa pulang?? " Tanyanya..


"Menurutku.. Sebaiknya kau tetap di sini dulu sementara.. Aku khawatir akan ada sesuatu yang tidak di inginkan.. Kau baru sadar kau tahu.. " Jelas Seokjin.


"Baiklah.. Tapi.. Aku tidak cocok berada di sini. Terasa asing"


"Kau di sini sudah 8 bulan 2 minggu 3 hari di sini. Apa kau masih merasa asing eoh?? " Jelasnya dengan cepat.. mengalahkan penyangi rap๐Ÿคญ.


"Wah.. Apakah aku memiliki sepupu seorang Rapper??" Tanya Jungkook.


"Yaiissshh.. Dasar menyebalkan.. Ya sudah.. Hyung pulang dulu. Mau masak buat Joonie. Kau tak apa kan? Hyung tinggal dulu" Tanyanya.

__ADS_1


"pergilah"


"Besok hyung ke sini lagi... Jaga kesehatanmu.. Dan ini" Ucapnya sambil menyodorkan Handphone pada Jungkook.


"Apakah ini milikku?? "


"Tentu saja. Karena dulu kau melupakan benda ini di kamarmu saat pergi. Jadi.. Hyung simpan saja"


"Terima kasih" Ucapnya.


"Ya sudah.. Sampai besok jungkookie.. Hyung pulang" Pamitnya kemudian benar benar meninggalkan Jungkook sendirian.


Sebelum benar benar pulang.. Seokjin menghampiri Dokter yang selama ini memantau kesehatan Jungkook.


Ia mengetuk pintu ruangan dokter tersebut.


"Permisi dokter Lee.. Apakah saya mengganggu? " tanyanya sopan.


"Oh.. Tuan Kim Seokjin... Silahkan masuk" Ucap Dokter Lee tersebut.


"Apa ada yang bisa saya bantu tuan? " lanjut dokter bermarga Lee tersebut.


"Begini dok... kira kira.. Kapan saya boleh membawa pulang adik sepupu saya?? Saya kasihan jika dia harus sendirian di sini" tuturnya..


"Sebenarnya ini adalah keajaiban tuan.. Dia bisa sadar setelah penantian 8 bulan. Dan waktu sadar pun dia terlihat baik baik saja. Jadi... Begini.. Malam ini saya akan terus memantau progress kesehatannya.. Kalau tetap stabil.. Maka, besok pun pasien sudah bisa di bawa pulang" Jelas Dokter Lee.


"Oh.. Baiklah dok.. Terima kasih banyak atas kerja kerasnya selama ini.. Kalau begitu.. Saya permisi dulu" Ucapnya.


"Baiklah Tuan Kim.. Semoga hari anda menyenangkan" balasnya.


Kemudian mereka saling menjabat tangan. Dan Seokjin benar benar pulang ke rumahnya..


...Di Sisi Lain...


...Keluarga Kim...


Terdapat sepasang wanita dan pria paruh baya yang menatap intens anak tunggal mereka.


Seperti biasa di setiap bulannya.. Keluarga ini akan melakukan rutinitas makan malam bersama. Bukannya tak ingin melakukan makan malam bersama setiap hari. Namun anak tunggal mereka itu sangat sibuk dengan pekerjaannya dan jarang pulang ke rumah karena ia telah memiliki mansion sendiri.


"Kalau kau tetap tak mau menikah sendiri.. Maka Appa yang akan menikahkanmu dengan orang pilihan Appa" Ucap pria paruh baya itu.


**Wah.. Sampai sini dulu yaaaa..


JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK KALIAN


^^^๐“ฆ๐“ป๐“ฒ๐“ฝ๐“ฎ^^^


^^^17 ๐“œ๐“ช๐“ป๐“ฎ๐“ฝ 2023^^^


^^^๐“Ÿ๐“พ๐“ซ๐“ต๐“ฒ๐“ผ๐“ฑ**^^^


๐“ข๐“ฝ๐“ธ๐“ป๐”‚ ๐“ซ๐”‚ :


๐“ฃ๐“ช๐“ฑ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฃ๐“ช๐“ฎ๐“ด๐“ธ๐“ธ๐“ด๐Ÿป๐Ÿฐ

__ADS_1


...๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™‡๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ž๐™ฃ ๐™…๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™†๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐˜ฟ๐™ž ๐™Ž๐™ž๐™ฃ๐™ž...


__ADS_2