Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK

Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK
Di Jodohkan??


__ADS_3

...๐˜ผ๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™š๐™ค๐™ฃ๐™œ.....


...๐™„'๐™ข ๐˜พ๐™ค๐™ข๐™š ๐˜ฝ๐™–๐™˜๐™ ...


...๐™ˆ๐™–๐™–๐™› .. ๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–...


.........


........


.......


...*:..๏ฝกoโ—‹ ๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐใ€€โ—‹o๏ฝก..:*...


"......... Namanya Lee Dong Wook"


Jungkook terdiam sejenak berusaha mencerna ucapan sang Hyung.


"Maksud Hyung? Apa hyung ingin menjodohkanku dengan Ahjussi-ahjussi?"


"Heeeh.. mana mungkin begitu Jung?"


" Yaaaa.. Siapa tau Hyung kesal sama aku, terus mau jodohin aku sama om om reyot"


"Bukan begitu juga Jungkook. Hyung mau kenalin kamu dengan Ahjussi Lee yang notabennya adalah salah satu Seniman sekaligus ia memiliki galery lukisan, Hyung kira itu akan sedikit bermanfaat bagi pengangguran manis ini" ucapnya yang di akhiri kata kata guyonan yang sukses membuat Jungkook benar benar esmosi saat itu juga.


" Hyung menyebalkan sekali"


"Kau pun sama"


"Yakkk.. Bukannya di bujuk malah di giniin"


"siapa suruh ngira yang bukan-bukan.kebiasaan deh.. Mana mungkin hyung jodohin kamu sama om-om. Gak enak tauk Jung"


"Gak enak?"


"Iya.. Gak tegak itunya.. Hahahahaaaaaa"


"Maksud Hyung?"


"Kalau udah besar nanti, kamu pasti paham"


"Laah.. Hyung kira aku kecil sekarang?"


"Menurutmu?"


"Yaaaakkkkk.. Kim Seojinnnnnnnnn"


Seokjin pun lari kebirit mendengar teriakan Jungkook. Sungguh entah kenapa adik sepupunya ini gampang emosi.


โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡


"Menyebalkan sekali tuh orang, kenapa aku jadi emosi begini? Kayak orang PMS aja..."


"whatttttttt... Ini sudah tanggal berapa?" di rogohnya handphone yang berada di kantong celananya dan melihat tanggal yang tertera di sana.


"waaaahhh... Sudah sebulanan aku telat mens, gawat nih..." ia pun segera menuju ke kamar mandi.


"Kamchagiaaaaaaaaa"


"Haaaahhh.... Aku kaget" tuturnya.


"Aku lupa kalau aku sekarang memiliki batang, hah.... Jadi gak perlu repot-repot mengalami mens"


Setelah menyadari kondisinya saat ini, ia pun berjalan ke kasur dan merebahkan dirinya di sana.


Tok tok tok


"ada apa hyung?"


"GImana ? Jadi tidak dengan tawaran hyung tadi ? Ini hyung beri kamu kartu namanya." Ucapnya seraya menyodorkan sebuah card (kartu nama) berisikan nama, no telpon dan alamat Lee Dong Wook.


Ia pun menerima kartu tersebut dan menyimpannya di saku.

__ADS_1


"Hari ini Hyung dan Namjoon akan ke luar kota, kami di sana sekitar satu pekan, kalau kau mau ikut Hyung tak akan melarangnya. Tapi kalau kau mau di sini gak papa " jelas Seokjin.


"aku di sini saja hyung" Pilihnya.


"Baiklah.. Kau bjaga diri baik-baik di sini. Jangan sungkan untuk menelponku. Aku tau kau akan merindukanku"


"Ih GR sekali hyung ini"


Ucapan Jungkook hanya di balas dengan kekehan oleh Seokjin, dia sengaja menggoda Jungkook rupanya.


"Ya sudah.. Hyung bersiap dulu"


"hmmm"


โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡


Malam ini sukses membuat namja manis ini merasa bosan. Entahlah, ia tak tahu kenapa moodnya tak pernah berubah sedari dulu. kini ia sendirian di rumah karena Jin dan Namjoon sudah berangkat sedari sore.


pandangannya menatap langit langit kamar dan spontan ia teringat akan suatu hal.


tangannya menimang kartu nama yang di berikan oleh Hyungnya tadi. Dan entahlah, tangannya hanya reflek menyalin nomor telepon yang tertera di sana.


Tuuuttt... Tuuutttt...tuuuttt


Hingga tak selang beberapa lama pangguilan itu tersambung.


"hallo"


"haa..halo" Gugupnya.


"dengan siapa ini ?"


"Saya Koo...Saya Jungkook sepupu dari Kim Seokjin"


"Kim Seokjin ? Anak dari temanku dulu ?" tanyanya dari sebrang sana.


"Dia memang bercerita tentang adik sepuppunya yang pandai melukis, apakah itu kau ?"


"I..Iya ahjussi"


" Baa..Baik.. Besok bagaimana ?"


" Boleh.. Besok saya sedang free. Langsung saja temui paman di Lee Gallery. "


"Terima kasih Ahjussi..."


Dan panggilan telepon itu pun akhirnya terputus.


โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡


Di tempat lain


"Siapkan tiket saya sekarang juga Hobi-ah"


"Apakah tidak terlalu keburu Tae ? Ini sudah malam"


"Tidak, saya harus pulang ke Korea sekarang karena besok saya akan menemui seseorang"


"Baiklahhh.. Baiklah.. Kau selalu saja mendadak begitu. Suka tiba-tiba"


"lalu? Aku bagaimana? " sambungany lagi.


"Terserah kau mau pulang kapan"


"Baiklah, aku pulang besok saja"


Dan tak lama kemudian kini Taehyung telah berada di Bandara untuk melakukan perjalanan pulangnya.


"kenapa aku begitu gelisah kali ini? Seolah olah ada sesuatu yang menantiku di sana " gumannya sambil melihat ke luar jendela dari kursi penumpang yang didudukinya.


Hari yang cerah


Matahari tak terlalu terik, namun tak mendung juga.. sehingga sangat cocok untuk beraktivitas di luar rumah. Namja cantik itu tengan selesai bersiap dengan penampilannya, sangat manis dan lucu. Rambutnya yang di biarkan memanjang itupun kini di ikat kebelakang sehingga menambah kesan tersendiri.

__ADS_1


"Untungnya tubuh ini begitu manis ... Jadi aku tak perlu susah memadukan dengan gaya styleku" Ucapnya tatkala melihat penampilannya dari pantulan cermin.


Dengan kemeja hitamnya, ia pun keluar rumah karena taxi yang di pesannya sudah menunggu dari 2 menit yang lalu.


Sekitar 25 menit perjalanan yang di tempuh. Kini ia sudah berada di tempat yang bertuliskan 'Lee Gallery'. Hatinya menghangat begitu banyak anagan yang ingin dia gapai. Sesuatu apapun yang berhubungan dengan seni, dia sangat menyukainya. Terlebih lagi dengan seni melukis. Sungguh ia seakan mendapatkan kebahagian walau hanya memandang sebuah lukisan.


Kaki jenjangnya melangkah dengan amat semangat.


"Permisi" Ucapnya...


Ia mencari sosok yang akan ia temui, dan atensinya berfokus pada pria yang berdiri dan terlihat sedang menelpon seseorang.



๐Ÿ˜


...(Ahjussi tampankuuu)...


Pria itupun menoleh ke arah Jungkook yang membuatnya kelabakan.


"Tuan.. Apakah saya bisa bertemu dengan tuan Lee pemilik Gallery ini?" tanya Jungkook sopan.


"Jungkook ?"


"iya tuan"


"kenalkan saya Lee Dong Wook" ucapnya sambil menyodorkan tangannya.


"Tuan Lee.. Maaf saya tidak tahu " ucapnya sambil menjabat tangan tuan Lee.


"Jujur saya tidak menyangka bahwa yang di depan saya ini tuan Lee, kalau di lihat lihat sepertinya tuan Lee masih terlihat sangat muda. Berbeda dengan umurnya. Sangat sangat iri" ucap Jungkook yang membuat tuan Lee hanya bisa tersenyum.


"Terima kasih Jungkook, banyak yang mengatakan begitu pada saya. Tapi saya sebenarnya sudah memiliki putra. kira-kira umurnya hampir sama denganmu"


"Waahh. Tuan Lee awet muda sekali"


"yaah.. Cukup nikmati hidup dan menjaga kesehatan. Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak penting. Itu prinsipku"


"Apakah tuan Lee sedang memberikan tips awet muda?"


Keduanya pun terkekeh kecil.


"Baiklah.. Saya akan mengajakmu berkeliling dulu untuk melihat lukisan di sini. Setelah itu, kita akan ke ruangan yang biasa aku tempati di saat memiliki ide untuk melukis"


"Baiklah tuan Lee.. Saya sudah tidak sabar melihat mahakarya yang ada di sini."


"Jangan terlalu memuji, lukisan saya tidak seberapa bagusnya"


"Tuan Lee rendah hati sekali"


Keduanya pun berkeliling melihat semua lukisan yang di pajang di sana.


Jungkook sangat menyukai lukisan yang di ciptakan oleh seniman bernama Lee Dong Wook itu.


Usai berkeliling di sana, Lee Dong Wook mengajak Jungkook untuk melihat ruangan tempat ia menghasilkan karya karya tersebut.


"Kamu........."


...๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ž๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ...


...๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™ž ๐™™๐™ช๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐˜พ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ช...


...๐™‚๐™ช๐™ข๐™–๐™ฌ๐™ค...


...๐™จ๐™š๐™š.. ๐™ฃ๐™š๐™ญ๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™ง๐™ฉ...


.......


.......


.......


๐“ข๐“ฝ๐“ธ๐“ป๐”‚ ๐“ซ๐”‚ :

__ADS_1


๐“ฃ๐“ช๐“ฑ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฃ๐“ช๐“ฎ๐“ด๐“ธ๐“ธ๐“ด๐Ÿป๐Ÿฐ


__ADS_2