Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK

Sincerity Of Love TAEKOOK / VKOOK
Pasrah ???


__ADS_3

...๐˜ผ๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™š๐™ค๐™ฃ๐™œ.....


...๐™„'๐™ข ๐˜พ๐™ค๐™ข๐™š ๐˜ฝ๐™–๐™˜๐™ ...


...๐™ˆ๐™–๐™–๐™› .. ๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–...


.........


........


.......


...*:..๏ฝกoโ—‹ ๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐใ€€โ—‹o๏ฝก..:*...



"waaah"


"Maaf ahjussi kalau lukisannya kurang bagus atau ada yang kurang"


"Tidak Jung, ini memang sederhana, tapi siapa yang akan menyangka bahwa akan sangat unik seperti ini. Paman tak bisa menyangjka. Bukankah kau memang berbakat dalam seni ?"


"aaahhh.. Ahjussi terlalu memujiku"


"Tidak Jung, paman bersungguh sungguh. Kalau kau tak keberatan, kau boleh bergabung dengan paman di sini, mengisi Galleri ini dengan lukisanmu"


"Apakah paman sedang bercanda ?"


"Paman bersungguh-sungguh. Kapanpun itu. Datanglah ke sini kalau kau sudah siap"


Jungook sangat senang mendengar tawaran itu.


Ia berjalan dengan seskali mengentak hentakkan kakinya di jalanan.


Hingga...


"Lepas"


Namun tak lama kemudian ia tak sadarkan diri.


โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡


"Ini di mana ? Kenapa gelap ? Tolongggg"


ketika ia membuka matanya, hanya kegelapan yang ia lihat. Sedangkan tangannya terasa pegal karena ia dalam posisi duduk dengan tangan terikat.


"Tolong.. Siapapun tolong aku"


"Percuma kau berteriak, di sini tak akan ada yang medengar suaramu. Sekarang cepat serahkan apa yang ku mau !!!"


"Kamu siapa? Dan apa maumu ?"


"Jangan berpura-pura untuk lupa Jungkook. Aku tau kau anak dari Jeon So Hyun si brengsek itu"


"siapa Jeon So Hyun? Aku tidak mengenalnya"


"Anak durhaka. Ayahnya sendiri tak di akui. Dasar anak dan ayah sama saja"


"Aku benar benar tak tahu"


"Apa kau lupa saat kau terbaring lemah di tengah hutan ? Aku harap kau mati saja di sana. Tapi ternyata kau selamat dari maut. Namun untuk saat ini. Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau menyerahkan benda itu"


"Benda apa yang kau maksud ? Tidak usah bertele-tele. Aku tak tahu apa maksudmu sebenarnya"


"File rahasia milik ayahmu. Aku mau itu"


"Kau ini keparat sekali jadi orang. Sudah ku bilang bahwa aku tidak tahu tentang itu"


"Jangan mengecohku bocah !!! aku tidak main dengan kata-kataku"

__ADS_1


"Terserah kau. Dan jika kau membunuhku. Maka itu juga akan sia-sia. Yang ada kau malah akan membusuk di penjara"


"Aku memberimu waktu berfikir sampai besok. Pikirkan itu matang-matang. Nyawa atau kau serahkan file itu padaku. Jika kau menyerahkan file itu. Akan ku jamin kehidupanmu"


โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡


"Paman, bagaimana ? Apa kau sudah mencoba mencari tahu yang ku maksud ?"


"bersabarlah Tae, paman tengah berusaha unttuk membantumu."


Keduanya terdiam


"Oh ya, paman dengar, Jungkook berasal dari Busan. Sepertinya kau boleh bertanya langsung padanya. Siapa tau dia tinggal di sekitaran tempat yang dulu pernah kita kunjungi"


"sayangnya aku tidak menyimpan kontanya"


"Baiklah, paman akan mencoba untuk menghubunginya"


Tuan Lee pun merogoh HPnya yang ada di dalam kantong celana dan menekan nomor Jungkook.


Di Sisi lain


Jungkook merasakan adanya getaran yang berasal dari dalma saku celananya.


...(tentunya bukan getaran cinta ygy)...


Ia berusaha meraih HP nya namun terhalang oleh ikatan di pergelangan tangannya.


Untungnya d tempat itu sangat sepi. Entah kemana perginya penjaga di sana. Sepertinya mereka tengah berada di lantai bawah. Hal itu bisa di dengar samar samar oleh Jungkook.


"Jungkook tidak menjawabnya Tae"


Helaan nafas pun terdengar dari Taehyung .


"Biasanya ia segera mengangkat telpon dariku. Atau aku tanya pada sepupunya" Sambung tuan Lee.


Ia pun menelpon Seokjin.


"Begini.. Apakah kau sedang bersama dengan Jungkook ?"


"Tidak paman. Saya sedang ada perjalan bisnis dengan Namjoon. Dan sejak kemaren, dia belum mengirim kabar padaku"


"Aneh sekali, paman sudah berusaha menghubunginya dari tadi namun tak diangkat sama sekali"


"Aku jadi khawatir pada adikku. Paman... Bisakah kau membantuku menjaganya?"


"Tentu saja Jin, kalian seperti amanah yang harus ku jaga. Paman sangat berutang budi pada orang tua kalian".


"Terima kasih paman. Aku akan segera menyelesaikan tugfgasku di sini agar bisa kembali dengan cepat. Jangan lupa kabari aku selalu tentang keadaan adik kecilku"


"Baik Jin... Paman akan berusaha untuk terus menghubunginya"


Dan panggilan itupun berakhir beberapa saat kemudian.


"Ada apa paman ?" itu kalimat yang ingin Taehyung katakan sedari tadi.


"Sepertinya Jungkook sedang dalam masalah Tae. Paman khawatir padanya "


Tuan Lee pun mencoba untuk menghubungi Jungkook. Panggilan itu terambung tapi tak pernah diangkat sama sekali olehnya.


"Paman, boleh minta nomor Jungkook ?"


Tuan Lee pun dengan segera menyerahkan HPnya pada Taehyung.


Taehyung pun segera menyalin nomor tersebut dan menghubungi seseorang.


"Bisakah kau segera mendeteksi lokasi seseorang?"


"....."

__ADS_1


"Saya kirim nomornya. Lakukan segera mungkin. Cepat !"


Dan panggilan itu berakhir sepihak oleh Taehyung..


โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡โ—†โ—‡


Di sisi lain


Di Sebuah ruma berlantai 2 yang berada di tengah lahan luas. Rumah itu terlihat usang namun tetap berdiri kokoh di sana.


Cat tembok yang melekat di dinding pun sudah mulai luntur dan mengelupas. Penerangan yang minim semakin menambah kesan mengerikan bagi sebagian orang.


Toh siapa yang akan mengetahui tempat tersebut. Lokasinya terpencil jauh dari keramaian. Penerangan yang hanya ada di beberapa sudut tertentu.


Di lantai bawah sudah terdapat segerombolan orang yang tengah menikmnati pesta arak dan di temani oleh beberap awanita sewaan yang biasa mereka sewa setiap malamnya.


"Boss.. Apakah kau yakin bahwa dia akan menyerahkan semua file yang kau minta ?"


Pertanyaan itu berasal dari salah satu Bodyguard (BG).


"Tentu saja. Kalaupun ia tak menyerahkan itu. Maka, mati adalah jalan terakhir yang harus dia terima. Dengan begitu keturunan Jeon So Hyun akan musnah"


Dan mereka pun tertawa dengan begitu lepasnya. Seolah hari esok mereka masih bisa merasakan udara segar.


Sedangkan di lantai 2. Di sebuah kamar yang gelap, Seorang namja manis tengah berusaha dengan kerasnya untuk membuka ikatan pada pergelangan tangan dan kakinya.


"Ayo Kookie.. Kau harus bisa. Jangan sampai hidupmu berakhir di tempat yang menjijikkan ini" Gumannya menyemangati dirinya sendiri.


Ia berusaha dengan sekuat tenaga nya untuk melonggarkan ikatan di pergelangan tangannya.


Namun sepertinya takdir tak mengijinkan ia untuk lepas dengan mudahnya.


"Ku mohon Tuhan, ijinkan aku terlepas dari orang-orang jahat ini. Aku tak mengenal mereka. Tapi ku rasa pemilik tubuh ini sedang dalam incaran mereka. Siapapun itu, tolong kirimkan aku penyelamat tuhan"


Ia sungguh berharap akan adanya seseorang untuk membantunya agar segera terbebas dari tempat menjijikkan ini.


ia menahan perih akibat berontakannya untuk membuka tali yang mengikatnya.


Di tambah ia sesekali mendengar tawa yang menggema dari lantai bawah. Seolah-olah mereka tengah merayakan sesuatu di sana tanpa memikirkan dirinya yang memang sedari tadi tidak dii beri makan ataupun minum.


"Dasar manusia keparat" gerutunya.


"Apakah aku harus menyerah dan pasrah begitu saja?"


.


.


.


.


.


.


NB:: maaf guysss.. Sebenarnya bukan ini yang aku tulis tadi. Tapi ada kesalahan pada saat melakukan penyimpanan. Tulisan dari 900 san kata hanya sisa 600 san kata. Tapi aku tetap berusaha ketik ulang sama seperti semula.


...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YAAAAA......


...LIKE...


...KOMEN...


...ITU ADALAH SEMANGAT BAGIKU...


...LOVE ALL...


๐™Ž๐™š๐™š.. ๐™ฃ๐™š๐™ญ๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™ง๐™ฉ

__ADS_1


๐“ข๐“ฝ๐“ธ๐“ป๐”‚ ๐“ซ๐”‚ :


...๐“ฃ๐“ช๐“ฑ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฝ๐“ท๐”‚๐“ช ๐“ฃ๐“ช๐“ฎ๐“ด๐“ธ๐“ธ๐“ด๐Ÿป๐Ÿฐ ...


__ADS_2