
...๐ผ๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐๐ค๐ฃ๐.....
...๐'๐ข ๐พ๐ค๐ข๐ ๐ฝ๐๐๐ ...
...๐๐๐๐ .. ๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐...
.........
........
.......
...*:..๏ฝกoโ ๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐใโo๏ฝก..:*...
"tolong.. Tolong.... " wanita itu tampak berteriak minta tolong tatkala seorang pria mendekatinya dengan ekspresi menakutkan.
"kau tidak bisa kabur lagi sayang... Kau milikku"
"tidak.. Kamu jahat.. Kamu jahat.. Pergilah dariku.. Aku gak sudi harus hidup denganmu"
"hei.. sejak kapan mulutmu yang manis berubah menjadi seperti ini hah?? " ucapnya sambil meremat kuat dagu wanita cantik itu.
"menyingkirlah brengsek. Atau ku laporkan kau ke polisi" ancamnya.
"aku tidak takut sayang.. Karena ku tahu kau tak mampu untuk melangkahkan kaki ke sana" ucapnya seraya bersmirk.
"kau lelaki bejad. Aku menyesal telah mengenalmu. Lepaskan aku jae.. Lepass"
"tidak semudah itu sayang" ucapnya seraya menarik rambut panjang nan indah itu.
"berani kau menyentuh ku jae.. "
"pilihanmu hanya dua sayang. Tetap bersamaku, atau kau hanya tinggal namanya saja"
"tidak akan.. Itu semua tidak akan pernah terjadi. Kau pria brengsek. Kenapa kau seperti ini? Bukankah kau memiliki kekasih lain yang tengah mengandung anakmu hah?? "
"dia hanya pelampiasan hasratku. Aku selalu ingin begitu denganmu. Tapi kau selalu menolakku. Sekarang kau adalah milikku kookie.. Milik jae" ucapnya yang semakin menambah ketakutan sang wanita di depannya.
"Tidak.. Ku mohon jangan.. Kau ini hanya terobsesi padaku. Jadi ku mohon lepaskan aku" berontaknya.
"tidak akan aku melepaskanmu. Aku sangat mencintaimu kookie, kembalilah kepadaku. kita lupakan semua yang sudah terjadi. Dan wanita itu.. Aku akan menyuruhnya pergi setelah menggugurkan kandungannya"
"kau sungguh keparat, aku bersumpah membencimu seumur hidupku" ucapnya seraya meludah ke arah samping.
"kau menantangku sayang.. Aku bisa berbuat apapun di sini. Ini adalah tempat yang sepi.. Bersiaplah"
"Tidakk.. "
Pria itu perlahan menarik baju wanita itu, meskipun tangan wanita itu berusaha mencegah, tetap saja kekuatannya tidak sebanding dengan pria yang ada di depannya itu.
Baju itu terkoyak pada bagian lengan sehingga menampilkan kulit putih nan mulus bak susu. Sehingga membuat pria itu semakin bergairah.
"Jauhkan tangan kotormu dariku jae.. Aku tak sudi"
"jangan sok suci kau kookie.. Aku hanya ingin merasakan ini setelah 3 tahun menahan diri"
__ADS_1
"aku tak sudi.. Aaakkhhh" ucapnya tatkala pria itu merobek dengan paksa baju bagian depannya sehingga menampilkan bongkahan besar dan padat yang menggantung di sana.
"tubuhmu lebih indah di bandingkan ****** itu" smirknya.
Wanita itu tampak lemas setelah berlari dan melakukan perlawanan pada pria itu. Tapi ia tak menyerah begitu saja. Ia berusaha untuk kabur dari tempat gelap dan sepi itu.
Hingga beberapa saat kemudian ia berhasil menendang ************ si pria yang hendak melecehkannya itu. ia tak menyianyiakan kesempatan untuk kabur. Masa bodo dengan penampilannya saat ini yang berantakan setengah telanjang. Baju yang robek, kaki tanpa alas dan dengan darah yang terus mengalir di pelipisnya karena sempat terjadi kekerasan saat ia memberontak.
"Kembalilah kookie... Sayang" ucap si pria itu.
Sedangkan wanita itu tetap berlari dengan sekuat tenaga. Meski jujur ia sangat lelah, namun ia berharap ada keajaiban yang membuatnya terlepas dari pria yang tengah mengejarnya saat ini.
Tak lama kemudian harapannya pupus, di lihat olehnya tebing tinggi yang sangat curam. Ia pun melemas seketika.
"Bagaimana ini tuhaaan.. Tolong bantulah aku.. Aku tak mau berakhir bersama dia"
Di lihatnya kebelakang, pria itu dengan cepat berlari ke arahnya.
"Semoga pilihanku benar.. Lindungi aku tuhan.. Kau yang ku punya sekarang". ucapnya kemudian memejamkan matanya. Membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada dirinya.
" Kookie.. Kemarilah.. Dimana kau sayang? " Ucap pria itu seraya terus mendekati wanita yang tengah berdiri dimana dibelakangnya terdapat tebing tinggi nan curam.
"Hei.. Kau jangan gila sayang.. Kemarilah"
" Jangan mimpi Jae.. lebih baik aku tiada di sini dari pada tangan kotormu menyentuhku"
" apa yang kau katakan? Jangan berbuat yang tidak tidak sayang". Ucapnya semakin mendekati wanita itu.
" Tidak akan... " Ucapnya sambil mundur secara perlahan.
"Kau menjijikkan Jae... "
Namun pria itu dengan gerakan cepat meraih tangan sang wanita. Hingga menyebabkan pemberontakan..
"Sudah ku bilang lepaskan aku brengsek" Seru wanita itu. Namun pria itu malah memeluknya sehingga membuat wanita itu terus melakukan pemberontakan.
" Kau jangan mengujiku kookie, mentang mentang aku sangat menyukaimu. Kau bisa mengujiku seperti ini. Jelaskan.... Kau sendiri pun sudah tak suci kan?? Berapa banyak tubuh lelaki yang sudah kau puaskan?? " Ucapnya seraya menjambak rambut wanita itu.
"Lepas brengsek.. "
Wanita itu terus memberontak hingga tak sadar dirinya sudah di ujung tebing. Dan...
ssrrttt... Braaaakkkkkk
Malam yang dingin..
Salju pertama yang turun di musim itu.
Gelap dan sepi..
Namun secercah cahaya bulan terlihat begitu indah.
Apakah itu keajaiban??.
Haruskah takdir buruk terjadi malam ini.
__ADS_1
Atau.......
Ada takdir baik di baliknya..
"Kookieeeeeeee" Teriak sang pria tatkala wanita itu lepas dari tangannya dan jatuh dari tebing yang curam itu.
"Apakah aku akan selamat?? Atau hidupku harus berakhir di sini??? Tapi aku berterima kasih tuhan.. Begini lebih baik dari pada aku harus jatuh pada pria brengsek itu. Dan jika boleh aku meminta. Ijinkan aku hidup kembali tanpa harus mengenal pria brengsek itu. Masih ada satu impian yang belum terwujud. Aku ingin menjadi pelukis. Tuhan... Aku pasrahkan semuanya kepadamu."
Brakkk..
โ โกโ โกโ โกโ โกโ
"Sttttsssssss... Ahhhh.. Kenapa sakit sekali" Seru namja yang tengah terkapar di lantai.
Ia berusaha menetralkan nafasnya dan menyadarkan dirinya.
" Apakah aku barusan bermimpi?? Kenapa seperti nyata sekali?? " Ucapnya dan tak terasa ternyata dirinya tidur sambil menangis, itu di rasakan ketika di sudut kelopak matanya mengalir butiran bening.
"siapa wanita dan pria itu... Kenapa mereka selalu muncul di pikiran bahkan di mimpiku? Lagi dan lagi.. Nama itu.. Aku sungguh tak ingat apa pun" gumannya..
Ceklek...
"Jungkook.. Kenapa kau ada di lantai?? Apa yang terjadi? Ku dengar kau berteriak tadi" Ucap sekjin yang tiba tiba masuk ke dalam kamar jungkook yang membuat dirinya heran.
"Tidak ada hyung.. Aku hanya bermimpi saja" Jelasnya yang kemudian berusaha bangun dan di bantu oleh Seokjin.
"Yaaaak.. Kau bermimpi apaa... Aku sampai merinding mendengar suaramu dari dapur. Makanya aku bergegas ke sini" Jelas Seokjin dengan gaya bicara kecepatan penuh khas miliknya. (seperti ngerap yearobunn๐ฅฒ)
"Hyung.. Pelanlah.. Ku rasa telingaku harus di servis jika begini" Ucap jungkook yang membuat seokjin tersenyum.
"Ternyata itu memang kau" Ucap Seokjin lalu memeluk sepupu manisnya itu.
Jungkook menyerngit bingung atas pa yanh di ucapkan Seokjin kepadanya.
"Maksud Hyung? "
"kata kata itu yang selalu kau ucapkan saat aku sedang menegurmu"
"Aku harap kau segera mengingat semuanya Jungkookie.. " lanjutnya.
...๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ...
...๐ฝ๐๐ง๐ ๐๐ช๐ ๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐พ๐๐ง๐๐ฉ๐๐ ๐ช...
...๐๐ช๐ข๐๐ฌ๐ค...
...๐จ๐๐.. ๐ฃ๐๐ญ๐ฉ ๐ฅ๐๐ง๐ฉ...
.......
.......
.......
๐ข๐ฝ๐ธ๐ป๐ ๐ซ๐ :
__ADS_1
๐ฃ๐ช๐ฑ๐ฒ๐ต๐ช๐ต๐ช๐ฝ๐ท๐๐ช ๐ฃ๐ช๐ฎ๐ด๐ธ๐ธ๐ด๐ป๐ฐ