
...๐ผ๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐๐ค๐ฃ๐.....
...๐'๐ข ๐พ๐ค๐ข๐ ๐ฝ๐๐๐ ...
...๐๐๐๐ .. ๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐...
.........
........
.......
...*:..๏ฝกoโ ๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐใโo๏ฝก..:*...
" Jungkook "
"Tuan Tae "
Ucap mereka serempak.
Jungkook pun bangun dari posisi duduknya.
"Sedang apa di sini? " Tanya Taehyung.
"Saya hanya melihat pameran di sini. Seperti yang tuan Tae lihat"
"Benarkah? " Ucapnya sambil menaikkan satu alisnya.
"Tae... " Ucap seorang wanita yang sedari tadi mencoba untuk mendekati Taehyung, namun di abaikan cuma cuma.
Jenna.. Wanita itu bernama Jenna Kim. Wanita yang senantiasa mengganggu kehidupan Taehyung. Padahal jelas jelas Taehyung menolak wanita itu. Namun, sepertinya Jenna enggan mendengarkan semua omongan Kim Taehyung.
"Tae... Kenapa menghindariku?? " Tanya wanita itu sambil bergelayut manja di lengan Taehyung.
Namun diabaikan oleh sang empu.
Ia malah melihat sosok namja manis yang ada di depannya. Diperhatikan penampilannya dari atas hingga bawah.
Wanita itu melirik arah pandang Tae yang tertuju pada pria di depannya. Di lihatnya penampilan pria itu dengan ekspresi tidak sukanya.
Jungkook sendiri terlihat bingung dengan situasinya saat ini.
"Tae.... " rengek wanita itu yang menyadarkan kedua namja yang saling bengong.
"Pergilah.. saya tidak ada urusan dengan anda. "
"Tapi.. Aku maunya deket sama kamu"
"Jangan berharap sesuatu yang tidak pasti noona"
Ucapan Taehyung membuat wanita itu kecewa yang kemudian dirinya pergi dengan menghentakkan kakinya kesal. Sekarang tersisa 2 namja yang baru selesai berkontak mata.
"Eeeemmm... Karya Tuan Kim sangat bagus" Ucapnya membuka suara. Situasi kali ini terlihat canggung.
"Terima kasih" singkatnya.
"kalau begitu.. Saya permisi dulu tuan.. " pamitnya karena merasa tak enak jika berdekatan dengan Taehyung.. Auranya sangat mengintimidasi.
"Tunggu dulu Jungkook" cegahnya.
"Iya tuan.?? "
"Anda mau ke mana?? " ucapnya yang terdengar kaku. Ini pertama kalinya Taehyung memiliki inisiatif bertanya pada seseorang yang konteksnya di luar pekerjaannya.
"aaa.. Anuu.. Saya mau ke toko peralatan melukis"
"Kalau begitu, bisakah saya mengantarnya? "
"kebetulan saya memiliki teman yang memiliki toko seperti itu" Lanjutnya karena yanh di ajak bicara seperti kebingungan dengan tawarannya.
"Maaf Tuan.. Saya bisa sendiri.. "
__ADS_1
"Tidak ada penolakan Jungkook. Anggap saja ini sebagai hadiah dari saya karena anda tidak menuntut apapun setelah kejadian itu"
Jungkook tampak berpikir.. Kejadian apa yang di maksud Taehyung.. Lalu dia mengingat.. 'apa karena kecelakaan itu? ' pikirnya.
"Tidak usah tuan.. Terima kasih"
"Saya tidak menerima penolakan. Mari ikut saya" Ucapnya menarik pelan tangan Jungkook. Dan mau tak mau ... Jungkook harus mengikuti langkah pria itu yang menurutnya terlalu cepat.
Taehyung berjalan ke arah mobil pribadi miliknya yang sudah di tunggu oleh beberapa bodyguardnya.
Taehyung memberikan kode agar sang supir menyingkir dari kemudinya. Sopirpun langsung paham atas isyarat yang di berikan sang tuan.
Taehyung mengambil alih kemudi.
"Ayoo.. Naik"
"Jungkook" panggilnya karena si Jungkook masih di luar mobil dengan posisi berdiri dengan ekspresi seolah olah sedang ngebug.
"Jungkook"
"haah?? "
"Ayo masuk"
"Baaa.. Baikk" Ucapnya kemudian masuk ke dalam mobil.
"Siapa yang menyuruhmu di belakang?? "
"Hah?? " ucapnya sambil menghentikan aksinya yang hendak duduk di kursi belakang.
"Saya bukan supirmu. Jadi... Duduk di depan"
"Baiklah.. Tuu.. Tuuaaan" gagapnya kemudian beralih duduk di samping kemudi.
Taehyung menjalankan mobilnya membelah arus yang nampak sedikit macet. Tak ada pembicaraan di antara keduanya.
Hingga si tampan membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"hmmm.. Sejak kecil mungkin"
"Apakah kamu ikut pelatihan khusus? "
Yang di tanya hanya menggelengkan kepala
"Tidak"
Yang bertanya hanya ber Oh saja.
Tak lama kemudian keduanya sampai di sebuah Toko yang cukup besar
...โฆโขโโโฟ ๐๐ป๐ฝ ๐๐ผ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ โฟโโโขโฆ...
...(Gambar adalah ilustrasi semata )...
"Ayo Jungkook"
Keduanya pun turun dari mobil mewah milik Kim Taehyung. Berjalan memasuki toko yang cukup besar itu.
"Waaahh.. " pekik Jungkook yang tak luput dari penglihatan Taehyung.
Keduanya berjalan memasuki pintu masuk toko tersebut. Di sana terdapat seorang namja dewasa yang tengah berdiri di samping rak yang berisi alat alat lukis.
"Permisi" ucap Taehyung yang membuat namja dewasa itu menoleh.
"Taehyung" beonya
"Sudah lama sekali tidak bertemu" ucapnya menghampiri Taehyung dan memeluknya sekilas.
"Semenjak sukses.. Kita jarang bertemu yaa" ucap namja yang terlihat lebih dewasa dari pada Taehyung.
__ADS_1
"Maaf kan saya hyung.. Aku sibuk sekali"
"Iya iyaaa.. Aku paham .. Kau ini seorang pengusaha sukses.. Pasti sibuk sekali"
"Oh ya.. Tumben kamu langsung ke sini? mau memberiku undangan pernikahan kah?? " Ucapnya yang membuat Taehyung menjadi kikuk.
" Bukan.. saya hanya menemani Jungkook yang ingin beli alat lukis" jelasnya.
Namja dewasa itu pun melihat ke samping Taehyung. Dan benar saja di sana ada sosok pria yang bisa di katakan manis dan.. Cantik ?? ๐
"Siapa Tae?? "
"Kenalin, Dia Jungkook"
"Hai.. Salam kenal.. Aku Park Seo Joon, pria tinggi dan tampan. Panggil saja Hyung.. Ku rasa usiamu masih sangat muda." serunya sambil menyulurkan tangannya pada Jungkook.
"Hai.. Saya Jungkook" balasnya.
Namja bernama Park Seo Joon merupakan Senior Taehyung saat kuliah di luar negeri, namun beda jurusan. Mereka tak sengaja bertemu pada saat di perpustakaan dan berujung menjadi teman serasa adek kakak. Dan semenjak mereka lulus kuliah, keduanya sama sama di sibukkan dengan aktivitas masing masing.
"Sudah lama kenal Taehyung?? " tanya namja bernama Seo Joon itu.
"Tidak juga hyung"
"Kau harus hati hati dengannya.. Dia sudah pro. Jangan terlalu dekat dengan pria satu ini. Atau kau akan dalam bahaya.. terlebih lagi tampangmu yang manis ini" bisik Seo Joon di dekat telinga Jungkook, namun masih bisa terdengar oleh Taehyung.
"Jaga ucapanmu hyung .. Saya tida seperti itu, jangan membuatnya takut" Ucapnya datar.
"Yaaaaak.. Kau masih saja baku seperti itu. Mana mukanya kayak papan tulis, datar sekali" Ucap Seo Joon yang membuat Jungkook terkekeh.
'Bisa bisanya lelaki tampan seperti Kim Taehyung di samakan dengan papan tulis' bathinnya.
"Sudahlah.. Tujuan kita ke sini untuk mencari alat lukis" Ucap Taehyung.
Ia takut jika mereka terus mengobrol, Hyungnya itu akan menggoda Jungkook seperti barusan. Bicara asal yang memang bercanda, namun entah kenapa Taehyung tak ingin dirinya terlihat buruk di mata Jungkook.
Bisa di bilang jaga image yaaa๐คฃ
"Ya sudah kalau begitu.. Liat liat aja dulu" Ucap Seo Joon.
Jungkook pun melihat lihat alat lukis yang ada di sana. Tak lupa di ikuti oleh Taehyung dari belakang.
Di sana terdapat berbagai alat lukis yang tertata dengan rapi.
"Pilih lah yang kamu suka" Ucap Taehyung.
Jungkook pun melihat lihat hingga matanya tertuju pada 1 set kuas.
Ia pun melihat kuas tersebut...
"Astagaaaaa.. Jantungku" kagetnya.
...๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ...
...๐ฝ๐๐ง๐ ๐๐ช๐ ๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐พ๐๐ง๐๐ฉ๐๐ ๐ช...
...๐๐ช๐ข๐๐ฌ๐ค...
...๐จ๐๐.. ๐ฃ๐๐ญ๐ฉ ๐ฅ๐๐ง๐ฉ...
.......
.......
.......
...๐ข๐ฝ๐ธ๐ป๐ ๐ซ๐ :...
...๐ฃ๐ช๐ฑ๐ฒ๐ต๐ช๐ต๐ช๐ฝ๐ท๐๐ช ๐ฃ๐ช๐ฎ๐ด๐ธ๐ธ๐ด๐ป๐ฐ...
__ADS_1