Sistem Kekayaan Super (Ray)

Sistem Kekayaan Super (Ray)
pulng ke kampung halaman


__ADS_3

Kini sebulan telah berlalu, para bawahan Ray yang di beri tugas untuk membangun perusahaan dengan nama 'Aditya group ' , sudah melaksanakan tugas nya dengan baik.


Bahkan perusahan Aditya group sudah menjadi salah satu perusahaan besar, dan terkenal di dunia bisnis.


Selama ini kehidupan Ray berjalan baik baik saja, meski sering ada masalah terutama masalahnya dengan kelompok mafia lain nya, dan keluarga Arifin Santoso ayah Andri dan hermantoro yang membayar kelompok mafia mawar hitam untuk melenyapkan Ray.


Namun dapat di hajar dengan muda oleh pengawal pribadi Ray yang menjaga secara diam diam sehingga Ray tidak perlu turun tangan.


...***...


Kini Ray sedang melakukan pertemuan dengan ke empat bawahan nya yaitu Ziro, Black, Angel, dan Richard.


" bagaimana perkembangan Bisnis kalian? " tanya Ray kepada Angel dan Richard.


" Semuanya berjalan dengan lancar Tuan. meskipun banyak yang ingin membeli saham perusahaan kita walaupun hanya satu persen, namun kami tidak memberikan nya " jawab Angel dan Richard


" dan Bagaimana dengan mu Black " tanya Ray kepada Black


" seperti yang anda ketahui, selama ini perusahaan kita sudah semakin maju Tuan. dan sudah memiliki beberapa cabang di berbagai kota lain." jawab Black


" Hmmm……terimakasih , kerja kalian sangat bagus tidak sia sia aku mengandalkan kalian " ucap Ray sambil meminum kopi nya Karna dia tidak suka minum Bir.


" sama sama Tuan, kamu senang bisa melayani tuan"


" Ziro ?bagaimana dengan perkembangan kelompok The dark bloods ? , apakah ada serangan dari kedua kelompok lain nya? " tanya Ray kepada Ziro


" semuanya berjalan dengan baik tuan meski ada serangan dari kelompok Mawar hitam .


' mereka berusaha untuk mengambil alih beberapa wilayah kekuasaan kita, dengan cara membujuk 9 dari 15 kelompok kecil yang bergabung dengan kita dengan cara apa pun,


' Namun dapat di tangan ni oleh para anggota kelompok kita" jawab Ziro panjang lebar.


" hmm… sebaiknya kita segera melenyapkan kelompok mawar hitam ini, sebelum mereka menjadi kuat. dan untuk keluarga Rodie, Buat mereka hancur malam ini Karna sudah berani menyewa Mafia untuk membunuh ku." ucap Ray dengan wajah datar


" Baik tuan saya akan segera laksanakan" jawab Ziro dengan tegas.


" untuk keluarga Santoso kita akan sedikit bermain main dengan mereka, kita akan buat mereka kehilangan harta kekayaan nya satu persatu " kata Ray sambil tersenyum menyeramkan


" Ziro laksanakan Tugas yang kuberikan ke padamu malam ini . karena besok kita akan pergi ke kampung halaman ku untuk menjemput ke dua orang tuaku " kata Ray


" baik tuan kalau begitu aku permisi dulu" jawab Ziro


" kami juga permisi tuan " jawab ketiga nya bersamaan.


" Hmmm" angguk Ray


kini Ray hanya sendirian di dalam Ruangan, dia terus memikirkan seseorang yang dia kagumi sejak dia Masih SMA.

__ADS_1


' Dinda....Tunggu lah sebentar lagi aku akan datang mencari mu semoga saja kamu baik baik saja' batin Ray, di wajah nya terlihat kalau dia sangat merindukan sosok tersebut.


Ray terus memikirkan Dinda sampai dia terlelap dalam tidur nya.


Sementara di tempat lain.....


" Dinda kamu harus menerima lamaran dari Doso, kalau tidak semua barang barang kita akan di ambil semuanya. " kata seorang wanita paruh baya, sambil menenangkan anak nya yang sedang menangis.


" hikksss ……… tapi Bu aku sudah berjanji kepada kak Ray untuk tetap setia menunggunya " jawab Dinda sambil menangis.


" ibu tak bisa apa apa nak, sementara ayah mu juga lagi sakit, kita perlu biaya untuk membayar pengobatan ayah mu dan hanya kepada Doso saja tempat kita meminjam uang " ucap ibu Dinda lirih


"ibu juga tau kamu sangat mencintai Ray tapi cinta tak bisa di paksakan nak " sambung nya.


...****...


Kini mentari sudah menyinari sebagian bumi namun Ray masih terlelap dalam mimpi nya.


" Dinda......... jangan tinggal kan aku.....!!" teriak Ray


" [ tuan bangun anda hanya bermimpi ] " ucap sistem berusaha membangun kan Ray.


" Tidakkk...." teriak Ray, dia langsung duduk . " hahh ternyata hanya mimpi, tapi mengapa seperti nyata sekali" ucap Ray sambil mengusap wajah nya yang dipenuhi keringat.


"[ anda hanya bermimpi , dan itu hanya sekedar bunga mimpi saja Tuan ]" nasehat sistem


"[ sebaiknya anda mandi dulu tuan dan bersiap siap untuk berangkat ke kampung halaman tuan ] "


30 menit kemudian Ray sudah selesai makan bersama dengan Ziro dan para pelayan yang lain.


" Tuan apakah anda akan lama disana ?" tanya Inar memberanikan diri untuk bertanya.


" aku hanya dua hari disana dan kalian jaga rumah baik baik. " jawab Ray sambil tersenyum.


"pasti tuan, kamu akan menjaga rumah ini dengan baik. kami sudah menganggap rumah ini sebagai rumah kami sendiri ." Jawab para pelayan bersamaan Karna mereka di perlakukan dengan baik oleh Ray selama tinggal di tempat itu.


" Ziro apakah semuanya sudah siap ? " tanya Ray kepada Ziro


"sudah tuan, kamu semua sudah siap sedia " jawab Ziro dan ke sepuluh bawahan nya


" hmmmm ....ayo berangkat" ucap Ray


Mereka berangkat menggunakan lima mobil, mereka akan menempuh perjalanan sekitar 5 jam lebih .


Di dalam mobil Ray kepikiran terus dengan mimpinya semalam.


" Ada apa Tuan, apa yang sedang anda pikirkan? " tanya Ziro heran melihat Perubahan wajah Ray

__ADS_1


" ahhh tidak apa apa Ziro aku kepikiran saja dengan kondisi kampung halaman ku" jawab Ray berbohong.


" saya pikir anda lagi ada masalah dengan kedua wanita yang sedang dekat dengan Tuan itu" kata Ziro


" ASTAGA..... " teriak Ray sambil menepuk dahinya


" ada apa tuan apakah ada yang ketinggalan "ucap Ziro ikutan panik.


" aku lupa memberi tahu mereka kalau aku pulang kampung ?, bisa bisa di buat berantakan rumah ku nanti nya" jawab Ray sambil memijat kepalanya memikirkan apa yang akan terjadi nantinya.


" hahh itu toh kirain ada yang lupa" ucap Ziro


Sementara di Mansion Ray kedua wanita sedang marah marah karna tidak mendapati Ray di rumah nya.


"mbak... jangan mengacak acak rumah Tuan ?" ucap Inar dan beberapa pelayan lain, mereka berusaha untuk menenangkan kedua wanita itu yang tak lain adalah Intan dan Amelia.


" Ini kan rumah ku juga, aku kan calon istri ke dua nya Ray" jawab Amelia sambil berkacak pinggang.


" iya betul dan aku adalah istri pertama nya" sambung Intan.


" idihhh.....istri pertama nya Ray itu masih di kampung halaman Ray dia baru pergi menjemputnya ?" jawab Amelia melirik ke arah Intan.


" kalau begitu harus aku adalah istri keduanya Karna aku yang duluan kenal dengan Ray dibanding dengan kamu?" jawab Intan sambil membalas lirikan mata Amelia.


" Hacccuuhh.....janc*k siapa lagi yang sedang memperebutkan ku " kata Ray kesal.


" huhh jelek jelek begini, ternyata banyak juga yang memperebutkan ku hehehehe..." jawab Ray sambil melipat tangan ke dadanya.


Sementara Ziro dan pria yang menjadi sopir mengerutkan keningnya 'kalau kau itu jelek maka kami di sebut apa kotoran Anj*ng!" batin mereka berdua.


" ada apa dengan wajah kalian ? kenapa berkerut seperti kakek kakek?" tanya Ray heran.


" A -ahhh... T -tidak apa apa tuan hehehe" jawab keduanya gugup.


mereka sudah berkendara selama 4 jam lebih jadi sisa satu jam perjalanan lagi.


Sedangkan di tempat lain


" Din... sudah jangan menangis lagi... empat puluh menit lagi Doso akan datang untuk meminang mu menjadi istri ke 4 nya." kata Bu Mirna mama Dinda.


" Bu tapi kan Doso kan sudah berumur 48 tahun sedangkan aku baru 19 tahun , aku gak rela Bu menikah dengan pria tua mesum itu " jawab Dinda dengan Air mata mengalir deras.


...^^^****^^^...


***apakah Ray akan bertemu Dinda pujaan hatinya , atau akan bertemu di saat Dinda sudah menjadi istri ke empat dari Doso....???


ikuti kelanjutan ceritanya dan jangan lupa untuk like vote dan tinggal kan komentar kalian dadahhh***………

__ADS_1


__ADS_2