
...*****...
kini malam telah berganti pagi..
Namun Ray masih tertidur pulas,
" kring...."
"kring..."
" hoaammm...., berisik sekali..." gumam Ray sambil mematikan alarm yang berbunyi.
" Din.. bangun... " ucap Ray menggosok gosok matanya...
" ehh....rupanya dia sudah bangun dari tadi, kenapa dia tidak membangun kan ku?"
" ahhh mungkin aku terlalu nyaman tidur nya hingga tidak merasakan nya pergi... kalau begitu aku pergi olahraga dulu " ucap Ray sambil berganti pakaian.
Di dapur,
Dinda sedang membantu para maid memasak di dapur , meskipun sudah dilarang oleh maid namun Dinda tetap ikut membantu.
jam 6 : 30
Ray kembali, setelah selesai olahraga, di ruang makan sudah menunggu ibunya dan yang lain nya,
" selamat pagi semuanya?" sapa Ray
" selamat pagi juga, "
" kamu mandi dulu sana, baru sarapan sama sama?" kata mama Ray
" baik mah" jawab Ray, kemudian berjalan menuju kamarnya.
setelah selesai mandi dan berganti pakaian , Ray segera menuju meja makan untuk sarapan .
" hmm Kak.. kapan kalian pindah ke rumah kalian?" tanya Ray sambil makan.
" apa kamu mengusir kami?" jawab Hardi bercanda
" bukan nya begitu, aku hanya bertanya saja, karena kalian juga harus mengurus perusahaan yang ku berikan kepada kalian masing masing" jelas Ray
" rencana nya kami akan pindah hari ini, tapi bagaimana cara kamu mengurus perusahaan nya sedangkan kami tidak terlalu mengerti cara mengelolanya?" tanya Yulius.
" kalian tenang saja, aku sudah mempunyai asisten buat kalian, mereka yang akan membantu kalian mengurus perusahaan, tapi kalian jangan terlalu bergantung kepada mereka, kalian juga harus berusaha sebisa kalian dan jangan lupa bertanya sebelum bertindak " kata Ray
" hmm baiklah kalau begitu... , sayang apakah kamu sudah setuju untuk pindah hari ini?" tanya Hardi kepada Dila istrinya.
" hmm sebagai istri yang baik aku menurut saja kepada suamiku " ucap Dila sambil tersenyum
kening Hardi mengerut mendengar perkataan istri nya '
hmm menurut bagaimana? semalam saja jatah gak dikasih di suruh tidur pulak di sofa, hikss.. nasip nasip' batin Hardi...
" oiyah Din.. hari ini kamu sudah bisa masuk kuliah bareng dengan ku, Karna Ziro sudah selesai mengurus nya?" tanya Ray kepada Dinda
" hmm makasihh banyak Ray" jawab Dinda senang
" iya..terimakasih banyak nak Ray , Karna kamu kami sekeluarga bisa seperti sekarang, terutama Dinda, kalau tidak kami tidak tahu bagaimana nasip kami di kampung" kata Bu Mirna, terharu
__ADS_1
" hahaha... sebagai keluarga kita mestinya memang harus seperti itu Bu " jawab Ray tersenyum manis
" uhukkk... uhhukkk.." semua orang yang mendengar
jawaban Ray tersedak makanan nya
" lohh kalian kenapa...??" tanya Ray heran
" apakah kamu sedang melamar Dinda bocah tengil ?" tanya pak Rudi ayah Ray
" ahh apakah kedengaran seperti itu?" ucap Ray polos, sedangkan Dinda menunduk malu.
" ahhh.. seperti nya Dinda sangat senang mendengarnya hahaha.." kata Bu Tika menggoda Dinda
" A -ahh... a -aku terserah pada Ray saja " wajah Dinda semakin merona merah , wajah nya terlihat imut Dimata Ray ketika seperti itu.
" wah ternyata Dinda sudah setuju bagaimana dengan mu Ray?, apakah kamu akan mendapat adik ipar sekarang? hahahaha..." kata Hardi menepuk nepuk punggung Ray .
" hmm sebaiknya nanti setelah aku berumur 20 tahun, Karna aku baru 19 tahun, belum tahu apa apa tentang sulitnya membangun sebuah hubungan suami-istri "jawab Ray mengusap dagunya
" sikap mu itu seperti orang yang sudah dewasa saja hahahaha" ejek Yulius membuat orang orang tertawa mendengar nya.
" tidak apa Ray , aku akan selalu menunggu mu " ucap Dinda romantis
" pffruutttt..."
semua orang langsung menyemburkan air dari
mulutnya.
" sebaiknya aku sudahi saja makanan ku, aku tidak kuat mendengar kebucinan kalian berdua " ucap Hardi dan yang lain nya..
" Din kamu tidak usah gugup begitu santai aja,?" ucap Ray mengusap rambut Dinda, yang sedang gugup.
" hmm makasih yah.." ucap Dinda sambil memeluk lengan Ray
setelah sampai di kampus, Ray mengantar Dinda ke kantor mengurus hari pertama nya masuk kuliah. setelah itu Ray kembali ke dalam kelas nya.
setelah menunggu beberapa waktu, dosen perempuan yang masih berumur 29 tahun yang manjadi dosen terpopuler di kampus Karna kecantikan nya, masuk kedalam kelas.
" selamat pagi semuanya?" sapa dosen itu yang bernama Anggun.
" selamat pagi juga Bu " balas siswa antusias terutama para cowok cowok.
" Bu hari ini kita belajar apa?" teriak seorang laki laki
" hu.. padahal dia anak yang paling malas belajar" bisik siswa lain nya.
" sudah jangan ribut, hari ini kita ada siswa baru, silahkan masuk" ucap Anggun sambil melihat ke pintu
" wow siapa mahasiswa baru itu?"
" apakah dia wanita?"
" mudah mudahan dia jodoh ku " ucap para jomblo yang ada di dalam kelas, kecuali Ray yang sedari tadi diam di bangku belakang
" Tap.."
"tap.."
__ADS_1
bunyi langkah sepatu berbunyi, membuat kelas yang dari tadi ribut seketika menjadi hening.
" wow .. cantik sekali"
" ya Tuhan, dia benar benar jodoh ku "
" ahh nona cantik silahkan duduk di samping ku ?" teriak laki laki semakin heboh
di samping Bu anggun berdiri Dinda yang tersenyum malu malu.
" wahh di tersenyum kepada ku"
" ahh aku sudah bisa meninggoi, Karna sudah melihat senyum bidadari yang sangat cantik" teriak para siswa, bahkan ada yang pingsan dan mimisan , sedangkan para siswi hanya bisa iri melihat kecantikan Dinda.
" perkenal kan nama mu" perintah Bu Anggun yang juga sedikit iri Karna Dinda lebih mempesona darinya.
" halo semuanya, nama saya Dinda purnama, semoga kita bisa akrab." kata Dinda sambil tersenyum
" halo Dinda nama ku Darno...dan aku masih jomblo" teriak seorang laki laki
" ahh panggil aku ayang ajah"
" apakah kamu mau menjadi pacar ku?" teriak siswa yang lain nya antusias
" ah.. hahaha.. maaf semuanya aku sudah mempunyai pacar dan kamu sudah bertunangan" ucap Dinda sedikit berbohong.
" mak... aku sudah tidak bisa hidup lagi.."
" aku benar benar akan mati kali ini"
"panggil kan aku dokter spesialis mata, mata ku telah ternodai..."
" hikksss... Ya Tuhan, cobaan apa ini, mengapa semua wanita cantik sudah ada yang memilikinya" ucap salah seorang sambil mengusap air matanya
para siswa laki laki langsung kecewa, dan harapan nya langsung sirna seketika menjadi abu
" kalian semua jangan ribut, dan untuk Dinda silahkan duduk, pilih sendiri tempat yang kamu suka?" perintah Bu Anggun.
Dinda langsung berjalan menuju tempat Ray duduk.
"jangan di sini hati ku belum sepenuh nya sembuh"
" oh jangan duduk di sampingku jika hati mu bersandar pada orang lain"
" aku mohon jangan disini jika hatimu telah dimiliki orang lain" ucap para laki laki yang kecewa, namun Dinda terus berjalan melewati mereka menuju Ray.
" ahhh dia ternyata menuju Ray."
" Ray beruntung sekali bisa duduk dengan wanita cantik"
" tapi Ray sudah memiliki pacar?, apakah dia mau bersaing dengan siswi terpopuler di kampus kita?" ucap para wanita.
Bu Anggun mengerutkan keningnya melihat Dinda duduk di samping Ray , Karna dia juga mengejar ngejar Ray, bahkan selalu menawari makanan ketika di kampus, dan selalu menelfon Ray, namun Ray hanya diam saja tidak menanggapi hal tersebut.
padahal dia adalah dosen paling cantik di kampus itu, dan banyak yang mengejarnya, namun dia hanya menyukai Ray
...******...
**sampai disini dulu yah guys, maaf semalam tidak update Karna terlalu kecapean.🙏🙏🙏
__ADS_1
terus dukung author yahh guys, dan selalu like komen vote dan jangan lupa untuk menekan ❤️**