
...******...
" Bu Ray sebentar lagi akan tiba ?" Teriak seorang pria berusia 49 tahun.
" Iya aku sudah tahu lebih dulu dari mu" jawab ketus seorang wanita yang berusia 45
" Ukhhh.... " Pria paruh bayah itu menyemburkan air berwarna merah dari mulutnya. "Dasar wanita tua... galak bangat.... " ucap nya pelan.
" APA... kamu bilang !! apakah kepalamu itu sudah kebal dengan pukulan ku ??". teriak wanita yang tak lain adalah istrinya.
" A-ahhh.... T -tidak .... aku tidak bilang apa apa kok..." jawab nya sambil melihat ke arah lain.
"Hmm...." dengus istrinya kesal.
" sudah jangan bergulat di sini di luar saja sana ?" kata seorang laki laki.
" iya nih... sudah tua masih aja berantem" timpal laki laki lain nya.
Mereka adalah Pak Rudi ayah Ray , Bu Tika ibu Ray, dan kedua kakak Ray, Hardi dan Yulius.
Kedua kakak Ray Sudah menikah dan masing masing mempunyai Satu orang anak, mereka dari kecil suka menjahili Ray namun mereka sangat sayang kepada adik nya itu
" kak Hardi ? ...Dengar dengar Cewek yang selalu bersama dengan Ray pas Masih SMA katanya sudah mau menikah hari ini?" bisik Yulius kepada Hardi.
" maksud kamu si Dinda itu?" jawab Hardi
" iyaa kalau bukan dia siapa lagi Cewek yang mau dekat sama si anak dekil itu hehehehe...." ucap Yulius tertawa
" hihihi.....pasti dia menangis darah mendengar nya "
" Hacccuuhh.... , siapa lagi sih yang menggosip ku?..." kata Ray sambil menggosok hidung nya
" Tuan kita sudah sampai?" ucap seven yang menjadi supir nya
" Langsung ke rumah ku saja ? Lurus terus kemudian belok kiri " kata Ray sambil menunjuk arah jalan
Lima menit kemudian mereka sampai di depan rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
" ehh mobil siapa tuh banyak bangat ?" ucap pak Rudi sambil berjalan keluar di ikuti oleh istri dan anaknya
" mama... papa... anak mu yang ganteng ini sudah pulang ?" teriak Ray sambil membuka pintu mobil dan berlari keluar menuju orang tua nya.
" wuuaaaa... aku kangen sekali sama mama.... dan papa...?" ucap Ray sambil memeluk orang tua nya
" kamu siapa... ??? tersesat yahh???" ucap Bu Tika heran Karna di peluk tiba tiba
" Woii ... mau kena bogem Ku yahh peluk peluk orang sembarangan orang tua gw nih!" teriak Yulius sambil berusaha melepas kan pelukan Ray.
" APA....! kalian sudah lupa sama aku?.... tega sekali kalian....melupakan ku.. wuuaaaa" tangis Ray semakin keras
Sementara anak buah nya heran dengan sikap Ray, Karna selama ini mereka melihat nya dingin dan tegas. ternyata memiliki sikap seperti anak kecil..
__ADS_1
Bahkan sudah ada yang berlari ke arah belakang mobil untuk melepas kan tawa yang sedari tadi di Tahan nya .
" mama ini Ray ma? , masa mama lupa sama anak kandung nya sendiri?" ucap Ray dengan wajah dibuat sedemikian rupa, supaya mendapat bogem mentah dari mama nya, ehh salah pelukan dari mama nya.
" apa benar kamu adalah Ray?? tapi bagaimana bisa kamu menjadi tampan dan menjadi tinggi seperti ini??...kulit mu juga menjadi putih??" kata Bu Tika sambil membolak-balik kan badan Ray
" ma puyeng nih kepala ?" ucap Ray sambil memegangi kepalanya
" Ma.. coba liat tanda lahir nya di belakang lehernya? " Kata Pak Rudi yang dari diam saja, ' siapa tahu dia penipu ' batin nya
Kemudian Bu Tika membalik kan badan Ray dan segera melihat Tanda lahir Ray di belakang lehernya.
Ketika dia melihat nya dia segera memeluk Ray dengan erat.
Kini mereka semua sudah duduk di dalam rumah,
mereka meminta penjelasan dari Ray tentang semua ini ? Namun Ray hanya bilang nanti saja menjelasannya.
Ray selalu memeluk ibu nya dari tadi , sedangkan kedua kakaknya melirik nya dengan cemberut.
' Huhh dasar bocah kurang ajar beraninya dia mengambil semua kasih sayang dari mama ?' batin keduanya Kesal.
" Ray sebentar mama mau membuat minuman dulu ?" ucap Bu Tika sambil melepas pelukan Ray dan berjalan menuju dapur.
Sedangkan kedua saudara nya melihat kesempatan untuk balas dendam , langsung berlari kearah Ray dan memukul kepalanya.
" Tuk..."
" Tuk..." bunyi kentong mendarat di kepala Ray
" hehehehe...kamu udah makin berani yahh ambil kasih sayang dari mama yang harus nya buat kita ? " kata Hardi dengan wajah menyeringai...
" hehehehe... ampun kak...?" jawab Ray dengan wajah dibuat imut...
Namun tidak di hiraukan oleh kedua kakak nya, malah Ray di pegang dan di kelitik sampai Ray air matanya keluar Karna Terus tertawa.
Sedangkan Ziro dan yang lain nya terharu melihat keromantisan keluarga itu..
" Sudah...hentikan tingkah kekanak Kanakan kalian itu?" ucap pak Rudi ayah Ray sambil menghisap rokok nya.
" Ray mereka ini siapa " tanya Bu Tika sambil meletakkan nampan
" mereka adalah teman teman ku ma" jawab Ray berbohong sambil mengedipkan matanya ke arah anak buah nya.
" I -iya nyonya itu betul hehehehe..." jawab mereka canggung sekaligus terharu karena di anggap teman oleh Ray
" ohh nama Kalian siapa?" tanya pak Rudi
" Nama saya Ziro tuan "
" Nama Saya one tuan "
__ADS_1
" saya two Tuan "
"…………"
"…………"
"…………"
" Nama Saya teen Tuan" jawab mereka satu persatu
keluarga Ray yang mendengar nama mereka terheran heran. " Nama yang sangat aneh " ucap mereka di dalam hati
" Eh Ray kamu udah Tau gak ...." ucap Hardi namun langsung di potong oleh perkataan Ray
" Gak Tahu" ucap Ray
" dengarin dulu tolol !!"Teriak Hardi
" Dinda Sudah mau menikah hari ini" ucap Yulius mendahului Hardi
" Deg..."
jantung Ray seakan berhenti berdetak....
" K -kalian serius...gak bercanda kan ?? dengan siapa dia menikah?" jawab Ray dengan suara serak
" Dinda terpaksa menikah dengan si Tua Bangka Doso itu. Karna Ayah Dinda sudah lama sakit ..."
" dan mereka harus meminjam uang kepada Doso untuk biaya pengobatan" kata Hardi memotong penjelasan Dari Yulius.
Ray langsung berlari ke rumah Dinda tanpa pamit dahulu...
Kemudian di susul oleh anak buahnya
Sementara di tempat lain....
" Din.... Hari ini kamu sudah mau menikah...?"
" Tapi Bu?" jawab Dinda
" kamu harus menerima semua kenyataan ini dengan lapang dada, itu juga demi kesehatan papa kamu" ucap Bu Mirna. meskipun dia juga tidak setuju dengan pernikahan anak nya, Namun dia tidak bisa berbuat apa apa
" ibu Tahu nak...kamu dan Ray sudah saling mengikat janji.... tapi ibu harap kamu ikhlas kan semua itu? " lanjut nya
" hikksss... Dinda gak bisa Bu, Ray adalah orang yang sangat baik...dia gak pernah buat Dinda sakit hati" Jawab Dinda sambil memeluk ibu nya.
" sudah nak kamu jangan menangis lagi, ibu juga gak bisa apa apa?, ya sudah kita keluar yahh calon suami mu sudah datang ?" kata Bu Mirna dengan lirih
kemudian mereka keluar dan melihat Doso sudah duduk di tempat pelaminan..dengan senyum mesum nya ketika melihat Dinda yang sangat cantik ketika memakai pakaian pengantin.
...******...
__ADS_1
***sampai disini dulu yah guys , maaf jika kelanjutan ceritanya tidak sesuai harapan kalian , apakah Dinda resmi menikah atau tidak yang jelas nya ikuti saja kelanjutan nya hehehe...
dan jangan lupa untuk like komen vote dan satu lagi tinggal kan komentar kalian.. dadahhh***...