Sistem Kekayaan Super (Ray)

Sistem Kekayaan Super (Ray)
chapter 45


__ADS_3

...*******...


Di saat Ray di suapi oleh empat perempuan, ada beberapa orang yang sedari tadi memperhatikan Ray dengan penuh dendam yang membara,


salah satunya adalah Intan yang sedang marah karna tidak bisa lagi dekat dengan Ray, pikiran nya sudah di penuhi oleh berbagai macam cara untuk mendekati Ray lagi.


" aku harus mendapatkan mu Ray, dengan cara apa pun akan aku lakukan, mulai dari orang yang sedang bersama dengan mu" gumam Intan tersenyum licik.


Setelah tidak ada lagi kelas, Ray dan Dinda pulang kerumah.


Amelia dan Naila ngotot untuk ikut namun di saat akan berangkat, mereka berdua mendapat telfon dari orang tua mereka supaya cepat cepat pulang kerumah, Karna ada urusan keluarga yang sangat penting.


" maaf yah Ray, aku gak jadi kerumah kamu hari ini, aku ada urusan keluarga.?" ucap Amelia


" iya Ray, aku juga nih, maafin kami yahh?" ucap Naila


" ahh ngak apa kok, lagian besok juga masih ada waktu kalau kalian ingin pergi kerumah ku" jawab Ray


" iya tuh... kan besok masih ada waktu?" timpal Dinda


" hmmm.. ya udah deh kami duluan yah Ray... dahh...." ucap Amelia dan Naila sambil masuk kedalam mobil mereka masing masing.


" dahhh... hati hati dijalan" ucap Ray sambil tersenyum, padahal dalam hatinya ingin sekali tertawa senang Karna lolos dari cengkraman buaya betina yang ganas.


setelah mereka pergi, kini giliran Ray dan Dinda yang pergi.


di perjalanan pulang kerumah, Ray dan Dinda berbincang-bincang tentang kisah mereka waktu masih kecil.


"[ sistem mendeteksi selama di kampus ada beberapa orang yang merencanakan sesuatu yang buruk kepada tuan dan ke tiga wanita yang sedang dekat dengan tuan saat ini ] "


' hmmm apakah kamu tau mereka Rin ?' tanya Ray


[ mereka adalah Nicho dan Intan] " jawab Rin si sistem


' ohhh jadi Nicho ingin mencari perkara dengan ku yahh... hahaha... lihat saja nanti siapa yang akan tertawa di akhir' ucap Ray dalam hatinya sambil tersenyum seperti psikopat


" R -ray... A -apa yang terjadi dengan mu?" tanya Dinda yang merinding melihat senyuman Ray


" A -ahh... tidak apa apa hehehehe" jawab Ray sambil menggaruk kepalanya

__ADS_1


"kamu membuatku sedikit takut"


" ahhh m -maaf kan aku membuat mu takut" ucap Ray sambil mengelus kepala Dinda yang menunduk takut


' bukan kah dia ini seperti singa kalau marah?? mengapa sekarang dia seperti kucing yang ketahuan mencuri ikan??' batin Ray heran melihat Dinda


" hmmm apa yang sedang kamu pikirkan Ray? apakah yang membuatmu tersenyum seperti psikopat?" tanya Dinda


" ahh apakah aku terlihat seperti itu?" elak Ray


" iya itu sangat menyeramkan" jawab Dinda


" oiyah Din aku sudah tahu cara menyembuhkan papa kamu?" ucap Ray mengubah topik pembicaraan.


" oyah... apakah kamu serius?" ucap Dinda langsung menatap Ray girang.


"iya aku serius, besok pagi aku akan memberikan obat nya, "


" awas saja yah kalau kamu berbohong, kalau sampai kamu membohongiku...aku akan memecahkan dua telur punyamu itu " ucap Dinda sambil tersenyum mengerikan.


" A -aku serius kok, aku tidak sedang bercanda hehehe" jawab Ray dengan cepat Karna melihat ancaman Dinda, memikirkan nya saja sudah ngilu.


[ tentu saja ada tuan, hanya saja tuan yang selama ini bodoh tidak menanyakan nya] " jawab sistem


' hehehe selama ini aku sibuk Rin , berapa harga nya rin?'


[ seratus ribu PS ]


' APA...! itu Sangat mahal Rin! apa kamu mau memeras ku?'


[ siapa juga yang ingin memeras tuan, itu memang sesuai harganya, poin sistem tuan saja sudah satu miliar dan itu tidak pernah di gunakan apa salahnya coba? ] jawab Rin datar


' kamu ingin membunuh ku Rin, atau kamu jadi pacar ku saja Rin hehehe, kan nanti nya bisa gratisan' ucap Ray berusaha membujuk sistem


[ harga dinaikan satu miliar]


' ahh aku hanya bercanda Rin, lupakan saja, aku mau satu Rin '


[ membeli pil penyembuh segala penyakit seharga dua ratus ribu selesai, pil penyembuh ada di inventori sistem]

__ADS_1


'loh bukan kah tadi seharga seratus ribu mengapa jadi dua ratus ribu?' tanya Ray heran


[ -.-]


' dasar sistem begal selalu saja memeras ku hiksss' jiwa Ray menangis memikirkan itu.


kini mereka sudah sampai di rumah,


" Din kamu masuk dulu saja yah aku ingin pergi keluar sebentar?"


" baiklah hati hati " Jawan Dinda


kemudian Ray memutar mobilnya menuju markas besar The dark bloods , Karna sudah lama tidak mengecek anak buahnya.


" sistem hapus saja poin sistem nya? kembalikan seperti yang awal saja bagaimana?" bujuk Ray


[ tuan harus menaikan level sistem untuk menjadikan nya unlimited lagi]


" kalau begitu tunggu apalagi naikan level sistem sekarang?" ucap Ray girang


[ untuk sementara ini, tuan harus menyelesaikan misi yang diberikan sistem lalu yaitu menguasai kota ini baru bisa menaikan level sistem]


" baiklah kalau begitu malam ini aku akan pergi ke markas besar the dragon warrior" ucap Ray


...******...


" tuan kami sudah membagi kelompok untuk menjaga di setiap wilayah di kota ini, " ucap seorang pria bertopeng


" bagus kita tidak boleh lengah mereka bisa saja menyerang kita secara tiba tiba," jawab sang pemimpin the dragon warrior


" baik pimimpin " jawab bawahan nya.


" walaupun kita adalah yang terkuat di kota dari ketiga kelompok mafia, namun kita belum mampu untuk mengalahkan kelompok misterius ini, apalagi mafia mawar hitam sudah lenyap, sekarang kekuatan kota ini semakin melemah" gumam nya


" pemimpin apakah kita akan memberi tahu kelompok the dark bloods tentang masalah ini?" tanya bawahan nya


" tentu saja Karna ini menyangkut orang orang yang tidak bersalah di kota ini"


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2