Sistem Kekayaan Super (Ray)

Sistem Kekayaan Super (Ray)
kena prank


__ADS_3

...*******...


" K -kenapa kalian melihat ku seperti itu?" ucap Ray bergidik melihat tatapan mata semua orang


" hoiii.. sini lu... " teriak Hardi memanggil Ray


' ada apa ini? , apa aku berbuat salah ?, kalau di lihat dari tatapan mata mereka, kayaknya ada yang aneh tapi apa yahh?' batin Ray , kemudian berjalan menghampiri mereka,sambil di ikuti oleh Dinda.


" Ada apa?" tanya Ray heran.


" kamu nih yahh...ibu gak pernah ngajarin kamu buat membawa lari istri orang ..." teriak Bu Tika


" M -maksud ibu apa ? Ray gak ngerti?" jawab Ray menaikan bahunya


" kenapa kamu bawa lari Dinda istri Doso?, papa gak pernah ajarin kamu untuk jadi perebut istri orang yah " ucap Pak Rudi sambil menunjuk Dinda sambil melipat lengan bajunya seakan siap untuk bertempur


" Tapi..."


belum sempat Ray berbicara, perkataan nya sudah di potong oleh Yulius kakak nya


"sejak kapan kamu jadi gini Ray...kakak mau kamu jadi pria jantan tapi bukan bawa lari anak orang apalagi dia sudah menikah" kata Yulius sambil berkacak pinggang


" loh istri orang ?, siapa ? , dimana?" jawab Ray sambil melirik celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan


" siapa lagi kalau bukan si Dinda " ucap Hardi menunjuk Dinda.


Sedangkan Dinda yang ditunjuk hanya bisa melongo .


" Dinda ,kamu jangan mau di bawa lari sama anak ini" kata Bu Tika sambil menarik tangan Dinda, sementara Dinda hanya bisa menurut ketika ditarik.


Ray di interogasi beramai ramai oleh ke empat orang itu sampai sampai membuat Ray cemberut .dan menunduk pasrah, (mau bicara tidak di beri kesempatan, kasihan sekali si Ray wkwkwkwk)


beberapa detik kemudian mereka semua tiba tiba diam


' lohh kenapa mereka pada diam??, apakah mereka sudah capek berbicara dari tadi?? " ucap Ray sambil melihat mereka.


namun yang dilihat justru malah sedang memegang perut Karna sakit akibat sedari tadi menahan tawa


" hahahahahahaha.... aku sudah tidak tahan lagi , selamat anda kena prank"ucap mereka sambil tertawa


membuat Ray dan Dinda melongo dengan apa yang dilihat nya


' apakah mereka sudah sakit jiwa Karna dari tadi berteriak teriak terus ?? " batin keduanya


sementara Ziro dan bawahan nya yang lain sudah tidak tahan lagi menahan tawanya melihat ekspresi Ray yang seperti kucing kena marah, bahkan ada yang berguling guling di lantai Karna ketawa,


mereka sudah tidak memperdulikan lagi mau kena marah apa tidak yang penting keluarkan semua nya dulu dari pada di tahan tahan...


Kembali ke beberapa menit yang lalu , ketika Ray baru sampai di depan rumah nya


" sstttt ... bagaimana kalau kita kerjain tu si Ray" usul Yulius


" oke bagus juga usul kamu, tumben pintar " jawab Hardi


" ya sudah semuanya diam?, anak itu sudah datang?" ucap pak Rudi


" Aku pulang...ehh K -kenapa kalian melihat ku seperti itu ?" ucap Ray........


kembali ke masa sekarang...


" kalian jahat bangat sih?, hampir hampir aku jantungan" ucap Ray sambil mengusap dadanya


" ya elah itu ajah sudah mau mati...." ucap Yulius sambil merangkul pundak Ray

__ADS_1


"jangan marah ntar cepat tua loh, kalau mau marah nih sama orang ini ? Karna ini semua ide dari dia" kata Hardi sambil menunjuk Yulius


Kemudian Ray langsung melampiaskan balas dendam nya ke pada Yulius


" ampun..ampun.. aku sudah tidak tahan lagi..." Ucap Yulius yang dari tadi di kelitik oleh Ray sehingga membuatnya sakit perut Karna tertawa.


" sudah... nanti saja lanjutin nya kita makan dulu ? Din.. ikut mama ke dapur menyiapkan makanan? dan mulai sekarang panggil saya mama yah ?" ucap Bu Tika sambil menarik tangan Dinda


" I -iya.. m -ma" jawab Dinda malu malu


sementara yang lain nya, yang melihat itu hanya melongo


" ehh kak Dila dan kak nita, sama keponakan ku ada dimana? " tanya Ray kepada kedua kakak nya, Karna dari tadi dia tidak melihat kakak ipar dengan keponakan nya


" ohh mereka ada di rumah orang tua mereka katanya jalan jalan ke sana , nanti juga datang " jawab Yulius dan Hardi


" ooo...."


" oiyah kalian akan aku bawa ke kota aku sudah punya rumah besar di sana ?" ucap Ray


" maksud kamu apa? kata Hardi kurang paham


" nanti aku jelasin nya ayo kita makan? , aku sudah lapar?, Ziro panggil yang lain nya untuk makan ?" ucap Ray


" baik tuan" jawab Ziro


Tak lama setelah itu kedua istri kakak nya datang dan mereka makan sama sama.


Ray kemudian menjelas kan kepada keluarganya ,tapi tentu saja banyak kebohongan di sana,


keluarganya hanya mangut-mangut mendengar penjelasan Ray dan bersyukur atas keberhasilan Ray.


Ray juga memberikan semua saham nya kepada kedua kakak nya di perusahaan yang di berikan oleh sistem, dan tentunya akan bekerja sama dengan perusahaan nya Aditya group.


" Apa tidak apa apa Kalau aku ikut Ray?" jawab Dinda


" gak papa kok malah aku senang sekali jika kamu ikut, dan juga supaya papa kamu dirawat dengan baik disana" Kata Ray sambil menyendok makanan ke dalam mulutnya


" Makasih banyak Ray" jawab Dinda sambil tersenyum


"uhukk ...uhukk..." semua orang yang melihat kebucinan kedua orang itu keselek makanan , kemudian langsung buru-buru minum air.


" sudah nanti saja bucin nya kita lagi makan " ucap pak Rudi


" hehehehe....Iri bilang bos" jawab Ray terkekeh


Setelah habis makan Ray bermain dengan kedua keponakan nya yaitu Fiona Aditya dan Coky Aditya


sedangkan Ke empat perempuan sedang mencuci piring sambil bergosip ( tau lah kalau wanita ngumpul pasti ujung ujung nya bergosip wkwkkwk)


Nita dan Dila mengajak Dinda untuk tidur bersama mereka malam ini,


" tapi suami kakak tidur dengan siapa?" jawab Dinda


" biarin mereka tidur bertiga dengan Ray , sekali kali gak tidur dengan kita " jawab keduanya ketus


" baiklah kalau gitu"


sedangkan suami mereka memasang wajah cemberut, tidak bisa tidur dengan istri mereka malam ini , sedangkan Ray tertawa melihat wajah mereka


...******...


kini malam telah berganti pagi, orang orang sudah selesai sarapan dan bersiap untuk berangkat ke kota S

__ADS_1


" ayo semuanya masuk kedalam mobil? kita akan berangkat ?" teriak Ray


orang tua Dinda juga sudah setuju untuk ikut , dan sekarang mereka sudah ada di dalam mobil.


ketika Dinda mau masuk kedalam mobil untuk bergabung dengan orang tuanya, Ray langsung menarik tangan nya


" kamu mau kemana?" tanya Ray


" yah masuk mobil lah ,mangnya mau kemana lagi?" jawab Dinda heran


" kamu ikut dengan ku, aku gak mau jauh jauh dari kamu...masih kangen gak mau jauh jauh dari ayang " kata Ray mengeluarkan jurus merayu ala buaya darat


"bluss"


"hmm.. ya sudah aku ikut kamu " jawab Dinda sambil menunduk malu kepalanya mengepulkan asap .


" ayo semuanya kita berangkat" teriak Ray sekali lagi


yang menjadi supir Ray adalah Ziro sedangkan yang lain menjadi supir di mobil lain nya


" Ziro hubungi Drake , supaya memberi tahu anggota kita untuk menjemput kita sebelum masuk ke kota, Karna aku tidak mau kelompok lain membuat masalah dengan ku di hari kebahagiaan ku ini?" perintah Ray kepada Ziro


" baik tuan " jawab Ziro , kemudian menelfon Drake


" Sayang..kelompok apa maksud kamu ?" tanya Dinda heran


" ahh itu di kota S aku memiliki banyak musuh yang ingin mencelakai ku, tapi kamu tenang saja aku akan selalu menjaga kalian semua " jawab Ray sambil mengelus pipi tembem Dinda


" hmm kamu jaga diri baik baik yahh, aku gak mau kamu kenapa napa" ucap Dinda sambil bersandar di dada bidang Ray


" iya aku gak akan kenapa napa kok.." kata Ray, sambil mengelus elus rambut dinda


[ Ray kamu terlalu bucin ] " kata sistem tiba tiba muncul, membuat Ray terkejut


' tumben si cewek pesimis ini muncul biasanya terlalu malas buat muncul ' batin Ray


[ sekali lagi tuan mengatai sistem, ...


' ahh tidak kok sistem hehehe...." potong Ray ketakutan karna dia sudah tahu hukuman dari sistem pasti menyeramkan semua


...*****...


sementara di tempat lain,


" hari ini keluarga pemimpin akan datang ke kota ini, jadi kita akan menjemput mereka, dan menjamin agar tidak ada kekacauan yang ditimbulkan oleh kelompok lain apakah kalian mengerti saudaraku" teriak Drake kepada anggota The dark bloods


" mengerti..." teriak mereka bersemangat


" tapi kita tidak boleh pergi semua , hanya akan ada 50 orang yang pergi menjemput " potong Drake,


Karna jikalau mereka semua pergi otomatis. jalanan bakalan penuh oleh iring iringan mobil mereka , bayangkan saja 3 ribu lebih anggota mereka pergi naik mobil, bakalan membuat heboh seisi kota.


" yahh...padahal aku mau berkenalan dengan keluarga pemimpin " ucap para anggota kecewa


20 kilometer dari kota, delapan mobil iring iringan mobil Ray sudah di tunggu oleh 25 mobil Drake dan anggotanya


" Ray mereka siapa? " tanya Dinda panik melihat orang orang bertubuh kekar berdiri di luar mobil


" kamu tenang saja mereka adalah teman ku" ucap Ray menenangkan Dinda


kemudian Ray keluar dari mobil nya diikuti oleh Ziro Dan yang lain nya


" Tuan.." seru mereka serempak sambil menundukkan badan nya

__ADS_1


__ADS_2