Sistem Kekayaan Super (Ray)

Sistem Kekayaan Super (Ray)
kedapatan


__ADS_3

...******...


Setelah selesai pertarungan itu, Ray langsung pulang kerumah nya dengan Ziro.


sesampainya dirumah, dia segera mencari Dinda , namun Dinda sudah tidur Karna sudah larut malam.


akhirnya dia segera mandi lalu tidur.


pagi harinya, Ray terlambat bangun ,


" tok…tok…tok…"


" Ray bangun?, sudah siang loh?" teriak Dinda sambil mengetuk pintu kamar Ray


namun Ray tidak menjawab panggilan nya.


" ihh... nih anak... jam segini masih tidur, apa dia gak terlambat pergi ke kampus?" ucap Dinda sambil mendorong pintu kamar Ray yang tidak di kunci.


Di tempat tidur Ray masih berbalutkan selimut, Dinda segera menarik selimut yang dipakai Ray, sebelum tangan nya menyentuh selimut, Ray sudah lebih dulu memegang tangan nya dan menariknya kedalam pelukan nya


" kyaaaa..." teriak Dinda terkejut


" hehehehe... kenapa kamu berani sekali masuk kedalam kamar laki laki hmm?" bisik Ray di telinga Dinda


" lepaskan aku, sebaiknya kamu cepat mandi lalu pergi ke kampus?, ini sudah siang lohh..." ucap Dinda sambil berusaha melepaskan diri nya dari pelukan Ray


Boro boro dilepaskan, Ray malah tambah memeluknya erat


" biar kan seperti ini sebentar saja?, tadi malam aku mencarimu tapi kamu sudah tidur? " jawab Ray


" yahh semalam aku cepat tidur Karna kecapean di perjalanan, " ucap Dinda yang masih berusaha melepaskan pelukan erat Ray.


" hmmm ya sudah, kamu diam saja, aku sangat merindukan mu, lagian ini masih jam lima, aku masuk kelas jam 10 " ucap Ray sambil membalikan badannya Dinda kepadanya, sehingga mereka saling berhadapan.


" deg..."


jantung Dinda berdetak kencang, karna ini adalah pertama kalinya ia tidur berduaan dengan laki laki.


" m -mengapa kamu melihat ku seperti itu ?" tanya Dinda merona


" hehe... maaf aku tidak memakai baju " ucap Ray menyeringai


Dinda baru menyadari hal itu kemudian dia langsung berteriak menutupi wajah nya yang memerah.


" kyaaa... dasar mesum "

__ADS_1


Ray memegang kedua tanga Dinda, dan menatap kedua mata indah miliknya.


jantung Dinda semakin berdetak cepat


'duhhh... apakah Ray akan mencium ku lagi' batin Dinda sambil memejamkan matanya


" heii buka mata mu?" ucap Ray


Dinda perlahan lahan membuka matanya , matanya melotot lebar Karna wajah Ray sangat dekat hanya beberapa senti saja, sehingga nafas hangat Ray dapat di rasakan nya


dannn.....


"tukk...."


Ray menyentil dahi Dinda


" apa yang kamu pikirkan? hmm... kenapa wajah mu merona seperti itu?" ejek Ray


" t -tidak ... A -aku tidak memikirkan apa apa?" sangkal Dinda


" ya sudah temani aku tidur ?" ucap Ray sambil memeluk Dinda ,


sedangkan yang dipeluk hanya bisa pasrah, namun dirinya sangat nyaman di dalam pelukan Ray, kemudian juga ikut tertidur.


hampir satu jam berlalu....


" tuh anak kenapa tidak balik balik dari kamar Ray?" tanya Bu Tika


" gak tau juga? jangan jangan dia nyasar lagi?" timpal Bu Mirna


" ya sudah.. aku akan memanggil mereka ?" ucap Bu Tika sambil berjalan menuju kamar Ray


" tok...tok.."


" Ray... Din..." ucap Bu Tika


namun yang dipanggil sedang menikmati tidur mereka sambil saling memeluk erat satu sama lain.


" lohh nih anak, ada dimana..? di panggil gak nyahut nyahut..?" ucap Bu Tika sambil masuk kedalam kamar


" ya ampun ternyata ini kerjaan kalian disini!" teriak Bu Tika melotot Karna melihat dua sejoli sedang berpelukan di atas kasur,


tampaknya sangat nyaman, dan tidak merasa terganggu atas hadir nya mama Ray disitu...


" pantas saja Dinda di suruh dari tadi gak pulang pulang ternyata nyasar di sini " kata mama Ray sambil menarik kaki Ray dan Dinda

__ADS_1


" woii siapa gangguin gw ... lagi enak enakan tidur " ucap Ray sambil menggosok matanya, begitu juga dengan Dinda


saat kedua melihat siapa yang mengganggu keduanya, mereka terkejut dan malu Karna di hadapan mereka berdiri mama Ray lengkap dengan peralatan perang nya.


" pantasan aja Dinda gak pulang dari tadi ternyata kamu tahan disini, dasar anak nakal cepat mandi?!" teriak Bu Tika sambil mengarahkan batang sapu ke arah Ray


' waduh gawat nih..' batin Ray takut


" Din kamu pasti peluk di paksa kan sama anak ini?, kamu tidak usah jawab mama sudah tau, sebaiknya kamu turun " ucap Bu Tika sambil tersenyum kepada Dinda


" baik Bu.." jawab Dinda menunduk malu , sambil berjalan keluar, namun dipikirannya, terngiang-ngiang Kejadian saling peluk dengan Ray tadi.


"dan kamu.. " tunjuk nya ke arah Ray sambil melotot


Ray mengangkat tangan nya ke atas, takut kena pukulan maut mama nya


"apa lgi cepat bangun dan mandi?"teriak nya


" siap komandan" teriak Ray sambil berlari menuju kamar mandi


" huhhhh untung saja aku cepat lari kalau tidak bisa benjol benjol kepalaku" ucap nya sambil mandi.


di meja makan.....


" Din..? kenapa pipi mu merona seperti itu? apakah kamu sakit?" tanya Bu Mirna


" iya Din apakah kamu sakit? tanya ayah Dinda


" itu Dinda tadi ehh.. anu...ehh" jawab Dinda tidak tau mau bilang apa.


" tadi si Dinda nyasar" ucap Bu Tika sambil tersenyum.


" lohh bukan nya kamu sudah tau kamar nya Ray? kenapa bisa nyasar?" jawab Bu Mirna


" bukan itu? tapi nyasar di dalam pelukan si anak nakal itu...aku panggil panggil gak di jawab jawab...ehh ternyata lagi enak enakan pelukan" ucap Bu Tika sambi duduk


" pffruutttt....."


semua orang yang ada di meja makan menyemburkan air dari mulut mereka mendengar perkataan Bu Tika


" hahahaha.... ternyata nyasar di situ Hahaha...." tawa mereka terpikal pikal


sedangkan Dinda yang mendengar itu semakin malu sambil senyum senyum, dalam hatinya berbunga-bunga .


...*****...

__ADS_1


maaf yah guys , cuman bisa nulis segini... soalnya lagi author sibuk bangat🙏🙏😭🙏


__ADS_2