
...******...
ketika keluarga Ray sedang berkumpul di ruang tengah, suara bel berbunyi.
" Ting tong.."
" Ting tong..."
" Ting tong..."
suara bel berbunyi sampai berkali kali membuat orang yang ada di dalam rumah merasa geram.
" Dil.. kamu buka dulu pintu nya, ada tamu tuh?" kata pak Rudi menyuruh Dila.
" siapa sihh tuh... ganggu orang ajah?, gak tau apa lagi enak enakan nonton film Drakor malah di gangguin" gerutu Dila sambil membuka pintu.
"kriett.."
" selamat sore? " ucap keduanya memberi salam
"hmmm..." Dila melongo melihat dua wanita cantik dihadapan nya.
" iya selamat sore!, kalian siapa?, apa kalian sedang nyasar?" tanya Dila sambil melirik ke kiri dan ke kanan, mencari sesuatu.
" ahh.. kami adalah teman nya Ray, tadi kami sudah janjian untuk datang ke rumah nya" jawab Naila.
" ohh jadi kalian yahh, yang Ray maksud!, mari masuk " ucap Dila tersenyum mempersilahkan keduanya masuk.
" baik terimakasih" jawab Naila dan Amelia bersamaan.
" ehh Mel... apakah itu keluarga Ray atau pacar nya atau bukan?" tanya Naila
" aku juga gak tau, ayo masuk saja" jawab Amelia sambil menarik tangan Naila masuk kedalam
" siapa Dil?" tanya Bu Tika.
" itu teman nya si Ray, datang bertamu" jawab Dila, sambil menunjuk ke arah Naila dan Amelia.
semua mata langsung tertuju pada kedua sosok wanita cantik Yang ada dihadapan mereka..
terutama mata Yulius dan Hardi, memandang mereka dengan mata melotot, Dila dan Nita yang melihat itu langsung melototi keduanya dengan menyeram kan
"kok aku merasa merinding yahh, Yulius kamu merasa merinding gak?" bisik Hardi kepada Yulius
" iya nih, aku juga merasa merinding, kayak nya akan ada perang nanti malam deh.." jawab Yulius menggosok gosok tangan nya.
" halo Tante om, semuanya perkenalkan nama saya Naila dan ini Amelia" sahut Naila memperkenalkan dirinya.
" halo salam kenal semuanya" ucap Amelia sambil senyum.
" ahh saya Tika mama Ray, ini pak Rudi papa Ray, itu Hardi , Yulius , Dila, Nita kakak dan kakak ipar Ray dan dan kedua anaknya., dan ada lagi Dinda dan kedua orang tuanya tapi ada di atas " ucap Bu Tika memperkenalkan
"halo.. salam kenal" ucap mereka antusias
" silahkan duduk.. " ucap Nita mempersilahkan keduanya.
mereka terus berbincang bincang dengan keduanya sampai Ray dan Dinda turun .
"halo Naila, Amelia selamat datang di rumah ku yang kecil ini ? hehehe.." ucap Ray tersenyum
" halo Ray, gak kok rumah kamu besar bangat malahan" ucap Amelia
"ahh perkenalkan ini Dinda" ucap Ray
__ADS_1
" Naila"
"Amelia"jawab keduanya
"Ray boleh kami pinjam Dinda sebentar?" tanya Naila
" hmm boleh aja " jawab Ray
kemudian mereka pergi ke taman di halaman belakang, dan berbicara entah apa itu.
sementara itu,
" Ray apa benar mereka cuman teman kamu?" tanya Bu Tika
" iya mah... cuman teman kok... tapi mereka ngejar ngejar aku, hihihi.." jawab Ray
" woii bocah... kamu mau buat Harem apa? ikutin kakak kamu nih cuman satu aja?" protes Yulius
" itu kan Karna kalian gak laku hahahaha..." ejek Ray
" bocah tengil...!! "teriak Hardi dan Yulius tak terima
" mah.. Ray tuh.., ngejek kita, marahin mah..." adu Hardi kepada mama nya.
" sudah jangan ribut kalian bukan anak kecil lagi, udah punya anak tapi masih kayak anak kecil aja" balas Bu Tika
" ukkhhh.. " keduanya langsung memegang dadanya
" mama jahat bangat" ucap nya
Ray hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua kakak nya .
sementara itu di sisi ketiga wanita yang sedang berdiskusi..
" plisss.. Din.. boleh gak kalau kami berdua juga menjadi pacar nya Ray .? " kata Amelia berusaha meyakinkan Dinda
" hmm gimana yah?" jawab Dinda sambil berfikir.
" iya Din kami gak akan merebut nya dari kamu kok, cuman berbagi aja" Naila
" itu sih terserah sama Ray saja, kalau aku sih oke oke saja, yang penting kalian gak ada niat lain ke Ray" Dinda
" makasih banyak Dinda" teriak girang keduanya, setelah sekian lama membujuk Dinda
" iya sama sama"
mereka berpelukan sebentar lalu melepaskan pelukan nya, kemudian masuk kedalam rumah.
" ehhh Ray semuanya pada kemana? tanya Dinda
"ohh mereka tunggu di ruang makan, ayo kita makan?" ajak Ray
kemudian mereka berjalan ke ruang makan,
" kalian sini, makan bareng dengan kita ?"
" iya silahkan duduk" ucap pak Rudi mempersilahkan.
sementara mereka makan malam, di pintu gerbang intan sedang marah marah kepada security, Karna tidak membiarkan nya masuk.
" pak saya ini pacar nya Ray, bapak jangan halang halangin saya yahh, bapak mau Ray pecat!" teriak Intan
" bodoh amat sama ancaman kamu itu, lagian yang perintahin saya adalah tuan muda Ray" gumam security sambil memperkeras folume musik nya.
__ADS_1
intan semakin marah karna tidak di anggap oleh security itu ..
sementara itu Ray hanya tersenyum mendengar itu dari sistem.., Karna sebelum itu Ray sudah memberitahu security untuk tidak mempersilahkan intan untuk masuk.
...****...
kini Naila dan Amelia berpamitan untuk pulang kerumah mereka masing masing...
keluarga Ray langsung pergi ke dalam kamar masing masing.
setelah mereka pergi Ray segera menarik Dinda kedalam pelukan nya..
" kyaaapp"
Dinda berteriak Karna terkejut, namun Ray segera menutup mulut Dinda
" sssttt... jangan teriak gitu, ntar papa sama Mama dengar loh" bisik Ray
" makanya jangan buat aku terkejut" ucap Dinda pelan, menunduk malu
"ke kamar aku yuk?" ucap Ray langsung menggendong Dinda
" k -kamu mau a -apa di kamar " kata Dinda terkejut melongo
"adalah... hehehe" seringai Ray membuat jantung Dinda dag dig dug...
sementara di kamar Hardi dan istrinya..
" yank... minta jatah? ." bisik Hardi kepada istrinya
" enak aja minta jatah... tadi lihat Naila sama Amelia matanya melotot seakan keluar" kata Dila melepaskan pelukan Hardi
" lohh aku kan gak gitu, aku tadi cuman heran saja kenapa bisa Ray mendapat teman cewek cantik , itu aja yank, masa aku berpaling dari istriku yang cantik ini" ucap Hardi memelas
"hmm manis bangat kata kata kamu itu yah" ucap Dila tersenyum
" makasih sayang" ucap Hardi memeluk Dila, tapi bukan nya mendapat balasan, malah mendapat tendangan..
" tidur di sofa saja sana awas kalau naik ke kasur !" ancam Dila mengacungkan tinjunya .
" glek..."
Hardi menelan salivanya, sambil mengambil bantal yang di lempar kan oleh istri nya dan berjalan lemas ke Sofa
" hikss.. ini semua gara gara si Ray, ajak teman nya kerumah, aku kan melihat mereka bukan Karna mesum.. hikksss" gumam Hardi sambil menggerutu.
sedangkan di sisi Yulius, apa yang di alami oleh Hardi sama persis yang di alami oleh Hardi..
"nasip nasip.." batin Yulius
sedangkan di sisi Ray,
dia malah enak enakan bercumbu dengan Dinda...
" hmm.. dalem sayang.." ucap Dinda
" cuppp.. " Ray dengan mesra mencium bibir Dinda
" hmmm" erang Dinda
" sudah malam tidur yukk.?" ucap Ray sambil memeluk Dinda, Tampa memikirkan nasip kedua kakak nya.
...*****...
__ADS_1
***sampai disini dulu yah guys, dukung terus author dengan cara like komen vote dan jangan lupa untuk menekan ❤️
salam sehat dari author 🙏***